Syaifullah Tamliha Ungkap Dua Kelemahan PPP: Tak Punya Figur Berduit dan Alergi Outsider

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 17 September 2025 | 08:35 WIB
Syaifullah Tamliha Ungkap Dua Kelemahan PPP: Tak Punya Figur Berduit dan Alergi Outsider
Politisi senior PPP, Syaifullah Tamliha dalam podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, belum lama ini. [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • PPP gagal lolos ke parlemen untuk pertama kalinya pada Pemilu 2024
  • Sikap tertutup dan minimnya figur berduit dinilai jadi penyebab utama kemunduran partai
  • Desakan reformasi total dan pemilihan ketum baru mulai menguat di internal PPP

Suara.com - Pertama kalinya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen pada Pemilu 2024.

Politisi senior PPP, Syaifullah Tamliha, mengungkapkan penyakit kronis partainya dan desakan untuk adanya reformasi di tubuh partai, termasuk pemilihan ketua umum baru yang dianggap mampu menjadi penyelamat.

Melalui podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Tamliha menyoroti dua masalah fundamental yang menjadi sebab utama kemunduran PPP, yaitu sikap internal yang tertutup dan ketiadaan figur dengan kekuatan finansial yang memadai.

Tamliha menuding pimpinan PPP saat ini, yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum Mardiono, memiliki sikap "alergi" terhadap masuknya tokoh-tokoh dari luar atau yang ia sebut sebagai “outsider”.

"Ya, pimpinan PPP sekarang lah (yang alergi menerima orang luar), Mardiono," tegas Tamliha saat ditanya siapa yang enggan menerima figur eksternal.

Ia menilai sikap tersebut menghambat potensi partai untuk berkembang dan merangkul kekuatan baru.

Selanjutnya, masalah kedua yang bagi Tamliha juga krusial adalah kelemahan finansial.

Ia dengan jujur mengakui bahwa partainya tidak memiliki tokoh yang kuat secara finansial.

“Salah satu kelemahan PPP, saya bilang apa adanya saja, tidak punya figur yang berduit,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Menurut Tamliha, ketiadaan figur dengan sumber daya finansial yang mumpuni ini, dinilai mempersulit PPP untuk bersaing secara optimal, mulai dari tingkat Musyawarah Wilayah (Muswil), Musyawarah Cabang (Muscab), hingga memenangkan pemilu itu sendiri yang membutuhkan dana besar.

Kemudian, kegagalan yang terjadi pada PPP memicu desakan kuat dari Tamliha, untuk reformasi total di tubuh partai.

Sejumlah nama besar dari kalangan internal dan eksternal pun mulai mencuat sebagai kandidat potensial untuk memimpin PPP sebagai ketua umum, antara lain Sandiaga Uno, Suharso Monoarfa, Mardiono, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dua kelemahan tersebut menjadi saling berkaitan, sikap yang kurang terbuka terhadap tokoh eksternal membuat PPP kehilangan kesempatan untuk menarik figur yang tidak hanya berpotensi untuk mengembangkan partai, tetapi juga memiliki kapasitas finansial untuk menopang perjuangan partai.


Reporter : Nur Saylil Inayah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPP Memanas, Dorongan Kandidat Eksternal Pimpin Partai Ditolak Sejumlah Kader

PPP Memanas, Dorongan Kandidat Eksternal Pimpin Partai Ditolak Sejumlah Kader

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 10:22 WIB

Merapat ke PSI atau PPP? Menakar Keuntungan jika Jokowi jadi Ketum Parpol

Merapat ke PSI atau PPP? Menakar Keuntungan jika Jokowi jadi Ketum Parpol

News | Senin, 02 Juni 2025 | 19:46 WIB

Memanas Dicap 'Jual' Partai, Rommy Kena Sentil Lagi Imbas Sibuk Cari Figur Eksternal Caketum PPP

Memanas Dicap 'Jual' Partai, Rommy Kena Sentil Lagi Imbas Sibuk Cari Figur Eksternal Caketum PPP

News | Senin, 02 Juni 2025 | 19:17 WIB

Ketimbang Sibuk 'Jualan', PPP Ditantang Bentuk Koalisi Bareng Parpol Islam Senasib Tak Lolos Senayan

Ketimbang Sibuk 'Jualan', PPP Ditantang Bentuk Koalisi Bareng Parpol Islam Senasib Tak Lolos Senayan

News | Senin, 02 Juni 2025 | 15:20 WIB

Ini Peluang dan Tantangan Jokowi jika Jadi Ketum PSI Atau PPP, Bakal Untung Atau Buntung?

Ini Peluang dan Tantangan Jokowi jika Jadi Ketum PSI Atau PPP, Bakal Untung Atau Buntung?

News | Senin, 02 Juni 2025 | 12:49 WIB

Ramai Dorongan Eksternal Seperti Jokowi Jadi Ketum PPP, GPK Beberkan Celahnya

Ramai Dorongan Eksternal Seperti Jokowi Jadi Ketum PPP, GPK Beberkan Celahnya

News | Minggu, 01 Juni 2025 | 11:03 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB