Polwan Ini Jual Semua Harta "Haram" & Ubah Kantor Polisi Jadi Transparan, Ini Kisahnya!

Muhammad Yunus

Selasa, 22 Juli 2025 | 11:27 WIB
Polwan Ini Jual Semua Harta "Haram" & Ubah Kantor Polisi Jadi Transparan, Ini Kisahnya!
Iptu Sri Ulva Baso penerima Hoegeng Awards 2025 [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian, muncul sebuah kisah yang menyejukkan dan memberikan harapan.

Ini adalah cerita tentang Iptu Sri Ulva Baso, seorang perwira polisi wanita (Polwan) yang perjalanannya menjadi bukti bahwa perubahan sejati dimulai dari nurani dan keberanian untuk mengakui kesalahan.

Kisah polwan inspiratif ini bukan dongeng, melainkan sebuah pengakuan jujur yang pernah ia tulis sendiri.

Iptu Ulva, tanpa ragu, membuka masa lalunya yang pernah akrab dengan praktik "amplop"—istilah halus untuk uang suap dari masyarakat.

Namun, pengakuan itu bukanlah akhir, melainkan titik awal transformasinya menjadi salah satu ikon polisi anti korupsi di Indonesia.

Titik Balik di Tanah Papua: Saat Pelatihan Mengusik Nurani

Semua bermula dari sebuah pelatihan yang ia anggap biasa. Saat itu, Iptu Ulva yang kini menjabat sebagai Paur Fasmat SBST Subdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, diutus mengikuti pelatihan "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) di Sorong, Papua Barat.

Materi yang disajikan dalam pelatihan itu menghantam kesadarannya. Ia merasa tersudut oleh kebenaran yang dipaparkan.

Dalam tulisannya di laman SPAK Indonesia, ia mengungkapkan pergulatan batinnya.

baca juga

"Materi itu membuat saya terpojok. Bayangkan, beberapa hal yang masuk kategori korupsi sudah pernah saya lakukan! Saya menerima ‘amplop’ dari masyarakat yang dilayani unit saya. Tak hanya menerima, saya juga membaginya dengan rekan kerja," tulis Iptu Ulva.

Kesadaran itu membuatnya teringat pada pesan almarhum ayahnya, yang dulu sempat khawatir jika anaknya menjadi polisi akan tergoda praktik korupsi.

Kata-kata itu, ditambah rasa bersalah yang mendalam, mendorongnya pada sebuah keputusan radikal.

Iptu Sri Ulva Baso penerima Hoegeng Awards 2025 [Suara.com/Istimewa]
Iptu Sri Ulva Baso penerima Hoegeng Awards 2025 [Suara.com/Istimewa]

Panggilan Telepon yang Mengubah Segalanya

Malam itu di Sorong, dengan hati yang gundah, Iptu Ulva menelepon ibunya di Makassar. Ia memberikan instruksi yang mengejutkan.

"Tolong semua dijual dan uangnya disumbangkan ke rumah yatim," ucapnya kepada sang ibu, merujuk pada mobil, motor, dan perhiasan yang mungkin dibeli dari uang yang tidak halal. Meskipun ibunya kebingungan, Ulva berkeras, "Sudah, Bu. Nanti saya jelaskan. Pokoknya jual semua besok."

Langkah drastis ini adalah penebusan pertamanya. Ia tidak ingin lagi hidup dibayangi oleh harta yang berasal dari sumber yang salah.

Ia bertekad untuk menjadi "Ulva yang baru," seorang polisi yang jujur dan benar-benar mengayomi.

Dari Penyesalan Menjadi Aksi Nyata: Gerakan "Meja Tanpa Laci"

Sekembalinya ke Makassar, Iptu Ulva tidak berhenti pada penyesalan pribadi. Ia mengubah rasa bersalahnya menjadi aksi nyata yang berdampak luas.

Langkah pertamanya adalah menghadap atasannya di Polsek Panakkukang dan meminta izin untuk menyebarkan semangat anti korupsi kepada rekan-rekannya.

Dari sanalah lahir ide-ide cemerlang yang menjadi simbol perubahan.

Meja Tanpa Laci: Ia menginisiasi penggantian meja pelayanan dengan meja tanpa laci.

Ini adalah simbol kuat untuk menghilangkan ruang fisik dan mental bagi praktik pungutan liar (pungli).

"Meja berlaci dulu diasosiasikan dengan tempat menyimpan uang pungutan liar," jelasnya.

Transparansi Ruang Pelayanan: Ruang layanan masyarakat dirombak total menjadi terbuka tanpa sekat, menciptakan atmosfer yang lebih akuntabel dan ramah.

Kampanye Terbuka: Tulisan besar "Semua Layanan GRATIS dan Tidak Dipungut Biaya" dipasang dengan jelas.

Brosur dan logo SPAK juga menghiasi setiap meja kerja sebagai pengingat konstan akan komitmen integritas.

Awalnya, ada saja rekan yang mencapnya "sok suci". Namun, dengan dukungan atasan dan keyakinan yang kuat, gerakan ini perlahan diterima dan bahkan diadopsi oleh unit lain, seperti Polres dan Ditlantas Polda Sulsel.

Buah Integritas: Pengakuan dan Hoegeng Awards 2025

Keberanian dan konsistensi Iptu Sri Ulva Baso dalam memperjuangkan budaya anti korupsi dari dalam akhirnya mendapatkan pengakuan tertinggi.

Ia dianugerahi Hoegeng Awards 2025 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada anggota Polri dengan integritas dan dedikasi luar biasa.

Kisah Iptu Ulva adalah pengingat bahwa pahlawan tidak selalu mereka yang mengangkat senjata, tetapi juga mereka yang berani memerangi musuh dalam diri dan sistem.

Ia membuktikan bahwa satu orang dengan niat tulus bisa menjadi percikan api yang menyalakan semangat perubahan.

"Saya ingin anak saya kelak menikmati Indonesia yang benar-benar bebas dari korupsi," tulisnya. Sebuah harapan yang kini ia perjuangkan setiap hari melalui teladannya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Kuota Haji: Khalid Basalamah Sudah Diperiksa, Kenapa Gus Yaqut Belum 'Disentuh' KPK?

Skandal Kuota Haji: Khalid Basalamah Sudah Diperiksa, Kenapa Gus Yaqut Belum 'Disentuh' KPK?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:41 WIB

Dugaan Korupsi Program Makanan Bergizi Ibu dan Anak (PMT) Rentang Tahun 2016-2020

Dugaan Korupsi Program Makanan Bergizi Ibu dan Anak (PMT) Rentang Tahun 2016-2020

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:23 WIB

Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sritex

Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sritex

Foto | Selasa, 22 Juli 2025 | 08:37 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×