17+8 Tuntutan, Minus Bumi: Pakar Ungkap Agenda Ekologi yang Terlupakan!

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 September 2025 | 08:38 WIB
17+8 Tuntutan, Minus Bumi: Pakar Ungkap Agenda Ekologi yang Terlupakan!
Eko Cahyono dari Sajogyo Institute dalam forum diskusi bertajuk "Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat: Makna Politik dan Dampak Sosial", digelar Ikatan Sosiolog Indonesia (ISI) secara online, Rabu (10/9/2025). [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Eko soroti tuntutan 17+8 minim isu keadilan ekologi dan agraria
  • Pembangunan berbasis PDB dinilai sebabkan eksploitasi alam berlebihan
  • Perlu oposisi kritis dan pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan

Suara.com - Eko Cahyono dari Sajogyo Institute, menyoroti minimnya perhatian terhadap isu keadilan ekologi dan agraria dalam tuntutan 17+8.

Menurut Eko, meskipun tuntutan tersebut banyak didominasi isu ketidakadilan sosial, ekonomi, politik, dan militer, namun masih sedikit yang memasukkan agenda tentang keselamatan layanan alam, krisis agraria, dan krisis ekosistem.

Padahal, isu-isu ini tak kalah penting dan berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

"Bencana ekosistem itu dirasakan rakyat berlapis," ujar Eko dalam forum diskusi bertajuk "Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat: Makna Politik dan Dampak Sosial", digelar Ikatan Sosiolog Indonesia (ISI) secara online, Rabu (10/9/2025).

Ia mencontohkan dampak dari pertambangan, perkebunan sawit, pertanaman industri, konservasi, hingga program strategis nasional seperti food estate dan kawasan strategis pariwisata nasional.

Semua ini, kata Eko, berkontribusi pada krisis ekologi yang seharusnya menjadi bagian integral dari tuntutan rakyat.

Warna pink #f784c5 dan hijau #1b602f dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat (x.com)
Warna pink #f784c5 dan hijau #1b602f dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat (x.com)

Eko Cahyono menegaskan, seharusnya tuntutan 17+8 ditambah dengan isu keadilan ekologi dan agraria. Ia menyayangkan bahwa isu-isu krusial ini belum terakomodasi.

Dia juga menyoroti karakter partai politik saat ini yang cenderung seragam.

"Kalau partai politik disetirkan semuanya, gak ada bedanya kok, satu dengan yang lain. Gak ada yang sungguh-sungguh berbeda," katanya.

baca juga

Kondisi ini, menurut Eko, menyebabkan kesewenang-wenangan dan kekuasaan bisa berlaku tanpa kontrol.

Ia menekankan pentingnya membangun kekuatan oposisi kritis di luar negara untuk menyadarkan dan mengimbangi kekuatan yang ada.

Terakhir, Eko Cahyono mengajak untuk merefleksikan kembali ukuran target pembangunan yang selama ini hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, menggunakan PDB dan indeks rasio.

"Itu menurut saya, akar dari kebolehan eksplorasi, eksplorasi dan eksploitasi di alam habis-habisan," tegas Eko.

Ia menjelaskan bahwa pengejaran pertumbuhan semata telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif.

Eko menambahkan, di banyak negara, studi tentang pembangunan telah menunjukkan bahwa pendekatan yang hanya mengandalkan pertumbuhan dan ukuran PDB sudah usang dan gagal.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang juga mempertimbangkan keadilan ekologi dan agraria.

Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Prabowo soal Tuntutan 17+8 : Tim Investigasi Independen OK, tapi Penarikan TNI...?

Respons Prabowo soal Tuntutan 17+8 : Tim Investigasi Independen OK, tapi Penarikan TNI...?

News | Selasa, 09 September 2025 | 10:28 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Tuntutan 17+8 Berasal dari Rakyat yang Hidupnya Kekurangan

Menkeu Purbaya Sebut Tuntutan 17+8 Berasal dari Rakyat yang Hidupnya Kekurangan

News | Selasa, 09 September 2025 | 10:21 WIB

Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Menkeu: Itu Suara Sebagian Kecil Rakyat

Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Menkeu: Itu Suara Sebagian Kecil Rakyat

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 21:20 WIB

Fakta 60 Keluarga Kuasai Separuh Lahan RI, Anggota DPR Desak Pemerintah Naikkan Pajak Konglomerat

Fakta 60 Keluarga Kuasai Separuh Lahan RI, Anggota DPR Desak Pemerintah Naikkan Pajak Konglomerat

News | Senin, 08 September 2025 | 16:28 WIB

Gerakan 17+8 di Ujung Deadline, Fathian: Provokator Main Halus

Gerakan 17+8 di Ujung Deadline, Fathian: Provokator Main Halus

News | Minggu, 07 September 2025 | 17:28 WIB

Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Fathian: Lawan Monster Ungu Hanya Bisa dengan Bersatu

Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Fathian: Lawan Monster Ungu Hanya Bisa dengan Bersatu

News | Minggu, 07 September 2025 | 16:00 WIB

Terkini

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

×