Rp 18 Miliar Lenyap! 4 Fakta Penipuan Travel Haji di Lamongan: Sudah Jual Sawah Gagal Umrah

Wakos Reza Gautama

Kamis, 24 Juli 2025 | 22:52 WIB
Rp 18 Miliar Lenyap! 4 Fakta Penipuan Travel Haji di Lamongan: Sudah Jual Sawah Gagal Umrah
Sejumlah korban penipuan travel haji dan umrah menjalani pemeriksaan di Polres Lamongan, Jawa Timur, Kamis (24/7/2025). [ANTARA]

Suara.com - Mimpi ribuan warga Lamongan dan sekitarnya untuk menjejakkan kaki di Tanah Suci berubah menjadi mimpi buruk. Mereka tertipu mentah-mentah oleh janji manis biro travel umrah dan haji PT Tawwabiin Umroh dan Haji Plus.

Uang puluhan juta yang dikumpulkan dengan susah payah, bahkan dari hasil menjual aset, kini lenyap tak berbekas.

Kasus yang kini ditangani oleh Polres Lamongan ini menjadi pengingat pahit betapa berbahayanya iming-iming ibadah dengan harga miring.

Berikut adalah 4 fakta brutal di balik skandal penipuan yang menggemparkan ini dikutip dari pemberitaan ANTARA.

1. Skala Raksasa: Tipu Ribuan Jamaah, Raup Rp 18 Miliar

Ini bukanlah penipuan skala kecil. Menurut koordinator korban, jumlah orang yang menjadi korban praktik lancung PT Tawwabiin ini sangat masif, mencapai lebih dari seribu orang.

Para jamaah yang terbuai janji telah menyetorkan dana yang tidak sedikit, berkisar antara Rp25 juta hingga Rp50 juta per orang.

“Jumlah korban lebih dari seribu orang. Kerugian ditaksir mencapai Rp16 miliar-Rp18 miliar,” kata Koordinator korban, Wahyudiono.

Angka fantastis ini menunjukkan betapa masif dan terstrukturnya dugaan penipuan yang dijalankan oleh travel yang berkantor di Kecamatan Brondong ini.

baca juga

2. Modus Promo Diskon 50%: Jual Aset Demi Tanah Suci, Berakhir Gigit Jari

Bagaimana travel ini bisa menjerat begitu banyak korban? Jawabannya adalah modus klasik yang selalu efektif: diskon besar.

Salah satu korban berinisial AS mengaku tergiur dengan promo diskon hingga 50 persen jika melunasi biaya di awal. Ia dan istrinya bahkan rela menyetor Rp40 juta sejak awal tahun 2025 dengan harapan bisa segera berangkat.

Kisah para korban semakin tragis karena banyak dari mereka yang rela menjual aset pribadi demi bisa melunasi biaya. Tanah, sawah, atau perhiasan yang menjadi tumpuan hidup dilepas demi mengejar impian ibadah, namun kini mereka harus berakhir dengan tangan hampa dan hati yang terluka.

3. Beroperasi Ilegal: Kemenag Pastikan Travel Tak Terdaftar

Fakta paling mengejutkan sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat adalah status PT Tawwabiin yang ternyata ilegal.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan, Muhlisin Mufa, memastikan bahwa travel tersebut tidak memiliki izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

“Setelah kami cek melalui aplikasi Satu Haji, travel tersebut tidak memiliki izin. Artinya, mereka tidak terdaftar sebagai penyelenggara resmi,” ujar Muhlisin.

Ia menegaskan kepada masyarakat untuk selalu memverifikasi status travel melalui aplikasi resmi Kemenag dan tidak mudah tergiur harga murah.

“Kalau tidak bisa menunjukkan izin, visa, atau bukti keberangkatan, lebih baik cari travel yang sudah pasti terdaftar,” katanya.

4. Janji Palsu & Mediasi Buntu: Dulu Berjanji, Kini Diburu Polisi

Sebelum kasus ini meledak di kepolisian, pihak Kemenag Lamongan sebenarnya telah turun tangan. Pada April 2025, Kemenag sempat memfasilitasi mediasi antara pihak travel dengan para korban yang mulai resah karena tak kunjung diberangkatkan. Namun, mediasi itu berakhir buntu.

“Saat itu pihak travel berjanji mengembalikan uang atau memberangkatkan secara bertahap, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkap Muhlisin.

Janji yang tak pernah ditepati inilah yang menjadi puncak kekecewaan para korban. Merasa tak ada itikad baik, mereka akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Lamongan, yang kini telah mulai melakukan penyelidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp171 Juta Melayang! Kisah Pilu Korban Penipuan Furnitur Online di Tambora

Rp171 Juta Melayang! Kisah Pilu Korban Penipuan Furnitur Online di Tambora

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 17:26 WIB

Jangan Cuma Bikin Panik, DPR 'Sentil' Mendagri: Buka Nama Mafia Pengoplos Beras, Cabut Izinnya!

Jangan Cuma Bikin Panik, DPR 'Sentil' Mendagri: Buka Nama Mafia Pengoplos Beras, Cabut Izinnya!

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:29 WIB

Ratusan Karyawan PNM Berprestasi Raih Apresiasi Wisata Umrah

Ratusan Karyawan PNM Berprestasi Raih Apresiasi Wisata Umrah

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:14 WIB

Siapa Beto Goncalves? Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Kini Terdampar di Liga 2 Indonesia

Siapa Beto Goncalves? Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Kini Terdampar di Liga 2 Indonesia

Bola | Selasa, 22 Juli 2025 | 12:14 WIB

Pemain Keturunan Timnas Indonesia Jadi Striker Klub Liga 2 Persela Lamongan

Pemain Keturunan Timnas Indonesia Jadi Striker Klub Liga 2 Persela Lamongan

Bola | Selasa, 22 Juli 2025 | 09:59 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×