Blak-blakan! Syahganda Desak Prabowo 'Cuci Gudang' Kabinet Warisan Jokowi Demi Target 8 Persen

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:46 WIB
Blak-blakan! Syahganda Desak Prabowo 'Cuci Gudang' Kabinet Warisan Jokowi Demi Target 8 Persen
Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan di Podcast Forum Keadilan TV di YouTube.

Suara.com - Genderang kritik terhadap komposisi kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendatang ditabuh semakin kencang.

Kali ini, sorotan paling tajam datang dari Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang tanpa tedeng aling-aling menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai "beban negara" dan mendesak Prabowo untuk melakukan "cuci gudang" terhadap menteri-menteri peninggalan era Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan keras ini dilontarkan Syahganda dalam sebuah diskusi di podcast Forum Keadilan yang ditayangkan di YouTube.

Ia menilai, meskipun Prabowo Subianto memiliki kapasitas personal yang mumpuni untuk memimpin, visi besarnya terancam kandas jika masih dikelilingi oleh tim yang tidak kompeten.

"Prabowo tidak didukung oleh kabinet yang mumpuni," tegas Syahganda, menggarisbawahi adanya jurang antara kemampuan sang presiden terpilih dengan jajaran pembantunya dikutip pada Sabtu (12/7/2025). 

Menurut Syahganda, keraguan ini bukan tanpa dasar. Ia menunjuk serangkaian klaim dan program dari para menteri saat ini yang dinilainya jauh dari kata berhasil dan penuh kejanggalan. Salah satu yang paling disorot adalah kinerja sektor pertanian.

Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelum bertolak dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelum bertolak dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

"Banyak klaim dari menteri-menteri yang masih dipertanyakan kebenarannya, seperti surplus beras yang diklaim Menteri Pertanian, padahal terjadi pergantian Kepala Bulog berkali-kali," ungkap Syahganda.

Ia juga menyoroti program ambisius seperti makan bergizi gratis (MBG) yang realisasinya di Sukabumi disebut baru mencapai 5%, hingga rencana pembentukan 80.000 koperasi merah putih yang dianggapnya tidak akan efektif tanpa adanya edukasi yang kuat terlebih dahulu. Kegagalan-kegagalan kecil ini, menurutnya, adalah cerminan dari masalah yang lebih besar.

"Ada kekacauan dan pencapaian yang kurang dalam lingkungan Prabowo, yang disebabkan oleh kurangnya dukungan kapasitas menteri-menterinya, termasuk Wapres," sambungnya.

Puncaknya, Syahganda secara spesifik menuding bahwa para menteri warisan pemerintahan Jokowi, termasuk Gibran, justru akan menjadi penghambat laju pemerintahan Prabowo. Ia bahkan mensinyalir adanya loyalitas ganda dari beberapa menteri yang masih terpengaruh pesan-pesan dari Istana lama.

"Menteri-menteri peninggalan era Jokowi, termasuk Wapres Gibran, dinilai menjadi beban bagi pemerintahan Prabowo," ujarnya dengan lugas.

Secara mengejutkan, Syahganda tidak ragu mengarahkan kritiknya langsung kepada putra sulung Presiden Jokowi tersebut. Ia menilai Gibran belum memiliki kapasitas yang cukup untuk mengemban tugas berat sebagai wakil presiden.

"Wapres Gibran dianggap sebagai beban negara karena dinilai kurang kompeten," tandasnya.

Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menemani Prabowo Subianto. (Instagram)
Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menemani Prabowo Subianto. (Instagram)

Melihat potensi ancaman ini, Syahganda menawarkan solusi radikal bagi Prabowo jika benar-benar serius ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi fantastis sebesar 8%. Solusi itu adalah perombakan total.

"Prabowo perlu melakukan 'overhaul' atau 'cuci gudang' dalam kabinetnya jika ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% dan mewujudkan visinya," saran Syahganda.

Lebih jauh, ia mendorong Prabowo untuk berani membentuk kabinet profesional atau zaken kabinet, yang diisi oleh para ahli di bidangnya, bukan sekadar bagi-bagi kursi politik untuk partai pendukung di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Disarankan agar Prabowo membentuk kabinet zaken (profesional) dan tidak terganggu oleh kepentingan partai politik dalam Kim," tambahnya, sembari menantang partai koalisi untuk menyodorkan nama-nama calon menteri yang benar-benar kredibel dan kapabel.

Meski kritiknya terdengar sangat pedas, Syahganda menegaskan bahwa semua ini dilandasi oleh niat baik untuk kemajuan bangsa. Ia berharap evaluasi ini dilihat sebagai bentuk dukungan konstruktif. "Kritik yang disampaikan bersifat konstruktif karena rasa cinta," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Budi Arie Disebut Jadi Duri Dalam Daging di Kabinet Prabowo, Pengamat: Layak Direshuffle

Menteri Budi Arie Disebut Jadi Duri Dalam Daging di Kabinet Prabowo, Pengamat: Layak Direshuffle

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:05 WIB

Polisi Jadi Pahlawan Buruh? Kontroversi Penghargaan ITUC untuk Kapolri

Polisi Jadi Pahlawan Buruh? Kontroversi Penghargaan ITUC untuk Kapolri

Your Say | Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:46 WIB

Kongres PSI di Solo: Prabowo Direncanakan Datang, Kejutan Apa yang Disiapkan Kaesang?

Kongres PSI di Solo: Prabowo Direncanakan Datang, Kejutan Apa yang Disiapkan Kaesang?

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 11:41 WIB

Terkini

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:00 WIB