Viral! Razia Brutal Aparat Piting hingga Seret Pengemis Buta: Tongkatku Mana?

Agung Sandy Lesmana

Minggu, 15 Juni 2025 | 13:42 WIB
Viral! Razia Brutal Aparat Piting hingga Seret Pengemis Buta: Tongkatku Mana?
Seorang pengemis buta terjatuh dan tongkatnya terpental seusai diseret oleh petugas gabungan yang menggelar razia di Pematangsiantar. (tangkapan layar/X)

Suara.com - Seorang pria penyandang atau disabilitas tunanetra menjadi korban tindak kekerasan dari sejumlah aparat saat sedang melakukan razia terhadap gelandangan, pengemis dan pengamen yang berkeliaran di jalanan. Aksi kekerasan aparat terhadap pria tambun itu pun viral setelah videonya beredar di media sosial, salah satunya dibagikan ulang oleh akun X, @bacottetanggaid pada Sabtu (14/6/2025).

Berdasar narasi dalam video berdurasi 1 menit, 42 detik tersebut, pria diduga pengemis jalanan itu disebutkan terjaring oleh sejumlah petugas gabungan yang sedang menggelar razia. Dalam video itu, tampak terlihat sejumlah personel polisi hingga petugas yang berpakaian preman ikut menangkap paksa pria tambun itu.

Mereka memiting hingga menyeret pria difabel tersebut hingga tongkat yang dipakainya untuk berjalan terpental.

Saat hendak diangkut paksa, pria bertubuh gempal itu tampak melakukan perlawanan kepada para petugas. Imbas dari aksi kekerasan para petugas itu, pengemis buta itu pun tampak tersungkur di trotoar.

Menurut narasi dari video yang diunggah akun X, @baccottetanggaid. peristiwa tindak kekerasan yang dialami pengemis buta itu disebut terjadi di sebuah toko roti di kawasan Pematangsiantar, Sumatera Utara pada Jumat (13/6/2025) lalu.

Seorang pengemis buta diseret oleh petugas gabungan saat menggelar razia di Pematangsiantar. (tangkapan layar/X)
Seorang pengemis buta diseret oleh petugas gabungan saat menggelar razia di Pematangsiantar. (tangkapan layar/X)

Setelah sempat diseret hingga terjatuh, pria yang disebut-sebut berinisial DH itu bangkit hingga untuk melawan. Dalam video, pria itu tampak menjadi tontonan orang-orang di lokasi saat dikepung oleh petugas gabungan.

Mirisnya, mereka tampak tidak menggubris ketika pengemis buta itu meminta tongkatnya. Pria bertubuh gempal itu beberapa kali meminta agar petugas mengembalikan tongkat yang digunakannya untuk berjalan.

"Mana tongkatku, mana?" pekik pria penyandang tunanetra itu di tengah kepungan petugas gabungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa alasan pria penyandang tunanetra itu hingga diseret oleh petugas yang melakukan razia. Namun, video pengemis buta yang mengalami tindak kekerasan dari aparat membuat banyak netizen terenyuh.

baca juga

Mereka merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh pria disabilitas tunanetra saat terjaring razia gelandangan dan pengemis jalanan. Kebanyakan netizen menganggap jika tindakan petugas terhadap pengemis buta itu tidak manusiawi.

"Tolol razia orang buta aja kayak jagal sapi kurban,mereka tinggal dituntun dg benar juga bakal nurut gk bakal kabur juga, aparat tolol kagak belajar SOP apa gimana," sindir salah satu netizen.

Seorang pengemis buta diseret oleh petugas gabungan saat menggelar razia di Pematangsiantar. (tangkapan layar/X)
Seorang pengemis buta diseret oleh petugas gabungan saat menggelar razia di Pematangsiantar. (tangkapan layar/X)

"Dia bukan maling dia gak nyusahin rakyat kenapa di perlakukan seperti itu apa karna dia gak punya uang ,jadi kalian seenaknya saja," ujar yang lainnya sedih.

 Selain itu, tak jarang netizen yang ikut geram hingga mencolek akun resmi Kapolri hingga Mabes Polri terkait sejumlah petugas polisi terlihat hanya membiarkan saat gelandangan itu diseret paksa oleh petugas Satpol PP. 

Bahkan, ada juga beberapa netizen yang membanding-bandingkan razia dalam video itu dengan penganganan aparat terhadap para koruptor.

"Min @Divpropam, PECAT itu anggota polisi-polisi yang bertugas hanya diam saja, tidak punya prikemanusiaan sekali. Anggota satpol PP jg patut diperiksa apakah sdh sesuai SOP atau tidak tindakannya," tulis netizen lainnya.

"Pak liat tuh kelakuan anak buahnya @ListyoSigitP @DivHumas_Polri, apa ga bisa lebih humanis pendekatannya? Beliau aja ga bisa liat, mau kabur juga ga akan bisa, ngapain pake kekerasan fisik? timpal yang lain geram.

"Polisi bisanya kerja ya cuma gitu-gitu aja. Kalo sm koruptor biar sepatunya pun mereka jilat. Kalo sama orang gak mampu semena-mena. Dari tingkat polsek sampe kapolri pun gak ada punya kemanusiaan. Hukum yg mereka anut hukum uang!" cibir netizen lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ray Rangkuti Skakmat Sekjen Gibranku: Anak Muda Dukung Dinasti Politik, Itu Jauh Lebih Memalukan!

Ray Rangkuti Skakmat Sekjen Gibranku: Anak Muda Dukung Dinasti Politik, Itu Jauh Lebih Memalukan!

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 15:50 WIB

Debat Panas soal Ijazah, Roy Suryo Ledek Relawan Jokowi Nyontek: Baca Undang-undang Aja Gak Bisa

Debat Panas soal Ijazah, Roy Suryo Ledek Relawan Jokowi Nyontek: Baca Undang-undang Aja Gak Bisa

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 16:17 WIB

Terkini

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

×