Puluhan Guru Sekolah Rakyat di Sulsel Mundur, Ini Alasannya!

Muhammad Yunus

Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:54 WIB
Puluhan Guru Sekolah Rakyat di Sulsel Mundur, Ini Alasannya!
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 25 Kendari, di Sentra Meohai Kendari, Sulawesi Tenggara [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Puluhan guru sekolah rakyat di Sulawesi Selatan mengundurkan diri jadi tenaga pengabdi. Rata-rata penyebabnya karena tidak ingin tinggal jauh dari keluarga.

Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan mencatat ada sekitar 11 guru yang mengundurkan diri. Dua diantaranya di kota Makassar, kabupaten Takalar lima dan Wajo empat orang.

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Malik Faisal mengatakan guru-guru tersebut berdomisili di luar Sulawesi Selatan. Mereka mundur sebelum masa tugas dimulai.

"Ada yang dari Jogja. Tidak ke sini karena sudah berkeluarga dan istrinya ASN. Merasa kejauhan dan memilih mundur," kata Malik, Selasa, 5 Agustus 2025.

Guru-guru yang mengundurkan diri itu diketahui akan mengampu mata pelajaran seperti Bimbingan Konseling (BK) dan Seni Budaya.

Malik menyebut, sebagian besar dari mereka belum sempat bertugas sama sekali di lokasi penempatan.

"Guru BK dan Seni Budaya. Kami belum tahu jelas rinciannya karena mereka belum bertugas," ucapnya.

Dinas Sosial telah melaporkan pengunduran diri tersebut kepada Kementerian Sosial selaku otoritas yang merekrut dan menempatkan guru-guru Sekolah Rakyat.

Penggantian tenaga pengajar saat ini sedang diproses melalui seleksi tahap kedua.

"Kami hanya menunggu. Pada 14 Juli lalu (peluncuran) kami berdayakan yang sudah ada. (Di Makassar) dari total 12 guru yang direncanakan, baru 9 yang aktif. Sisanya masih menunggu pengganti," ujarnya.

baca juga

Selain pengunduran diri, Malik juga mencatat ada empat orang guru di Kabupaten Wajo yang tidak hadir tanpa konfirmasi.

Pihaknya tengah menyiapkan pengganti dan mengajukan daftar nama baru kepada Kementerian Sosial.

"Kami akan lakukan penggantian secepat mungkin. Saat ini dinas sedang melakukan mitigasi dan mengajukan nama-nama baru yang bersedia menggantikan posisi tersebut," tambah Malik.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Wajo, Asri, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya baru akan dimulai secara resmi pada 15 Agustus 2025.

Namun, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung selama dua pekan sebelum pembelajaran efektif dimulai pada September.

Asri mengatakan, total guru yang mengundurkan diri di Wajo berjumlah empat orang. Selain itu, ada satu formasi guru yang memang tidak terisi sejak awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Syarat Bantuan Insentif Guru Non-ASN dan Ketentuan Pencairan via Rekening

Perubahan Syarat Bantuan Insentif Guru Non-ASN dan Ketentuan Pencairan via Rekening

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 10:45 WIB

Beda dari yang Lain! Sekolah Rakyat Ponorogo Punya Peternakan Ayam Free Range dan Kebun Sayur

Beda dari yang Lain! Sekolah Rakyat Ponorogo Punya Peternakan Ayam Free Range dan Kebun Sayur

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 06:16 WIB

Guru Non-ASN PAUD Hingga SMA Dapat Insentif, Bisa Daftar via SIM ANTUN GTK

Guru Non-ASN PAUD Hingga SMA Dapat Insentif, Bisa Daftar via SIM ANTUN GTK

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 13:11 WIB

Terkini

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 13:28 WIB

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:27 WIB

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:26 WIB

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:25 WIB

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:22 WIB

KASUM Sebut Tak Ada Kabar Terbaru dari Komnas HAM soal Kasus Munir sejak 2025

KASUM Sebut Tak Ada Kabar Terbaru dari Komnas HAM soal Kasus Munir sejak 2025

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:19 WIB

×