'Itu Bukan Pesantren!' Geramnya Menteri Agama, Langsung Bentuk Tim Khusus Berantas Predator Seksual

Kamis, 10 Juli 2025 | 17:55 WIB
'Itu Bukan Pesantren!' Geramnya Menteri Agama, Langsung Bentuk Tim Khusus Berantas Predator Seksual
Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mencegah kekerasan seksual terjadi di lembaga pendidikan, semisal di pesantren. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mencegah kekerasan seksual terjadi di lembaga pendidikan, semisal di pesantren.

Menurutnya, kekerasan seksual yang selama ini terjadi di pesantren bukan benar-benar pesantren. Melainkan, tempat abal-abal yang mencatut nama pesantren.

"Ya itu sudah, sebetulnya bukan pesantren. Di abal-abal, menggunakan produk pesantren," kata Nasaruddin usai rapat tingkat menteri terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK), Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).

Kekininan, Kemenag sudah membentuk tim pencegahan. Nasaruddin berujat tim tersebut merupakan tim khusus.

"Ya kita sudah bentuk timnya. Tidak boleh ada seperti itu lagi ya dan kita bentuk tim khusus pencegahannya," kata Nasaruddin.

Laporan Kasus Meningkat

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan adanya peningkatakan tajam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal itu diungkapkan Arifah usai melakukan rapat tingkat menteri perihal masalah tersebut di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Arifah berujar rapat tingkat menteri digelar menyusul peningkatan tajam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui rapat tersebut, jajaran kementerian berdiskusi bersama mengenai Inpres Nomor 5 Tahun 2014.

Baca Juga: Viral Modus Pelecehan Seksual Lewat Loker SPG, Menteri PPPA: Hati-hati, Jangan Mudah Percaya

"Kita ada rapat tingkat menteri untuk berdiskusi bersama Inpers tentang Gerakan Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak," kata Arifah, Kamis (10/7/2025).

Arifah lantas memaparkan data laporan mengenai kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak.

Ia berujar sepanjang Januari hingga 14 Juni 2025, ada sekitar 11.800 pelaporan yang masuk di Kementerian PPPA. Terbanyak mengenai kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis)

"Kemudian sampai 7 Juli itu sudah ada di angka 13 ribu. Artinya dalam waktu dua Minggu lebih, jumlah kasus yang terlaporkan sudah di atas 2 ribu. Dan ini kasus terbanyak adalah kekerasan seksual, korbannya yang paling banyak adalah perempuan," kata Arifah.

Mirisnya, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan maupun anak terjadi di rumah tangga.

"Lokasi terjadinya paling banyak di rumah tangga," kata Arifah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI