6 Fakta Miris Kematian Bayi Alesha Usai Operasi di RSUDAM: Terungkap Dugaan Pungli Dokter Rp8 Juta

Wakos Reza Gautama

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 10:19 WIB
6 Fakta Miris Kematian Bayi Alesha Usai Operasi di RSUDAM: Terungkap Dugaan Pungli Dokter Rp8 Juta
Ilustrasi RSUDAM Lampung. Fakta miris bayi Alesha yang meninggal setelah operasi di RSUDAM Lampung. [rsudam.lampungprov.go.id]

Suara.com - Kabar duka menyelimuti keluarga Sandi Saputra (27) dan Nida Usofie (23) di Kalianda, Lampung Selatan. Putri pertama mereka, Alesha Erina Putri, bayi berusia dua bulan, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Di balik kepergiannya, terungkap serangkaian kisah pilu yang menyoroti dugaan kelalaian, pelayanan yang buruk, hingga praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum tenaga medis.

Kematian bayi Alesha bukan sekadar catatan medis, melainkan cerminan duka mendalam dan kekecewaan keluarga terhadap sistem yang seharusnya menyelamatkan nyawa. Berikut adalah lima fakta miris yang terungkap dari perjuangan singkat Alesha dan keluarganya mencari keadilan.

1. Dugaan Pungli Rp8 Juta ke Rekening Pribadi Dokter

Perjalanan medis Alesha yang didiagnosis menderita penyakit Hirschsprung mencapai titik krusial saat dokter berinisial BR menawarkan dua opsi operasi. Opsi pertama ditanggung BPJS, sedangkan opsi kedua adalah operasi sekali tindakan menggunakan alat medis khusus yang tidak ditanggung BPJS.

Untuk opsi kedua, keluarga diminta membayar Rp8 juta. Anehnya, pembayaran tidak dilakukan melalui kasir atau apotek resmi rumah sakit, melainkan ditransfer langsung ke rekening pribadi dokter BR di Bank Lampung.

Keluarga mengaku dokter awalnya enggan menjelaskan detail alat yang harus dibeli. Namun dokter tersebut baru menunjukkan gambar alat setelah ditransfer uang Rp8 juta.

2. Kondisi Alat Medis yang Dibeli Sangat Meragukan

Kejanggalan tidak berhenti pada proses pembayaran. Dokter BR awalnya menyebut pemesanan alat butuh waktu 10 hari, namun secara mengejutkan, alat tersebut sudah tersedia keesokan harinya setelah uang ditransfer. Keraguan keluarga semakin memuncak saat melihat kondisi alat tersebut.

baca juga

Alih-alih tampak baru dan steril, kemasan alat medis itu terlihat penyok dan terkesan sudah lama tersimpan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di benak keluarga: apakah alat seharga Rp8 juta itu benar-benar baru, sesuai standar, dan benar-benar digunakan selama operasi yang berlangsung pada 19 Agustus 2025?

3. Pelayanan Lamban dan Minim Tenaga Medis

Setelah operasi, kondisi Alesha justru memburuk. Di sinilah kekecewaan keluarga terhadap pelayanan RSUDAM mencapai puncaknya.

Penanganan di ruang perawatan sangat lambat. Bayangkan, hanya ada dua orang perawat yang harus menangani 32 pasien.

4. Dokter Sulit Dihubungi Saat Kondisi Pasien Kritis

Ironisnya, dokter BR yang tadinya sangat aktif berkomunikasi melalui WhatsApp saat membahas pembelian alat, mendadak sulit dihubungi ketika kondisi bayi Alesha kritis.

Keluarga yang panik mencoba menghubunginya berkali-kali, namun respons yang diterima sangat lambat dan seolah tak peduli.

5. Fasilitas Kritis Penuh, Nyawa Tak Tertolong di Detik Terakhir

Pada puncak kondisi kritisnya, Alesha disarankan untuk segera masuk ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun, nasib berkata lain. Ruang PICU di RSUDAM dilaporkan penuh. Pihak RSUDAM meminta keluarga mencari sendiri ruang PICU di rumah sakit lain.

Keluarga dengan panik mencari alternatif dan akhirnya mendapatkan ruang PICU di Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Sayangnya, semua sudah terlambat. Nyawa bayi Alesha tak tertolong sebelum sempat mendapatkan penanganan intensif yang dibutuhkannya.

6. Tanggapan RSUDAM

Menanggapi kasus ini, Direktur RSUDAM Lampung, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes, menyampaikan duka cita dan menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah ulah oknum.

"Jika ada praktik di luar ketentuan resmi, itu murni ulah oknum, bukan kebijakan RSUDAM," katanya.

Ia juga menegaskan tidak akan menoleransi praktik pungli dan jual beli alat kesehatan.

"Permasalahan bukan pada kondisi medis, tetapi pada oknum yang meminta uang dengan alasan membeli alat. Itu tidak dibenarkan," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Tifa Sentil Prabowo Soal Ijazah Jokowi: Jangan Sampai Ada Kekacauan

Dokter Tifa Sentil Prabowo Soal Ijazah Jokowi: Jangan Sampai Ada Kekacauan

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 07:08 WIB

Polri Tangkap 5 Anak Buah Aibon Kogoya Pimpinan OPM Penembak Mati 2 Brimob di Nabire

Polri Tangkap 5 Anak Buah Aibon Kogoya Pimpinan OPM Penembak Mati 2 Brimob di Nabire

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:05 WIB

Nikita Mirzani Ngeles soal Chat 'Aku Kan Mau Duitnya Aja' Jelang Bertemu Reza Gladys

Nikita Mirzani Ngeles soal Chat 'Aku Kan Mau Duitnya Aja' Jelang Bertemu Reza Gladys

Entertainment | Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:25 WIB

Nissan GT-R Biru Jadi Bukti Baru Kasus Wamenaker, KPK Sita 15 Mobil dan 7 Motor

Nissan GT-R Biru Jadi Bukti Baru Kasus Wamenaker, KPK Sita 15 Mobil dan 7 Motor

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:00 WIB

'Ini Ganjil Sekali!', Dokter Tifa Bongkar Keanehan di Balik Pemeriksaan Kasus Ijazah Jokowi

'Ini Ganjil Sekali!', Dokter Tifa Bongkar Keanehan di Balik Pemeriksaan Kasus Ijazah Jokowi

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Terkini

Jakarta Barat hingga Jakarta Timur Diprakirakan Turun Hujan Sore Ini

Jakarta Barat hingga Jakarta Timur Diprakirakan Turun Hujan Sore Ini

News | Senin, 02 November 2026 | 06:48 WIB

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:37 WIB

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:29 WIB

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:16 WIB

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

×