Serangan Israel di Gaza Renggut Nyawa Direktur RS Indonesia, Militer Zionis Incar Tenaga Medis

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 12:52 WIB
Serangan Israel di Gaza Renggut Nyawa Direktur RS Indonesia, Militer Zionis Incar Tenaga Medis
Ambulance di Palestina diincar militer Israel [Ashraf Amra/Anadolu Agency]

Suara.com - dr. Marwan Al Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel. Kehilangan ini menjadi pukulan telak bagi sistem layanan kesehatan di Gaza yang sudah sangat terpuruk. Dr. Marwan, seorang ahli jantung terkenal dengan pengalaman luas, merupakan salah satu dokter senior yang tersisa di Gaza, dan kematiannya dipastikan akan berdampak devastasi pada ribuan pasien jantung.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina menyampaikan duka mendalam atas kepergian dr. Marwan, yang mereka sebut sebagai sosok penuh belas kasih dan simbol dedikasi, keteguhan, serta ketulusan, terutama di masa-masa paling sulit akibat agresi Israel yang terus-menerus.

Organisasi medis Palestina, Healthcare Workers Watch (HWW), dilansir dari Guardian, melaporkan bahwa dr. Marwan Al Sultan adalah petugas kesehatan ke-70 yang tewas akibat serangan Israel dalam 50 hari terakhir. Muath Alser, Direktur HWW, menyebut kematian dr. Marwan sebagai "kerugian besar yang dahsyat bagi Gaza dan seluruh komunitas medis."

Keterangan yang sama menambahkan bahwa ini adalah bagian dari "penargetan sistematis terhadap petugas kesehatan yang disahkan oleh impunitas."

dr Marwan Al Sultan (Ist)
dr Marwan Al Sultan (Ist)

Beberapa hari sebelum kematiannya, dr. Marwan sempat diwawancarai oleh The Guardian, menceritakan situasi kritis yang dihadapinya di Rumah Sakit Indonesia. Ia bersama staf berjuang keras mengatasi banyaknya korban sipil setelah peningkatan serangan Israel pada Mei lalu. Dr. Marwan juga merupakan sumber informasi utama dari Gaza, secara konsisten melaporkan kondisi warga Palestina di wilayah utara yang terkepung. Ia berulang kali menyerukan komunitas internasional untuk menjamin keselamatan tim medis, bahkan ketika tentara Israel mengepung atau menyerang rumah sakit.

Kondisi Mencekam Tenaga Medis dan RS Indonesia di Gaza 

Kematian dr. Marwan Al Sultan menggarisbawahi kondisi mengerikan yang dihadapi para tenaga medis di Gaza. Dr. Mohammed Abu Selmia, Direktur Rumah Sakit al-Shifa di Gaza, mengungkapkan kesedihannya, "Kami sangat terkejut dan berduka. Dia tidak bisa digantikan."

Ia menekankan bahwa dr. Marwan adalah salah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza, dan kepergiannya akan menyebabkan penderitaan bagi ribuan pasien jantung. "Satu-satunya kesalahannya adalah dia seorang dokter," tambahnya.

Laporan dari HWW dari sumber The Guardian menyebutkan bahwa dalam 50 hari terakhir, selain dr. Marwan, tiga dokter lain, kepala perawat Rumah Sakit Indonesia dan Rumah Sakit Anak al-Nasser, seorang bidan senior, teknisi radiologi senior, dan puluhan lulusan medis muda serta perawat dalam pelatihan juga telah terbunuh. Pada 6 Juni, hari pertama Idul Fitri, sembilan petugas kesehatan tewas dalam satu hari akibat serangan udara di Gaza utara, tempat mereka berlindung bersama keluarga.

Fares Afana, yang memimpin layanan ambulans di Gaza utara, juga kehilangan putranya, Bara'a, pada Juni lalu. Bara'a, seorang paramedis, tewas bersama dua paramedis lainnya ketika gedung apartemen di lingkungan al-Tuffah, Kota Gaza, yang sedang ia gunakan untuk merawat korban serangan udara, diserang untuk kedua kalinya oleh artileri Israel.

Afana mengutuk serangan tersebut, menyatakan, "Jika ada reaksi dari dunia ketika petugas kesehatan pertama kali menjadi sasaran pasukan Israel, mereka tidak akan berani melakukan lebih banyak serangan ini."

Menurut angka PBB, jumlah total petugas kesehatan yang kehilangan nyawa dalam serangan militer sejak perang dimulai pada Oktober 2023 kini telah melebihi 1.400 orang. Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) juga pernah melaporkan kerusakan parah pada Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara setelah serangan Israel pada Mei lalu, menambah daftar panjang fasilitas medis yang rusak dan tidak berfungsi akibat konflik berkepanjangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Direktur RS Indonesia di Gaza Dr. Marwan Sekeluarga Tewas Diserang Israel, Ini Sepak Terjangnya

Direktur RS Indonesia di Gaza Dr. Marwan Sekeluarga Tewas Diserang Israel, Ini Sepak Terjangnya

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:57 WIB

Siapa Stav Lemkin? Bek Israel Bikin Mees Hilgers Minggir dari FC Twente

Siapa Stav Lemkin? Bek Israel Bikin Mees Hilgers Minggir dari FC Twente

Bola | Kamis, 03 Juli 2025 | 06:20 WIB

Imbas Teriak 'Palestina Merdeka' di Glastonbury 2025, Bob Vylan Dicekal Masuk AS

Imbas Teriak 'Palestina Merdeka' di Glastonbury 2025, Bob Vylan Dicekal Masuk AS

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:43 WIB

PBB Rilis Daftar Perusahaan yang Terlibat Genosida Israel, Ada yang Buka Cabang di RI

PBB Rilis Daftar Perusahaan yang Terlibat Genosida Israel, Ada yang Buka Cabang di RI

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:51 WIB

Kunto Aji Serukan Dukungan Buat Bob Vylan Usai 26 Konser Dibatalkan Gegara Bela Palestina

Kunto Aji Serukan Dukungan Buat Bob Vylan Usai 26 Konser Dibatalkan Gegara Bela Palestina

Entertainment | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:06 WIB

Eksklusif: Duta Besar Iran Bicara Gencatan Senjata, Serangan Balasan, dan Masa Depan Konflik

Eksklusif: Duta Besar Iran Bicara Gencatan Senjata, Serangan Balasan, dan Masa Depan Konflik

wawancara | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:07 WIB

Terkini

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB