4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Rabu, 16 Juli 2025 | 14:39 WIB
4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri
Kriminolog UI Haniva Hasna menyebut sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. [X.com]

Suara.com - Kasus tewasnya diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, di kamar indekosnya di Menteng, Jakarta Pusat, terus bergulir menjadi sebuah teka-teki kompleks.

Jauh dari kesimpulan sederhana, setiap detail yang terungkap justru menumbuhkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Teori awal bunuh diri kini berada di bawah sorotan tajam setelah para ahli mengidentifikasi serangkaian anomali yang signifikan.

Analisis Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Haniva Hasna menunjukkan bahwa apa yang tampak di permukaan bisa jadi merupakan sebuah rekayasa cerdas untuk menyamarkan kebenaran.

"Jadi kalau pengamatan umum yang kita lihat adalah ini unnatural suicide gitu ya," demikian pengamatan Haniva dikutip dari Youtube tvOneNews, menandakan sebuah kematian yang tidak wajar jika disebut bunuh diri.

Berikut adalah empat kejanggalan besar dalam kasus kematian Arya Daru Pangayunan menurut pengamatan Kriminolog UI, Haniva Hasna.

1. Kondisi Jasad Terlalu Rapi untuk Aksi Bunuh Diri

Kejanggalan pertama dan paling fundamental terletak pada kondisi jasad saat ditemukan. Wajah Arya terbungkus lakban tebal dan sangat lekat, sebuah metode bunuh diri yang secara teori akan sangat menyiksa dan menimbulkan perlawanan hebat dari tubuh itu sendiri.

Haniva menjelaskan mekanisme alami tubuh yang seharusnya terjadi. Menurut dia ketika seseorang melilitkan lakban pada dirinya sendiri, ada kondisi-kondisi di akhir hayatnya dia akan kehilangan oksigen.

"Di mana ketika kehilangan oksigen secara natural dia akan mencari oksigen itu sedemikian rupa, sehingga menimbulkan gerakan-gerakan asimetris yang membuat kondisi korban ini menjadi tidak serapi itu. Tapi ketika ini rapi menjadi sesuatu yang aneh gitu ya," ujarnya.

Kerapian ini memunculkan pertanyaan kritis: bagaimana mungkin seseorang yang tengah berjuang melawan sesak napas di detik-detik terakhir hidupnya bisa tetap dalam posisi yang rapi?

Kondisi ini lebih mengindikasikan bahwa korban mungkin sudah dalam keadaan tidak berdaya atau tak sadarkan diri saat lakban dipasangkan oleh orang lain.

2. Penanganan TKP yang Terburu-buru dan Potensi Hilangnya Bukti

Prosedur di tempat kejadian perkara (TKP) juga menjadi sorotan. Keputusan untuk segera mengangkat atau memindahkan jasad korban dinilai sebagai langkah yang berpotensi merusak integritas TKP dan menghilangkan bukti-bukti krusial.

Seharusnya, tim forensik dan penyidik melakukan penyisiran menyeluruh sebelum jasad dievakuasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:08 WIB

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 11:46 WIB

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 17:33 WIB

Kriminolog Curigai Adanya Rekayasa Bunuh Diri di Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan

Kriminolog Curigai Adanya Rekayasa Bunuh Diri di Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:20 WIB

Seminggu Berlalu, Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Mandek? Ini Kata Polda Metro Jaya

Seminggu Berlalu, Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Mandek? Ini Kata Polda Metro Jaya

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 15:40 WIB

Terkini

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:28 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:46 WIB

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:35 WIB

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:30 WIB

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:25 WIB