Bukti Cak Nun Sudah Prediksi Iran Diserang Israel dan Amerika Sejak 2012

Yohanes Endra | Suara.com

Minggu, 22 Juni 2025 | 14:51 WIB
Bukti Cak Nun Sudah Prediksi Iran Diserang Israel dan Amerika Sejak 2012
Prediksi Cak Nun soal Perang Iran vs Israel dan Amerika. [Instagram]

Suara.com - Prediksi lama Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun kembali jadi sorotan setelah Iran benar-benar diserang oleh Israel dan Amerika Serikat.

Konflik yang meletus di Timur Tengah pada Juni 2025 ini seolah membuktikan pernyataan Cak Nun yang diucapkan lebih dari satu dekade lalu.

Akun X (Twitter) @6undul0h mengunggah ulang potongan wawancara Cak Nun pada 2012.

Dalam video, budayawan asal Jombang itu memprediksi bahwa Iran akan diserang oleh dua kekuatan besar, Israel dan Amerika Serikat.

"(Tahun) 2012 Cak Nun sudah memprediksi bahwa suatu hari Iran akan diserang Israel dan Amerika. Prediksi itu terbukti benar, bermula ketika Israel menyerang Iran," tulis akun tersebut.

"Setelah digempur, Israel mulai membuat propaganda agar dunia mengutuk Iran atas isu nuklir, dan merengek kepada Amerika untuk dibantu," lanjutnya.

Tahun 2012 Cak Nun sudah memprediksi bahwa suatu hari Iran akan diserang Israel dan Amerika. [X]
Tahun 2012 Cak Nun sudah memprediksi bahwa suatu hari Iran akan diserang Israel dan Amerika. [X]

Dalam pernyataannya kala itu, Cak Nun menyoroti skenario provokasi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan spiritual.

"Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampai psikologi dan batin. Dan ini serius," ungkap Cak Nun.

"Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika. Dan nanti Arab Saudi dipastikan akan membela Israel," lanjutnya.

Cak Nun lantas melemparkan pertanyaan terkait keberpihakan Indonesia.

"Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran atau bela Israel?" tanya Cak Nun.

"Kita pasti keras kepala sendiri. Separuh bela Iran, separuh bela Israel, atau nggak bela siapa-siapa, karena nggak ngerti," tutupnya.

Kini, kata-kata Cak Nun menjadi kenyataan. Iran benar-benar diserang Israel setelah terlibat perang dengan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu malam, 21 Juni 2025, Amerika Serikat resmi meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah fasilitas nuklir utama di Iran.

Serangan ini menyusul rangkaian serangan Israel yang telah berlangsung sejak awal bulan.

Tiga situs utama menjadi target serangan AS, yakni Fordo, Natanz dan Isfahan.

Fordo adalah fasilitas pengayaan uranium yang dibangun jauh di bawah pegunungan.

Natanz merupakan situs pengayaan uranium terbesar di Iran, sementara Isfahan adalah salah satu pusat nuklir penting mereka.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai "sangat sukses."

Trump juga mengklaim bahwa seluruh fasilitas nuklir yang diserang telah sepenuhnya dilenyapkan.

Presiden Donald Trump kembali memperluas perang dagangnya ke perfilman.
Bukti Cak Nun Sudah Prediksi Iran Diserang Israel dan Amerika Sejak 2012.

Dia menambahkan bahwa seluruh pesawat tempur yang terlibat telah kembali ke pangkalan dengan selamat.

Serangan ini melibatkan teknologi militer tingkat tinggi, yaitu pesawat siluman B-2.

Pesawat tersebut membawa bom penghancur bunker GBU-57, menjatuhkannya langsung ke Fordo.

Sementara itu, rudal jelajah Tomahawk diluncurkan dari kapal selam ke Natanz dan Isfahan.

Badan Energi Atom Iran membenarkan bahwa ketiga situs tersebut diserang.

Namun mereka menegaskan bahwa tidak ada kontaminasi radioaktif yang terjadi dan tidak ada ancaman bagi warga sipil di sekitar lokasi.

Lebih jauh, mereka menegaskan komitmen untuk melanjutkan program nuklir mereka.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan menyatakan bahwa Iran kini secara resmi berada dalam status perang melawan AS dan Israel.

Perlu dicatat bahwa serangan dari Amerika Serikat ini tidak datang tiba-tiba.
Sebelumnya, Israel sudah lebih dulu melancarkan serangan udara ke wilayah Iran.

Tujuan utamanya menghancurkan sistem pertahanan udara dan sarana peluncuran rudal milik Iran.

Namun Israel terkendala keterbatasan teknologi dan amunisi, terutama dalam menghadapi fasilitas seperti Fordo yang berada di dalam pegunungan.

Keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam serangan ini dipandang sebagai kelanjutan dari tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.

Banyak pihak menilai bahwa langkah ini justru memperbesar eskalasi konflik di Timur Tengah, dan dapat memicu Perang Dunia III.

Kini, ketika prediksi tersebut menjadi nyata, pertanyaan Cak Nun kembali menggema, Indonesia akan bela siapa?

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bombardir Iran Tanpa Restu Kongres AS, Trump Terancam Dimakzulkan

Bombardir Iran Tanpa Restu Kongres AS, Trump Terancam Dimakzulkan

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 13:41 WIB

Mengenal B2 Spirit, Pesawat Bomber Siluman Milik AS Diduga Targetkan Situs Nuklir Iran

Mengenal B2 Spirit, Pesawat Bomber Siluman Milik AS Diduga Targetkan Situs Nuklir Iran

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 13:33 WIB

Di Balik Perang Iran-Israel: Retaknya Solidaritas Islam Akibat Api Sektarianisme Syiah-Sunni

Di Balik Perang Iran-Israel: Retaknya Solidaritas Islam Akibat Api Sektarianisme Syiah-Sunni

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 13:18 WIB

Sepak Bola Berduka, Dua Pemain Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Sepak Bola Berduka, Dua Pemain Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Bola | Minggu, 22 Juni 2025 | 12:40 WIB

Amerika Serikat Gempur Situs Nuklir Iran, Bumi di Ambang Perang Dunia Ketiga?

Amerika Serikat Gempur Situs Nuklir Iran, Bumi di Ambang Perang Dunia Ketiga?

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB