Ospek SMA di Jabar Gandeng TNI-Polri, Jam Masuk Sekolah Dimajukan Jadi 6.30 Pagi

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 13 Juli 2025 | 15:54 WIB
Ospek SMA di Jabar Gandeng TNI-Polri, Jam Masuk Sekolah Dimajukan Jadi 6.30 Pagi
Ilustrasi OSPEK / Ospek SMA di Jabar Gandeng TNI-Polri, Jam Masuk Sekolah Dimajukan Jadi 6.30 Pagi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Suara.com - Wajah Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) atau ospek untuk tingkat SMA/SMK di Jawa Barat akan berubah drastis pada tahun ajaran 2025/2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar secara resmi akan menggandeng personel TNI dan Polri untuk memberikan materi kebangsaan, seiring dengan penerapan jam masuk sekolah yang dimajukan menjadi pukul 6.30 WIB.

Dua kebijakan ini akan mulai diterapkan serentak pada MPLS yang dimulai 14 Juli 2025 mendatang.

Pendidikan Karakter dan Bela Negara, Bukan Militerisme

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa sekitar 2 hingga 3 personel TNI/Polri akan mendampingi siswa selama lima hari pelaksanaan MPLS.

Tujuannya adalah untuk menanamkan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan semangat bela negara.

Herman dengan tegas menepis kekhawatiran bahwa program ini akan bersifat militeristik.

"Kita kolaborasi dengan TNI. Jadi bukan militeristik, karena materinya materi bela negara, materi wawasan kebangsaan agar mereka punya tekad untuk menjemput masa depan," kata Herman dilansir dari Antara, Minggu 13 Juli 2025.

Dengan pelibatan ini, MPLS diharapkan tidak hanya menjadi ajang adaptasi lingkungan sekolah, tetapi juga mencetak generasi unggul sesuai visi "Panca Waluya" yang diusung Pemprov Jabar.

"Jiwa kebangsaan akan muncul dan mereka akan satu tekad untuk jadi generasi Panca Waluya, yaitu generasi cageur, bageur, bener, pinter, singer (sehat, baik, benar, pintar, dan terampil)," ujarnya.

Jam Masuk 6.30 Pagi Mulai Diterapkan

Seiring dengan MPLS, kebijakan jam masuk sekolah pukul 6.30 WIB juga akan mulai diberlakukan untuk seluruh SMA, SMK, dan sekolah sederajat di bawah kewenangan Pemprov Jabar. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Adapun untuk jenjang di bawahnya, seperti PAUD, SD, dan SMP, yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, Herman menyebut akan ada proses koordinasi terlebih dahulu.

"Untuk yang jadi kewenangan provinsi, yaitu SMA dan SMK, jelas dan tak ada persoalan. Untuk yang kewenangan kabupaten/kota, kami akan konsolidasikan dengan sekda dan kepala dinas setempat," ucapnya.

Langkah sinergis antara MPLS berkarakter dan penyesuaian jam masuk sekolah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar dalam membentuk generasi muda yang lebih disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Jadi Formalitas, Anak Makin Bingung, Sistem Pendidikan Kita Mabuk!

Sekolah Jadi Formalitas, Anak Makin Bingung, Sistem Pendidikan Kita Mabuk!

Your Say | Sabtu, 12 Juli 2025 | 11:38 WIB

Persib Bandung Gagal Melaju ke Final, Dedi Mulyadi Sebut Jabar Tetap Dapat Kehormatan Karena..

Persib Bandung Gagal Melaju ke Final, Dedi Mulyadi Sebut Jabar Tetap Dapat Kehormatan Karena..

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:50 WIB

Viral, Netizen Tantang Dedi Mulyadi Usut Limbah B3 di Kali Cilemahabang, Ini Jawabannya

Viral, Netizen Tantang Dedi Mulyadi Usut Limbah B3 di Kali Cilemahabang, Ini Jawabannya

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:00 WIB

Dedi Mulyadi Atur Jam Masuk MPLS Lebih Pagi dan Libatkan TNI/Polri, DPR Wanti-wanti Hal Ini

Dedi Mulyadi Atur Jam Masuk MPLS Lebih Pagi dan Libatkan TNI/Polri, DPR Wanti-wanti Hal Ini

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:48 WIB

Kebijakan Dedi Mulyadi Jelang MPLS di Jabar, Libatkan TNI/Polri, Siswa Masuk 6.30 WIB

Kebijakan Dedi Mulyadi Jelang MPLS di Jabar, Libatkan TNI/Polri, Siswa Masuk 6.30 WIB

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:11 WIB

Terkini

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB