Dianggap "kurang Yahudi" oleh sebagian kalangan Yahudi Ashkenazi (keturunan Eropa), mereka juga seringkali menjadi korban terakhir yang dipikirkan dalam situasi darurat.
Seorang aktivis hak asasi manusia di Tel Aviv menyimpulkan masalah ini sebagai gejala dari penyakit yang lebih dalam.
"Ini bukan sekadar ulah beberapa oknum rasis. Ini adalah manifestasi dari rasisme sistemik yang tertanam dalam masyarakat dan negara Israel."
Dia melanjutkan, "Ketika negara secara hukum dan sosial memprioritaskan satu kelompok etnis di atas yang lain melalui UU Negara-Bangsa dan kebijakan lainnya, jangan kaget jika warganya mempraktikkan apartheid di tingkat paling dasar, bahkan di dalam bunker."
Iron Dome Israel Jadi Lelucon
Klaim keperkasaan militer dan teknologi Israel kembali menjadi bahan tertawaan di panggung dunia.
Pada Jumat (20/6) pagi, rudal balistik Iran berhasil melakukan hal yang dianggap mustahil oleh pemerintah Israel: menembus sistem pertahanan udara berlapis dan menghantam langsung jantung kota Be'er Sheva di selatan wilayah jajahan.
Insiden ini bukan sekadar serangan, melainkan sebuah penghinaan telak terhadap Iron Dome, perisai pertahanan yang selama ini dibanggakan dan dijual sebagai sistem anti-rudal paling canggih di planet ini.
Satu rudal tunggal sukses membongkar seluruh narasi keamanan Israel dan menyebar kepanikan massal di kalangan pemukim.
Pagi itu, ketenangan di wilayah Negev dan sekitar Laut Mati pecah oleh raungan sirene serangan udara.
Kepanikan seketika menyebar di antara para pemukim Israel saat mereka menyadari bahwa sistem pertahanan jutaan dolar mereka telah gagal total.
Sesaat kemudian, ledakan keras mengguncang Be'er Sheva.
Rekaman video yang dengan cepat beredar di media regional dan kanal Telegram menunjukkan pemandangan yang tak terbantahkan: gumpalan asap hitam tebal mengepul dari lokasi jatuhnya rudal di tengah kawasan perkotaan.
Pukulan telak ini membuktikan bahwa Iran tidak hanya memiliki kemauan, tetapi juga kapabilitas presisi untuk menjangkau target-target strategis di kedalaman wilayah musuh.
Di tengah upaya militer Israel untuk meredam berita, surat kabar liberal Israel, Haaretz, justru mengeluarkan laporan yang menampar muka para jenderal dan politisi mereka sendiri.
Mengutip sumber resmi, surat kabar itu secara blak-blakan mengakui kegagalan memalukan dari sistem pertahanan rezim tersebut.
"Rudal yang diluncurkan Iran tidak dicegat," tulis Haaretz dalam laporannya.
Pengakuan singkat namun menghancurkan ini mengungkap kerentanan fatal dari perisai pertahanan Israel.
Pihak militer Israel (IDF), dalam pernyataannya hanya bisa mengonfirmasi secara minimalis.
"Kami telah menerima laporan mengenai serangan rudal di lokasi di selatan," kata juru bicara militer.
Untuk diketahui, Iran sepekan terakhir menghujani wilayah-wilayah Israel, terutama fasilitas vital militer dan ekonominya.
Serangan rudal-rudal Iran ini merupakan balasan dari agresi dan pengeboman Israel di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran.