Prabowo Ngotot Garap Megaproyek Giant Sea Wall, Pakar: Bisa Rusak Laut dan Gusur Nelayan

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Selasa, 17 Juni 2025 | 07:51 WIB
Prabowo Ngotot Garap Megaproyek Giant Sea Wall, Pakar: Bisa Rusak Laut dan Gusur Nelayan
Prabowo Ngotot Garap Megaproyek Giant Sea Wall, Pakar: Bisa Rusak Laut dan Gusur Nelayan

Suara.com - Pemerintah diingatkan risiko kerusakan lingkungan serta kerugian ekonomi bagi masyarakat dari rencana pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa. Dampak dari proyek besar itu bahkan dikhawatirkan sama buruk dengan reklamasi.

Dosen Ekonomi Sumber Daya Alam di Universitas Trilogi Jakarta, Muhamad Karim memperkirakan kalau proyek Giant Sea Wall pada akhirnya pasti akan menggusur masyarakat pesisir.

"Giant Sea Wall bukan sekadar membangun suatu penghalang atau mitigasi dari perubahan iklim dan abrasi di pesisir. Karena ketika membangun itu, dampaknya secara ekologi bagi ekosistem di wilayah pesisir di Pantura Jawa dampaknya akan parah. Juga akan menggusur masyarakat pesisir," kata Karim dalam diskusi bersama Auriga Nusantara di Jakarta, Senin (16/6/2025).

Karim berpandangan kalau proyek Giant Sea Wall berpotensi merusak ekosistem laut, termasuk suplay ikan-ikan untuk nelayan. Akibatnya aktivitas penangkapan ikan bisa area pantai utara Jawa itu bisa terganggu. 

"Walaupun kalau kita lihat data sumber ikan di Pantura sudah over eksplorasi dan full eksploitasi, tapi di situ masih ada sumber kehidupan, itu kan nanti mereka tergusur juga. Jadi sama saja dengan reklamasi sebetulnya Giant Sea Wall itu," kritik Karim. 

Nelayan demo di Bundaran HI, Selasa (15/10), kritik pembangunan proyek Giant Sea Wall karena bisa menghilangkan mata pencaharian mereka di Teluk Jakarta [Kurniawan Mas'ud]
Nelayan demo di Bundaran HI, Selasa (15/10), kritik pembangunan proyek Giant Sea Wall karena bisa menghilangkan mata pencaharian mereka di Teluk Jakarta [Kurniawan Mas'ud]

Daripada membangun Giant Sea Wall, Karim menyarankan kalau pemerintah sebaiknya melakukan restorasi dan rehabilitasi. 

"Rehabilitasi mangrove, restorasi terumbu karang di pantura Jawa. Coba kalau sepantura Jawa bikin mangrove tebalnya 200 meter, cepat kok tumbuhnya mangrove, 3 tahun sudah bagus. Tidak terjadi apa-apa, bisa mencegah dampak perubahan iklim, bisa cegah abrasi," ungkap Karim. 

Menurutnya, sebenarnya sudah banyak solusi untuk mencegah perubahan iklim dan abrasi di pesisir. Serta di Indonesia jugabtelah tersedia berbagai teknologi yang ramah lingkungan. 

Namun, Karim melihat kalau pemerintah seolah sengaja enggan menggunakan itu demi produksi hasil alam melimpah meski sebenarnya tidak jangka panjang. 

baca juga

Dia mencontohkan dampak nyata Giant Sea Wall sebenarnya telah terjadi di wilayah Jakarta Utara.

"Lihat aja di Jakarta Utara, tembok yang dibangun, itu apa mini Giant Sea Wall? Sudah hancur kan malah terjadi abrasi  besar-besaran," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan lebih baik lakukan rehabilitasi yang tidak perlu biaya banyak untuk melakukannya.

"Enggak perlu duit triliunan, tapi ekosistem bisa pulih. Orang bisa lagi menangkap ikan, bisa dijadikan ekowisata. Justru bisa menguntungkan masyarakat. Kalau Giant Sea Wall menguntungkan kontraktor," pungkasnya.

Prabowo Ngotot Garap Giant Sea Wall

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya proyek pembangunan Giant Sea Wall di pantai Utara Jawa. Menurutnya, proyek tersebut sangat strategis dan vital bagi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didesak Minta Maaf, Koalisi Sipil: Fadli Zon Justru Kaburkan Pelanggaran HAM Tragedi 98

Didesak Minta Maaf, Koalisi Sipil: Fadli Zon Justru Kaburkan Pelanggaran HAM Tragedi 98

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 06:28 WIB

Keluarga Korban Tragedi Semanggi Khawatir Pembelokan Sejarah, Sumarsih Ultimatum Menbud Fadli Zon

Keluarga Korban Tragedi Semanggi Khawatir Pembelokan Sejarah, Sumarsih Ultimatum Menbud Fadli Zon

News | Senin, 16 Juni 2025 | 16:10 WIB

Tepis Fadli Zon? Viral BJ Habibie Bongkar Fakta Pemerkosaan Massal 98: Kita Mengutuk Tindakan Biadab

Tepis Fadli Zon? Viral BJ Habibie Bongkar Fakta Pemerkosaan Massal 98: Kita Mengutuk Tindakan Biadab

News | Senin, 16 Juni 2025 | 12:52 WIB

Nihilkan Korban Pemerkosaan 98? Sosok Fadli Zon Dikuliti Netizen: Dari Dulu Memang Pro Cendana

Nihilkan Korban Pemerkosaan 98? Sosok Fadli Zon Dikuliti Netizen: Dari Dulu Memang Pro Cendana

News | Senin, 16 Juni 2025 | 09:08 WIB

Terkini

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 00:02 WIB

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 23:55 WIB

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 23:31 WIB

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:16 WIB

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:44 WIB

×