Wamensos Agus Jabo Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat : Kalau Orang Tuanya Miskin, Anaknya Jangan Ikutan

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 08:53 WIB
Wamensos Agus Jabo Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat : Kalau Orang Tuanya Miskin, Anaknya Jangan Ikutan
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono. [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]

Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menggarisbawahi pentingnya membangun sistem pendidikan yang kuat di Sekolah Rakyat

Pesan itu dia sampaikan langsung kepada para kepala sekolah dan guru, agar anak-anak dari keluarga miskin bisa beradaptasi dengan pola pendidikan berasrama.

Agus Jabo menekankan, misi Sekolah Rakyat tidak bisa berhenti di ruang kelas. 

Anak-anak harus menjadi jembatan harapan.

“Pertama adalah membangun sistem, dan yang kedua memberikan pendidikan berkualitas. Anak-anak yang lulus harus punya ilmu, karakter, sekaligus keterampilan,” kata Agus saat menutup retret Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat tahap IC di Margaguna, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Selain membangun sistem dan lingkungan pendidikan yang baik, Agus berpesan kepada para kepala sekolah, untuk menjadikan Sekolah Rakyat sebagai sarana memutus transmisi kemiskinan sekaligus jembatan harapan bagi anak-anak yang pernah kehilangannya. 

Ilustrasi sekolah rakyat. [Ist]
Ilustrasi sekolah rakyat. [Ist]

“Kalau orang tuanya miskin, anaknya tidak boleh miskin. Mari jadikan Sekolah Rakyat sebagai jembatan bagi anak-anak miskin menggapai cita-cita, dan sebagai jalan bagi orang tua untuk kembali punya harapan," ucapnya.

Dia menegaskan kalau menjadi kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah untuk memimpin perubahan perilaku, membangun karakter, dan menanamkan kedisiplinan.

“Semua itu harus berjalan dalam sebuah sistem yang baik. Sekolah Rakyat harus benar-benar menjadi pelopor pemutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Imbas Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacing, Pemda Diminta Lebih Aktif Urus Warga Miskin

Ia juga mengungkap arah baru pendidikan Indonesia yang ke depan akan ada tiga bentuk sekolah, yakni sekolah formal dari SD hingga SMA, sekolah unggulan Garuda, serta Sekolah Rakyat yang diprioritaskan untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Karena itu, guru dan kepala sekolah yang terbiasa dengan pola pendidikan formal ditantang mengubah cara pandang mereka. 

“Di Sekolah Rakyat, tidak cukup hanya pendekatan kolektif. Harus juga ada pendekatan individual sesuai latar belakang setiap anak,” ujarnya.

Retret pembekalan ini digelar selama 18–21 Agustus 2025 di Pusdiklatbangprof, Jakarta. 

Sebanyak 55 kepala sekolah hadir langsung, sementara 970 guru mengikuti lewat Zoom.

Selama empat hari, mereka dibekali materi seputar Sekolah Rakyat, kedisiplinan, dan pendidikan karakter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI