Dibongkar Mantan Rektor UGM, Jokowi Tak Pernah Lulus Jadi Sarjana

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2025 | 14:21 WIB
Dibongkar Mantan Rektor UGM, Jokowi Tak Pernah Lulus Jadi Sarjana
Joko Widodo atau Jokowi. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Suara.com - Polemik kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi semakin memanas. Terbaru, mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Sofian Effendi angkat bicara terkait ijazah milik Jokowi.

Dalam pertemuannya dengan Rismon Hasiholan Sianipar, Sofian Effendi memberikan keterangan terkait masa kuliah Jokowi saat Presiden Republik Indonesia ke-7 tersebut menempuh pendidikannya sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.

Perbincangan itu sendiri disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Balige Academy dan diunggah ulang di akun X Rismon Sianipar. Mulanya, Rismon Sianipar menanyakan apakah Sofian Effendi pernah mendengar kabar terkait ijazah Jokowi yang beredar di kalangan sesama sejawat di UGM.

"Apakah yang profesor ketahui tentang itu atau sumber-sumber dari teman-teman yang pernah ada di UGM?" tanya Rismon Sianipar.

Menurut Sofian Effendi, Jokowi memiliki masalah saat masih duduk di SMPP atau Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 6 Surakarta. Ia membeberkan tentang diterimanya Joko Widodo dan Hari Mulyono di Fakultas Kehutanan UGM.

"Saya banyak ngomong dengan teman-teman seangkatan Jokowi yang menjadi guru besar di Kehutanan. Yang saya dengar, ada sedikit masalah pada waktu itu kan masih SMPP kok bisa masuk UGM. Waktu tahun dia masuk, ada dua orang yang masih bersaudara yang masuk ke Kehutanan UGM. Yang satu Hari Mulyono dan kemudian Joko Widodo," ucap Sofian Effendi.

Berbeda dengan Hari Mulyono yang terkenal aktif di kalangan para mahasiswa dan dosen, Sofian Effendi mengatakan bahwa Jokowi pernah dinyatakan tidak lulus karena memiliki IP di bawah 2.

"Hari Mulyono ini orang aktivis, dia dikenal di kalangan mahasiswa karena mendirikan Silvagama. Jadi dia orangnya memang perform, tahun 85 lulus. Tapi Jokowi ini menurut informasi dari para profesor dan mantan dekan juga, itu pada tahun 82 tidak lulus di dalam penilaian. Karena ada empat semester dinilai kira-kira 30 mata kuliah, dia indeks prestasinya nggak mencapai 2," sambungnya lagi.

Oleh karena itu, sebagai rektor UGM pada tahun 2002-2007, Sofian Effendi menilai bahwa Jokowi tidak bisa lulus sebagai sarjana.

"Kalau sistemnya benar, karena dia ikut sarjana muda, jadi dia tidak lulus. Di D.O istilahnya," beber Sofian Effendi.

Tak hanya itu, Sofian Effendi juga menyoroti pernyataan Kasmudjo terkait keterlibatannya dalam pembuatan skripsi Jokowi. Kala itu, Kasmudjo diperkenalkan sebagai dosen pembimbing skripsi Jokowi. Namun baru-baru ini, Kasmudjo sendiri membantah hal tersebut.

Menurut Sofian Effendi, Kasmudjo mengetahui data yang digunakan oleh Jokowi dalam skripsinya tersebut, di mana skripsi itu merupakan hasil contekan dari pidato seorang dekan.

"Yang Pak Kasmudjo nggak mau ngomong pada waktu itu, skripsinya pun sebenarnya adalah contekan dari pidatonya Profesor Sunardi. Profesor Sunardi adalah salah satu dekan dulu, setelah Pak Mito. Jadi Profesor Nardi baru pulang dari Kanada, terus bikin makalah mengenai ada kaitannya pengembangan industri kayu dan itu yang dipakai," ungkap Sofian Effendi.

Dengan kata lain, skripsi yang diklaim sebagai syarat kelulusan Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM tidak pernah diuji.

"Dan (skripsi) itu tidak pernah lulus, tidak pernah diuji, dan makanya nggak ada tanggal kan," imbuh Sofian Effendi lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upacara HUT ke-80 RI Kembali ke Jakarta, Prabowo Disebut Tak Memaksakan Seperti Jokowi Mau di IKN

Upacara HUT ke-80 RI Kembali ke Jakarta, Prabowo Disebut Tak Memaksakan Seperti Jokowi Mau di IKN

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 14:17 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Saksi Projo Diperiksa, Bukti Fitnah Menguat?

Babak Baru Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Saksi Projo Diperiksa, Bukti Fitnah Menguat?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 14:12 WIB

Skripsi Jokowi Diduga Mencontek Pidato Soenardi, Siapa Dia?

Skripsi Jokowi Diduga Mencontek Pidato Soenardi, Siapa Dia?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV

Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:13 WIB

Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan

Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:08 WIB

AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg

AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:07 WIB

Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz

Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:06 WIB

Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz

Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB

China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump

China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:57 WIB

Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk

Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:52 WIB

Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat

Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:50 WIB

Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand

Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:49 WIB

Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan

Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB