Bukan Tanpa Sebab, Ternyata Ini Alasan Bali-Jawa Tak Dibangun Jembatan

Eviera Paramita Sandi

Senin, 07 Juli 2025 | 15:44 WIB
Bukan Tanpa Sebab, Ternyata Ini Alasan Bali-Jawa Tak Dibangun Jembatan
Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/bar]

Suara.com - Kecelakaan yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya kembali membuat publik menyoroti selat Bali.

Pertanyaan soal mengapa tidak dibangun jembatan di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali kembali bermunculan.

Terlebih, menurut mereka adanya jembatan ini lebih aman jika dibandingkan harus menyeberang pulau dengan kapal feri.

Pandangan tersebut ini muncul karena banyak yang belum mengetahui bagaimana seluk beluk Selat Bali dan risikonya. 

Lantas mengapa sebenarnya hingga saat ini tidak dibangun jembatan di antara pulau Jawa dan Pulau Bali?

Pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Bali sebenarnya sudah direncanakan sejak 1960 oleh Almarhum guru besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Dr (HC) Ir. Sedyatmo.

Tidak hanya berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga Kembali mengusulkan proyek tersebut pada Tahun 2012, seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di Selat Bali.

Namun, usulan pembangunan jembatan tersebut justru mendapat banyak penolakan, terutama dari pihak Kabupaten Jembrana, Bali dan Persatuan Hindu-Dharma Indonesia (PHDI).

Alasan-alasan Proyek Jembatan Selat Bali tidak terealisasikan:

baca juga

1.     Bukan Prioritas

Pemerintah Kabupaten Jembrana menganggap bahwa infrastruktur jalan yang menghubungkan Denpasar dengan Gilimanuk lebih penting untuk ditingkatkan daripada membangun jembatan.

Menurut mereka, perbaikan jalan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dengan meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi kemacetan lokal.

2.     Kepercayaan dan Mitologi

Selain itu, tidak terealisasinya Pembangunan jembatan di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali ini juga erat kaitannya dengan kepercayaan setempat.

Menurut kepercayaan Hindu, Pulau Bali harus dipisahkan dari Pulau Jawa secara sekala (fisik) dan niskala (spiritual) oleh laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temukan Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Ini Cerita Nelayan Banyuwangi

Temukan Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Ini Cerita Nelayan Banyuwangi

News | Senin, 07 Juli 2025 | 15:22 WIB

Viral Mobil Dinas Propam Tapsel Disebut Tabrak Lari-Dikemudikan Anak di Bawah Umur di Medan

Viral Mobil Dinas Propam Tapsel Disebut Tabrak Lari-Dikemudikan Anak di Bawah Umur di Medan

News | Senin, 07 Juli 2025 | 13:54 WIB

Tim SAR Temukan Mayat Pria Asal Bali yang Jadi Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Tim SAR Temukan Mayat Pria Asal Bali yang Jadi Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 13:50 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

×