Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:07 WIB
Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China
Ilustrasi jalan raya - Pemotor melintas jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Jumat (25/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ilmuwan temukan cara mengubah gesekan ban dan aspal menjadi energi terbarukan. Biaya murah, tahan cuaca ekstrem, dan bisa bantu nyalakan lampu lalu lintas.

Tim peneliti dari Tiongkok berhasil mengembangkan teknologi baru yang mampu mengubah gesekan antara ban kendaraan dan permukaan jalan menjadi energi listrik bersih. Teknologi ini bisa menjadi solusi alternatif dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan hemat energi.

Perangkat yang diberi nama roadbed tribological energy harvester (RTE harvester) ini dikembangkan oleh para ilmuwan di Institut Energi Nano dan Sistem Nano Beijing (BINN), di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Menurut para peneliti, sekitar 85 persen energi kendaraan hilang dalam bentuk panas dan gesekan. Salah satu sumber gesekan terbesar adalah interaksi antara ban dan jalan. Energi yang dihasilkan dari gesekan ini sesungguhnya sangat besar: diperkirakan mencapai 0,3 terawatt per tahun secara global—setara dengan produksi listrik dari 30 bendungan besar seperti Proyek Tiga Ngarai di Tiongkok.

Namun selama ini, potensi tersebut belum banyak dimanfaatkan.

Cara Kerjanya: Mengubah Tumbukan Jadi Daya

RTE harvester bekerja dengan memanfaatkan teknologi nano-generator triboelektrik, yaitu alat yang dapat menghasilkan listrik dari tekanan atau gesekan mekanis. Perangkat ini dipasang di dasar jalan dan menghasilkan daya listrik saat roda kendaraan melintas di atasnya.

Dalam uji coba, satu unit RTE harvester mampu menghasilkan daya puncak sebesar 16,4 miliwatt per tumbukan roda, dengan efisiensi konversi energi mencapai 11,7 persen—angka yang tergolong tinggi untuk teknologi sejenis.

Salah satu keunggulan perangkat ini adalah daya tahannya terhadap cuaca ekstrem. Perangkat tetap dapat berfungsi optimal pada suhu antara -40 hingga 60 derajat Celsius, serta mampu bertahan dalam berbagai tingkat kelembapan. Ini menjadikannya cocok untuk digunakan di berbagai iklim, termasuk daerah tropis seperti Indonesia.

baca juga

Tak hanya efisien dan tahan lama, teknologi ini juga tergolong murah. Biaya produksinya diperkirakan hanya sekitar 71 dolar AS per meter persegi atau setara Rp1,1 juta—cukup terjangkau untuk implementasi skala luas di jaringan jalan raya.

Menuju Sistem Jalan Ramah Lingkungan

Dengan panjang jalan 50 meter yang dipasangi RTE harvester, sistem ini mampu menyediakan energi cukup untuk menyalakan lampu lalu lintas, kamera pengawas, dan berbagai sensor jalan raya di bentang sepanjang satu kilometer. Perangkat ini juga bisa mendukung sistem transportasi cerdas (smart mobility) tanpa perlu bergantung pada pasokan listrik dari luar.

“Terobosan ini membuka jalan bagi sistem kendaraan-ke-jalan dan kendaraan-ke-infrastruktur yang dapat berfungsi secara mandiri,” ujar Wang Zhonglin dan Chen Baodong, dua peneliti utama dalam studi ini. Penelitian lengkap dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Teknologi seperti ini menunjukkan bahwa solusi hijau tidak selalu harus rumit atau mahal. Jalan raya yang sebelumnya hanya menjadi tempat konsumsi energi, kini justru bisa menjadi sumbernya. Selain itu, sistem seperti ini dapat membantu negara-negara berkembang mengatasi keterbatasan akses listrik, sekaligus mempercepat transisi ke kota cerdas dan berkelanjutan.

Dengan kemampuannya mendukung pengawasan lalu lintas tanpa energi eksternal, teknologi ini juga bisa meningkatkan keselamatan jalan, mengurangi beban jaringan listrik, dan membuka peluang baru dalam desain kota masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panel Surya Generasi Baru: Terobosan Fisika yang Bisa Merevolusi Energi Bersih

Panel Surya Generasi Baru: Terobosan Fisika yang Bisa Merevolusi Energi Bersih

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:58 WIB

PLN Indonesia Power UBP Bali Perkuat Daya Dukung Energi Bersih

PLN Indonesia Power UBP Bali Perkuat Daya Dukung Energi Bersih

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 11:27 WIB

Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?

Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 11:23 WIB

Terkini

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:32 WIB

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:25 WIB

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:23 WIB

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:20 WIB

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

×