Wanita Ngaku Gagal Ginjal Gegara Sayur, Ahli Gizi Ini Beri Jawaban Menohok

Yohanes Endra, Ismail

Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:49 WIB
Wanita Ngaku Gagal Ginjal Gegara Sayur, Ahli Gizi Ini Beri Jawaban Menohok
Ilustrasi sayuran hijau (freepik.com/racool_studio)

Suara.com - Sebuah unggahan viral yang mengaitkan konsumsi sayuran hijau dengan penyakit gagal ginjal di usia muda memicu kehebohan di media sosial.

Namun, di tengah kepanikan dan misinformasi yang berpotensi menyebar, seorang ahli gizi muncul di kolom komentar untuk memberikan sanggahan yang cerdas dan elegan, mengubah diskusi menjadi momen edukasi publik yang berharga.

Kisah ini berawal ketika seorang perempuan berusia 20 tahun membagikan pengalamannya yang disebutnya sebagai mimpi buruk.

Ia mengklaim kebiasaannya rajin mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi, justru membuatnya divonis menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah.

Ia menuding kandungan purin yang tinggi pada sayuran-sayuran tersebut sebagai penyebab utama kadar asam uratnya meroket, yang kemudian merusak fungsi ginjalnya.

"Sering makan sayur hijau biar sehat, tapi justru bolak balik rumah sakit di usia muda," tulisnya, seraya menunjukkan foto tangannya yang terpasang infus.

Rajin makan sayur perempuan ini malah kena gagal ginjal
Rajin makan sayur perempuan ini malah kena gagal ginjal

Klaimnya yang dramatis ini sontak membuat banyak warganet khawatir dan mempertanyakan keamanan mengonsumsi sayuran.

Namun, di tengah riuhnya komentar, seorang ahli gizi mengambil langkah proaktif untuk menjernihkan suasana.

Tanpa menyerang atau merendahkan, ia memulai sanggahannya dengan kalimat yang santun.

baca juga

"Halo, aku ahli gizi, izin sedikit meluruskan yaa," tulisnya, langsung menarik perhatian dan menetapkan nada diskusi yang konstruktif.

Dengan tenang, ia membenarkan bahwa sayuran hijau memang mengandung purin, namun ia segera membantah bahwa sayuran adalah sumber tertinggi.

"Kandungan purin tertinggi itu bukan pada sayuran hijau," tegasnya.

Ia kemudian menyajikan fakta yang sering dilupakan banyak orang yang menjadi penyebab utama seseorang menglami purinnya tinggi.

"Makanan tinggi purin justru dari protein hewani seperti jeroan (otak, ati, limpa, paru, usus, babat dll), seafood," jelasnya, memberikan daftar konkret yang mudah dipahami.

Tidak berhenti di situ, sanggahan elegannya berlanjut dengan mengajak si pengunggah dan warganet untuk melihat gambaran yang lebih besar, bukan menyalahkan satu kambing hitam.

"Coba deh jangan nyalahin tok sayurannya. Diinget-inget makan makanan tinggi purin lain nggak? Terus sering jajan UPF (Ultra-Processed Food) nggak? Makan manis dan lain-lain dan jarang olahraga nggak?" tanyanya retoris.

Pertanyaan-pertanyaan ini secara efektif mengalihkan fokus dari ketakutan irasional terhadap sayuran ke pentingnya introspeksi terhadap gaya hidup secara menyeluruh.

Ia menutup penjelasannya dengan menyoroti dampak bahaya dari misinformasi tersebut.

"Nanti misinformasi jadi bikin orang nggak mau makan sayur lagi," pungkasnya, menunjukkan kepeduliannya pada kesehatan masyarakat luas.

Ilustrasi sayuran hijau (freepik.com/racool_studio)
Ilustrasi sayuran hijau (freepik.com/racool_studio)

Cara ahli gizi tersebut memberikan sanggahan dengan data, tanpa drama, dan penuh empati menuai banyak pujian dari warganet.

Banyak yang setuju bahwa menyalahkan satu jenis makanan adalah penyederhanaan yang berbahaya. Komentar seperti,

"Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik," dan "Pentingnya gizi seimbang," akhirnya lebih mendominasi kolom komentar.

Intervensi elegan ini berhasil mengubah narasi dari kepanikan menjadi pembelajaran, mengingatkan semua orang bahwa kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan bergantung pada pola hidup yang seimbang, bukan sekadar menghindari sayuran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi Surat Pilu Pemuda Gagal Ginjal: Maaf Jadi Beban, Pilih Pergi usai Ditinggal Pacar

Isi Surat Pilu Pemuda Gagal Ginjal: Maaf Jadi Beban, Pilih Pergi usai Ditinggal Pacar

Entertainment | Kamis, 31 Juli 2025 | 06:00 WIB

Di Balik Naiknya Kasus Gagal Ginjal, BPJS Kesehatan Jadi Penyelamat Jutaan Jiwa Termasuk Disabilitas

Di Balik Naiknya Kasus Gagal Ginjal, BPJS Kesehatan Jadi Penyelamat Jutaan Jiwa Termasuk Disabilitas

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 20:40 WIB

3 Fakta Emak-emak Pedagang Sayur Bentrok di Gowa, 2 Wanita Luka-luka!

3 Fakta Emak-emak Pedagang Sayur Bentrok di Gowa, 2 Wanita Luka-luka!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:09 WIB

Benarkah Transplantasi Ginjal Bisa Dilakukan Tanpa Harus Cuci Darah?

Benarkah Transplantasi Ginjal Bisa Dilakukan Tanpa Harus Cuci Darah?

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 15:36 WIB

Transplantasi Ginjal, Harapan Baru Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

Transplantasi Ginjal, Harapan Baru Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health | Senin, 23 Juni 2025 | 13:22 WIB

Tak Sekadar Banyak, Ini Pentingnya Pilih Air Minum yang Dimurnikan Untuk Kesehatan

Tak Sekadar Banyak, Ini Pentingnya Pilih Air Minum yang Dimurnikan Untuk Kesehatan

Health | Kamis, 19 Juni 2025 | 13:52 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×