Antrean Pelabuhan Ketapang Kian Parah, Pemprov Jatim Minta Aktifkan Pelabuhan Jangkar

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 27 Juli 2025 | 09:00 WIB
Antrean Pelabuhan Ketapang Kian Parah, Pemprov Jatim Minta Aktifkan Pelabuhan Jangkar
Arsip-Sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Bali antre di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (30/3/2025). [ANTARA]

Suara.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah bersurat kepada Kementerian Perhubungan untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Gubernur meminta adanya penambahan armada kapal serta pengaktifan kembali Pelabuhan Jangkar di Situbondo sebagai solusi alternatif untuk mengurai kepadatan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono, mengonfirmasi bahwa surat permohonan tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur pada Sabtu (26/7/2025) malam dan akan segera dikirimkan pada Senin. Namun, ia juga menyatakan bahwa komunikasi awal sudah dilakukan melalui pesan singkat kepada Dirjen Hubungan Laut (Hubla) dan Direktur Transportasi ASDP.

“Surat resminya baru akan kami kirim Senin, tapi kami juga sudah berkirim surat kepada Dirjen Hubla dan Direktur Transportasi ASDP Ditjen Perhubungan Darat melalui WhatsApp," kata Nyono.

Selain meminta penambahan kapal, Gubernur Khofifah juga mengusulkan pengaktifan kembali Pelabuhan Jangkar sebagai alternatif. Menurut Nyono, Pelabuhan Jangkar dapat digunakan untuk memecah kepadatan di Ketapang, khususnya dengan memilah truk bertonase 40 ton ke bawah untuk dilewatkan melalui pelabuhan tersebut. Namun, hal ini memerlukan penambahan kapal feri berkapasitas besar untuk rute Jangkar-Gilimanuk.

Penyebab Antrean dan Solusi yang Ditawarkan Pemprov Jatim

Nyono menjelaskan bahwa antrean panjang di Pelabuhan Ketapang adalah imbas dari penurunan drastis jumlah kapal yang beroperasi. Pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025, dari 15 kapal yang semula aktif di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kini hanya enam kapal yang diizinkan beroperasi. Penurunan armada ini merupakan hasil evaluasi keselamatan ketat dari otoritas pelayaran KSOP Tanjungwangi.

Kondisi diperparah dengan adanya pembatasan kapasitas pada kapal-kapal yang masih beroperasi. Kapal-kapal jenis LCT (Landing Craft Tank) yang sebelumnya mampu mengangkut hingga 20 kendaraan kini hanya diizinkan mengangkut lima unit kendaraan. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian beban dan panjang pintu rampa kapal. Akibatnya, truk-truk bertonase berat harus menunggu lebih lama, menyebabkan antrean mengular hingga puluhan kilometer.

Meski pengelolaan Pelabuhan Ketapang sepenuhnya berada di bawah PT ASDP Indonesia Ferry dan otoritas keselamatan di bawah Syahbandar Tanjungwangi, Pemprov Jatim merasa perlu bertindak karena masalah ini sangat memengaruhi arus logistik dan mobilitas warga Jawa Timur.

"Solusinya adalah butuh tambahan kapal kapasitas besar yang bisa beroperasi di pelabuhan Ketapang sesuai isi Surat Ibu Gubernur kepada Pak Menhub," tegas Nyono, dikutip dari Antara pada Minggu (27/7/2025).

Pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XI Jawa Timur-Bali untuk mendesak percepatan respons atas surat Gubernur.

Dengan langkah ini, diharapkan solusi segera dapat diterapkan untuk memulihkan kelancaran arus penyeberangan dan meminimalkan kerugian ekonomi akibat antrean yang berkepanjangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Pencipta Sound Horeg? Ini Sosok Edi Sound yang Dijuluki Thomas Alva Edisound dari Jawa Timur

Siapa Pencipta Sound Horeg? Ini Sosok Edi Sound yang Dijuluki Thomas Alva Edisound dari Jawa Timur

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:09 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Diskusi Hangat dengan Pemilik Media Lokal dalam Rangkaian JMS 2025

Gubernur Khofifah Gelar Diskusi Hangat dengan Pemilik Media Lokal dalam Rangkaian JMS 2025

Foto | Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:00 WIB

Jatim Media Summit 2025 Digelar, Bahas Tantangan Media Lokal di Tengah Efisiensi Anggaran

Jatim Media Summit 2025 Digelar, Bahas Tantangan Media Lokal di Tengah Efisiensi Anggaran

Foto | Sabtu, 19 Juli 2025 | 07:00 WIB

Resmikan Kantor DPD RI di Surabaya, Sultan B Najamudin: Jadi Rumah Aspirasi Rakyat Daerah

Resmikan Kantor DPD RI di Surabaya, Sultan B Najamudin: Jadi Rumah Aspirasi Rakyat Daerah

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:40 WIB

Bejat! Pendeta di Blitar Cabuli Tiga Anak Pelayan Gereja Selama Dua Tahun

Bejat! Pendeta di Blitar Cabuli Tiga Anak Pelayan Gereja Selama Dua Tahun

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 09:34 WIB

Sedih, Dua Sekolah ini Hanya Dapat 1 Murid di Tahun Ajaran Baru

Sedih, Dua Sekolah ini Hanya Dapat 1 Murid di Tahun Ajaran Baru

Foto | Senin, 14 Juli 2025 | 19:09 WIB

Terkini

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB