Kalbar Jadi Pintu Jual Beli Bayi ke Singapura, KPAI Minta Penyelidikan Diperluas

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Kamis, 17 Juli 2025 | 20:37 WIB
Kalbar Jadi Pintu Jual Beli Bayi ke Singapura, KPAI Minta Penyelidikan Diperluas
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini (tengah) di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat. [Suara.com/Rena Pangesti]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong aparat penegak hukum untuk memperluas penanganan kasus jual beli bayi yang terungkap di Bandung. 

Komisioner KPAI Dyah Puspitarini, menekankan bahwa kasus ini tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan hukum di wilayah Jawa Barat semata, tapi harus ditelusuri hingga ke daerah lain seperti Kalimantan Barat. Karena terungkap kalau penjualan bayi ke Singapura itu rupanya melewati jalur Kalimantan.

"Kami minta untuk pengembangan kasus, karena ini ada titik lain juga di Kalimantan Barat, lewatnya kan situ, terus kemudian juga di cybernya. Jadi kami minta agar kasus ini diperluas tidak hanya teritorial Jawa Barat, tapi juga seluruh Indonesia dan juga cyber," kata Dyah ditemui di Kantor KPAI Jakarta, Kamis, (17/7/2025).

Ia menilai praktik jual beli bayi tersebut sudah terstruktur dan terorganisir. Menurutnya, setiap tindakan jual beli manusia biasanya terorganisir dengan sindikat. 

"Ini bukan lagi sekadar perdagangan, tetapi lebih mungkin ya sampai (jual beli) organ anak, mungkin sampai nanti anak dibesarkan terus nanti jadi apa. Jadi hal-hal ini nanti merambah ke kriminalitas-kriminalitasnya," ujarnya.

Dari kasus yang terjadi di Bandung, Dyah mengungkapkan kalau setidaknya ada sepuluh anak yang berhasil diselamatkan dari upaya jual beli tersebut. Akan tetapi, anak-anak yang telah terlanjur dijual ke luar negeri jumlahnya lebih banyak. 

"Lebih banyak, karena itu lebih lama, dua tahunan ke belakang ya. Jadi kami berharap agar sekiranya mungkin masyarakat umum melihat atau mengetahui harus segera diinformasikan," pesannya.

Sebelumnya, Polda Jabar sejauh ini telah menetapkan 12–13 orang tersangka dalam sindikat perdagangan bayi yang melibatkan perekrutan bayi saat masih dalam kandungan, pembuatan dokumen palsu, perawatan hingga pengiriman bayi secara terencana ke luar negeri, khususnya Singapura. 

Dari hasil operasi, Polda Jabar berhasil menyelamatkan enam bayi—lima di Pontianak, Kalbar, dan satu di Tangerang—yang akan dikirimkan ke Singapura. Para bayi tersebut kini berada di Bandung dan sedang menerima perlindungan serta pendampingan medis dan psikologis. 

baca juga

Sedangkan total bayi yang diperkirakan telah diperdagangkan mencapai 24–25 bayi sejak 2023, dan polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jumlah lengkap serta pelaku lain. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tokoh Agama di Boyolali Rantai Anak-anak Selama 2 Tahun, KPAI: Orang Tua Pasrah

Tokoh Agama di Boyolali Rantai Anak-anak Selama 2 Tahun, KPAI: Orang Tua Pasrah

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 19:01 WIB

Pembunuhan Wartawan Karo: KPAI Desak Panglima TNI Bertindak, Korban Anak Belum Dapat Keadilan!

Pembunuhan Wartawan Karo: KPAI Desak Panglima TNI Bertindak, Korban Anak Belum Dapat Keadilan!

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:57 WIB

Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Terbongkar, Polda Jabar Tangkap 13 Orang

Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Terbongkar, Polda Jabar Tangkap 13 Orang

Foto | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:19 WIB

Terkini

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

×