Panas di Masuk Bumi Kian Tak Terkendali, Ilmuwan: Ketidakseimbangan Energi Naik Dua Kali Lipat!

Bimo Aria Fundrika

Senin, 30 Juni 2025 | 10:32 WIB
Panas di Masuk Bumi Kian Tak Terkendali, Ilmuwan: Ketidakseimbangan Energi Naik Dua Kali Lipat!
Pekerja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bumi menyerap lebih banyak panas dibandingkan yang dilepaskan ke luar angkasa, dan ketidakseimbangan itu kini meningkat dua kali lipat dibanding dua dekade lalu.

Temuan ini disampaikan dalam penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa laju akumulasi panas di dekat permukaan planet kini rata-rata mencapai 1,3 watt per meter persegi (W/m²), naik dari 0,6 W/m² pada pertengahan 2000-an.

Ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai ketidakseimbangan energi Bumi, selisih antara panas matahari yang masuk dan panas yang dipantulkan kembali ke luar angkasa.

Ketika lebih banyak energi yang tersimpan daripada yang dilepaskan, suhu Bumi meningkat. Efeknya bukan hanya pada daratan, tapi juga pada lautan, es, dan atmosfer.

Gambar udara menunjukan seorang nelayan sedang mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]
Gambar udara menunjukan seorang nelayan sedang mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]

“Kami melihat percepatan yang tidak terduga. Model iklim tidak memprediksi peningkatan sebesar ini,” ujar para peneliti yang melacak energi Bumi lewat dua metode: pengukuran radiasi matahari menggunakan satelit, dan pelacakan suhu laut menggunakan ribuan robot pelampung.

Sebagian besar panas tersimpan di lautan, yang menyerap sekitar 90% energi tambahan karena kapasitas panasnya yang besar. Sisanya menghangatkan daratan dan melelehkan es. Hal ini berdampak langsung pada munculnya gelombang panas, kekeringan, hujan ekstrem, dan fenomena cuaca ekstrem lainnya.

Peneliti menduga, percepatan ini sebagian dipicu oleh perubahan awan di atmosfer. Awan putih yang memantulkan sinar matahari berkurang, sementara awan yang kurang reflektif bertambah luas.

Kemungkinan lain adalah efek dari kebijakan pengurangan polusi sulfur dalam bahan bakar kapal sejak 2020, yang bisa mengubah pembentukan awan. Namun, ketidakseimbangan energi sudah meningkat bahkan sebelum kebijakan itu diterapkan.

Fluktuasi alami seperti Osilasi Dekadal Pasifik juga mungkin berperan, tapi peneliti mencemaskan bahwa perubahan awan bisa jadi merupakan umpan balik dari pemanasan global itu sendiri. Artinya, makin panas Bumi, makin sulit pula ia melepaskan panas.

baca juga

Suhu rata-rata permukaan Bumi kini telah naik 1,3–1,5°C dibandingkan masa pra-industri. Model iklim yang paling mendekati data pengamatan terbaru justru adalah model yang memprediksi pemanasan yang lebih ekstrem jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan secara drastis.

Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa gelombang panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir bukanlah anomali sementara, melainkan awal dari tren pemanasan yang lebih panjang dan parah.

Ilmuwan menekankan pentingnya sistem pemantauan jangka panjang, terutama lewat satelit. Namun, pemotongan anggaran dan perubahan prioritas di Amerika Serikat kini mengancam keberlangsungan sistem peringatan dini ini.

“Solusinya sudah kita ketahui sejak lama: hentikan pembakaran bahan bakar fosil dan hentikan perusakan alam. Tapi kita juga butuh data akurat untuk tahu seberapa cepat perubahan terjadi,” tulis para peneliti.

Ketidakseimbangan energi ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim bukan hanya soal suhu yang meningkat, tapi juga tentang sistem Bumi yang tak lagi berjalan seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pede RI Bisa Swasembada Energi, Prabowo Ungkap Pesan Jokowi, Begini Isinya!

Pede RI Bisa Swasembada Energi, Prabowo Ungkap Pesan Jokowi, Begini Isinya!

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 19:02 WIB

Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China

Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:07 WIB

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh

Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?

Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:30 WIB

5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu

5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20

Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini

Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:14 WIB

×