Indonesia-Malaysia Sepakat Bangun Sekolah Alternatif bagi Anak Pekerja Migran, Lokataru Ungkap Ini

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08:22 WIB
Indonesia-Malaysia Sepakat Bangun Sekolah Alternatif bagi Anak Pekerja Migran, Lokataru Ungkap Ini
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato' Seri Anwar Ibrahim [YouTube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Lokataru Foundation memberikan catatan soal kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang akan membangun Community Learning Center (CLC) bagi anak-anak di Semenanjung Malaya, Sabah, dan Serawak, Malaysia. CLC akan menjadi sekolah alternatif bagi anak-anak dari pekerja migran Indonesia.

Kesepakatan itu sebelumnya tercipta saat Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia pada 29 Juli lalu.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen menyebut bahwa sekolah alternatif bukan hal yang baru di Malaysia.

Sekolah alternatif umumnya, diperuntukkan bagi anak-anak tanpa dokumen atau kewarganegaraan (stateless).

"Ribuan anak keturunan Indonesia, terutama anak pekerja migran, tidak dapat mengakses pendidikan formal maupun perlindungan negara, dan kerap menghadapi diskriminasi," kata Pedro sapaan akrab Delpedro lewat keterangannya kepada Suara.com, Jumat (15/8/2025).

"Berdasarkan estimasi Departemen Statistik Malaysia, pada 2024 terdapat sekitar 371.100 anak tanpa kewarganegaraan di Sabah," tambah dia.

Delpedro Marhaen Rismansah dari Blok Politik Pelajar (Suara.com/Yaumal)
Delpedro Marhaen Rismansah. (Suara.com/Yaumal)

Lokataru berpandangan ketiadaan akses pendidikan formal mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak.

Kondisi ini pula yang akhirnya melahirkan sekolah-sekolah alternatif yang digagas oleh aktivis dan mahasiswa sebagai upaya kolektif menyediakan ruang aman untuk memperoleh hak pendidikan yang mendasar.

Lokataru mengunjungi salah satu alternatif di Kampung Teluk Layang, Kota Kinabalu, Sabah. Lembaga pendidikan itu didirikan oleh Borneo Komrad, sebuah gerakan anak muda yang berfokus pada advokasi sosial.

Dalam kunjungan itu Lokataru menemukan sejumlah persoalan yang serius.

"Antara lain adanya intimidasi, penangkapan aktivis dan anak-anak tanpa kewarganegaraan, upaya perobohan sekolah alternatif, serta pelarangan organisasi Borneo Komrad meskipun telah terdaftar secara sah," kata Pedro.

"Hingga kini, anak-anak tanpa kewarganegaraan di Malaysia hidup dalam ketidakpastian, tanpa komitmen yang memadai dari pemerintah Malaysia–Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini," sambungnya.

Untuk itu, Lokataru memberikan enam rekomendasinya agar kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia dalam menangani persoalan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran benar-benar memberi manfaat:

  1. Perlindungan bagi pejuang hak anak dan komunitas rentan. Pemerintah Indonesia perlu mendorong Pemerintah Malaysia memberikan perlindungan hukum penuh bagi aktivis dan komunitas anak stateless agar bebas dari diskriminasi, intimidasi, dan kriminalisasi.
  2. Pengakuan terhadap sekolah alternatif yang ada. Pemerintah Indonesia perlu mendorong Pemerintah Malaysia untuk mengakui dan mendukung sekolah-sekolah alternatif yang telah berdiri.
  3. Pemenuhan hak di luar sektor pendidikan. Pemerintah Indonesia perlu mendesak Pemerintah Malaysia mengatasi hambatan akses layanan kesehatan, mobilitas, pekerjaan layak, serta kerentanan terhadap eksploitasi yang dialami anak-anak stateless.
  4. Penyediaan ruang aman dan inklusif. Pemerintah Indonesia–Malaysia harus menjamin anak-anak stateless dapat hidup tanpa stigma, pengucilan, atau perlakuan diskriminatif.
  5. Jaminan keamanan CLC yang baru. Memastikan CLC yang dibangun melalui kerja sama bilateral bebas dari penghalangan dan menjadi ruang belajar yang aman.
  6. Penyelesaian masalah kewarganegaraan. Mendesak Pemerintahan Indonesia–Malaysia menyelesaikan masalah statelessness yang sudah berlangsung lama agar anak-anak dapat mengakses haknya secara penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Kenegaraan 15 Agustus: Gaji Naik 280 Persen, Ini Tantangan Berat Hakim dari Prabowo!

Pidato Kenegaraan 15 Agustus: Gaji Naik 280 Persen, Ini Tantangan Berat Hakim dari Prabowo!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 16:30 WIB

Prabowo Langgar Aturan karena Tak Tiru Jokowi Pakai Baju Adat di Sidang Tahunan? Puan Bilang Begini

Prabowo Langgar Aturan karena Tak Tiru Jokowi Pakai Baju Adat di Sidang Tahunan? Puan Bilang Begini

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:53 WIB

Presiden Prabowo: 20 Juta Orang Sudah Terima Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo: 20 Juta Orang Sudah Terima Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:49 WIB

Di Balik Angka Pertumbuhan 5 Persen: Prabowo Ungkap Realitas Pahit Petani, Nelayan, dan Guru

Di Balik Angka Pertumbuhan 5 Persen: Prabowo Ungkap Realitas Pahit Petani, Nelayan, dan Guru

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:43 WIB

Tinggalkan Gaya Jokowi, Prabowo Pilih Pakai Jas di Sidang MPR, Mensesneg: Baju Adat Nanti

Tinggalkan Gaya Jokowi, Prabowo Pilih Pakai Jas di Sidang MPR, Mensesneg: Baju Adat Nanti

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:16 WIB

Blak-blakan di Sidang MPR, Prabowo: Saya Bukti Demokrasi Berjalan, 5 Kali Ikut Pemilu, 4 Kali Kalah!

Blak-blakan di Sidang MPR, Prabowo: Saya Bukti Demokrasi Berjalan, 5 Kali Ikut Pemilu, 4 Kali Kalah!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 14:49 WIB

Terkini

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:29 WIB

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:24 WIB

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:52 WIB

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB