Jalan Pintas PSI 'Dompleng' Jokowi: Bukan Untung, Malah Terancam Buntung?

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Senin, 21 Juli 2025 | 21:37 WIB
Jalan Pintas PSI 'Dompleng' Jokowi: Bukan Untung, Malah Terancam Buntung?
Nama Jokowi masih dianggap menjadi salah satu kekuatan politik PSI. [Antara/Maulana Surya]

Suara.com - Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terus-menerus menegaskan kedekatan politiknya dengan Presiden Joko Widodo dinilai sebagai strategi yang bisa menjadi bumerang.

Alih-alih sukses mendongkrak elektabilitas, manuver ini justru dianggap sebagai pertaruhan yang berbahaya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menganalisis bahwa langkah PSI mengidentikkan diri dengan Jokowi adalah bentuk jalan pintas yang lahir dari ketidakpercayaan diri dan kegagalan membangun basis ideologis yang kuat.

“PSI kiranya ingin mendompleng popularitas dan loyalis basis pemilih Jokowi. Harapannya, popularitas Jokowi dapat tertular ke PSI,” kata Jamiluddin kepada Suara.com, saat dihubungi pada Senin (21/7/2025).

Menurutnya, logika PSI untuk menarik loyalis presiden dua periode itu terlalu matematis dan menyederhanakan kompleksitas politik.

“Berpikir demikian tentu sangat matematis. Dalam politik, berpikir matematis kerap mengecoh, dan hasilnya akan jauh dari harapan,” ujar Jamiluddin.

Persoalan utamanya, Jamiluddin menekankan, adalah kekuatan elektoral Jokowi yang sudah tidak sekuat saat ia masih menjabat sebagai presiden.

Kepercayaan publik terhadap Jokowi disebutnya telah mengalami penurunan seiring munculnya berbagai isu negatif yang menerpanya belakangan ini.

“Isu negatif seolah datang silih berganti. Hal itu kiranya sudah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi,” jelasnya.

baca juga

Kondisi inilah yang membuat strategi 'menempel' pada Jokowi menjadi sangat berisiko.

Sebelumnya, pendiri PSI Jeffrie Geovanie sempat mengungkap bahwa partainya memang menyusun strategi emosional untuk membujuk keluarga Jokowi agar bergabung.

Strategi ini berhasil ketika Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, resmi didapuk menjadi Ketua Umum PSI pada 2023.

Presiden ke-7 Jokowi saat memakai jaket PSI. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat memakai jaket PSI. (Suara.com/Ari Welianto)

Namun, ketergantungan ini justru dipandang sebagai indikator kegagalan PSI dalam membangun kekuatan secara mandiri.

"Partai anak muda ini tetap terpuruk dan semakin tak percaya diri. Untuk mengerek elektabilitas, PSI akhirnya mengambil jalan pintas dengan mendompleng ketokohan dan popularitas Jokowi," katanya.

Pada akhirnya, Jamiluddin memperingatkan bahwa bersandar pada popularitas Jokowi yang juga mulai memudar adalah sebuah kesalahan strategis dengan konsekuensi serius.

Alih-alih bersinar, masa depan partai justru bisa ikut meredup.

"PSI bisa jadi akan semakin redup mengikuti redupnya Jokowi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Pertama Kaesang di PSI: Menang Lawan Bro Ron, Dibalas Ancaman Mengerikan dari Akar Rumput

Badai Pertama Kaesang di PSI: Menang Lawan Bro Ron, Dibalas Ancaman Mengerikan dari Akar Rumput

News | Senin, 21 Juli 2025 | 20:55 WIB

Simbiosis Mutualisme Jokowi dan PSI: Siapa Sebenarnya yang Lebih Butuh Siapa?

Simbiosis Mutualisme Jokowi dan PSI: Siapa Sebenarnya yang Lebih Butuh Siapa?

News | Senin, 21 Juli 2025 | 20:34 WIB

PSI Terancam Retak? Kaesang Menang, Massa Pendukung Bro Ron Ancam 'Log Out'

PSI Terancam Retak? Kaesang Menang, Massa Pendukung Bro Ron Ancam 'Log Out'

News | Senin, 21 Juli 2025 | 19:49 WIB

Terkini

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39 WIB

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:36 WIB

×