Indeks Hubungan Alam, Terobosan Baru Ukur Pembangunan Berkelanjutan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 28 Juni 2025 | 12:40 WIB
Indeks Hubungan Alam, Terobosan Baru Ukur Pembangunan Berkelanjutan
Hutan hujan tropis di Pulau Kalimantan. [Rendy K/Shutterstock]

Suara.com - Indikator pembangunan nasional seperti pertumbuhan ekonomi atau Indeks Pembangunan Manusia (HDI) selama ini menjadi acuan global. Namun, seiring krisis iklim dan kerusakan alam yang kian nyata, para ahli menilai bahwa ukuran-ukuran tersebut belum cukup mencerminkan apakah suatu negara benar-benar berkembang secara berkelanjutan.

Kini, sekelompok peneliti dan praktisi global yang dipimpin oleh Kantor Laporan Pembangunan Manusia Program Pembangunan PBB (UNDP-HDRO) memperkenalkan sebuah metrik baru: Indeks Hubungan Alam atau Nature Relationship Index (NRI). Indeks ini diharapkan dapat menjadi alat bantu untuk mengukur seberapa baik suatu negara membangun relasi positif dengan alam—dan apakah pembangunan yang dijalankan tetap selaras dengan daya dukung lingkungan.

Apa Itu Indeks Hubungan Alam?

Diterbitkan sebagai artikel perspektif di jurnal Nature, salah satu jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia, NRI dirancang untuk melengkapi indikator pembangunan yang ada. Jika HDI menilai keberhasilan negara berdasarkan tiga aspek utama—kesehatan, pendidikan, dan pendapatan—maka NRI menambahkan dimensi lingkungan sebagai pilar keempat yang tak kalah penting.

Profesor Laura Pereira, peneliti dari Universitas Witwatersrand, Afrika Selatan, yang juga tergabung dalam tim penyusun, menyebut indeks ini sebagai “cara baru memahami apakah suatu negara benar-benar berada di jalur pembangunan berkelanjutan.” Ia menekankan bahwa kesejahteraan manusia sangat bergantung pada kondisi ekosistem yang sehat dan terjaga.

"Kita berkembang ketika alam berkembang," kata Pereira.

Tiga Pilar Penilaian dalam NRI

Indeks ini mengukur hubungan suatu negara dengan alam berdasarkan tiga aspek utama:

  • Alam Berkembang dan Dapat Diakses: Apakah masyarakat memiliki akses terhadap lingkungan alami yang sehat dan berfungsi?
  • Alam Digunakan dengan Hati-hati: Apakah pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan cara yang tidak merusak ekosistem?
  • Alam Dilindungi: Sejauh mana kebijakan, hukum, dan investasi publik mendukung perlindungan lingkungan secara nyata?

Ketiga dimensi ini dirancang agar bisa diterapkan secara lintas negara—baik di negara maju maupun berkembang—dan bisa disesuaikan dengan prioritas nasional masing-masing.

Peluang bagi Indonesia

Dengan kekayaan alam yang luar biasa, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan NRI. Keanekaragaman hayati yang tinggi di daratan dan lautan, serta tantangan besar dalam pengelolaannya, membuat alat ukur seperti NRI menjadi relevan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.

Penerapan indeks ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat memahami area mana saja yang masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menyeimbangkan eksploitasi sumber daya dengan konservasi. Misalnya, dalam pengelolaan hutan, perlindungan kawasan laut, hingga dampak pembangunan infrastruktur terhadap ekosistem lokal.

Munculnya NRI menyoroti kebutuhan akan pendekatan baru dalam melihat kemajuan bangsa. Selama ini, indikator ekonomi sering kali menutupi dampak lingkungan dari pembangunan, sementara indikator ekologis yang berdiri sendiri kurang mendapat perhatian dalam pembuatan kebijakan.

Dengan NRI, para perancangnya berharap dunia dapat bergerak menuju pemahaman yang lebih menyeluruh tentang pembangunan—yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas hubungan manusia dengan alam.

“Indeks ini mengajak kita melihat ulang: apakah jalan yang kita tempuh benar-benar membawa kita menuju masa depan yang layak huni?” ujar tim UNDP dalam artikelnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:35 WIB

Sharp Indonesia Bergerak: Ribuan Mangrove Ditanam, Terumbu Karang Direstorasi!

Sharp Indonesia Bergerak: Ribuan Mangrove Ditanam, Terumbu Karang Direstorasi!

Tekno | Sabtu, 28 Juni 2025 | 07:46 WIB

Konsisten Jalankan Program, Waskita Raih Dua Penghargaan pada Ajang TJSL & CSR Award 2025

Konsisten Jalankan Program, Waskita Raih Dua Penghargaan pada Ajang TJSL & CSR Award 2025

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:04 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB