BNPB Ungkap Kendala Evakuasi Santri Al Khoziny: Satu Beton 'Jebakan' Ancam Runtuhkan Sisa Gedung

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 05 Oktober 2025 | 18:57 WIB
BNPB Ungkap Kendala Evakuasi Santri Al Khoziny: Satu Beton 'Jebakan' Ancam Runtuhkan Sisa Gedung
Foto udara bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz]
  • Kendala utama evakuasi adalah satu lempengan beton besar yang labil dan berisiko meruntuhkan sisa bangunan
  • Data korban terkini mencapai 39 orang tewas, dengan 27 orang lainnya masih dalam pencarian
  • Memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan mulai mengalami kelelahan fisik dan mental

Suara.com - Proses evakuasi korban tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menghadapi tantangan kritis yang mengancam nyawa tim penyelamat dan harapan bagi 27 korban yang masih terjebak. Satu lempengan beton besar yang menempel secara labil menjadi penghalang utama, memaksa tim SAR gabungan untuk menghentikan sementara pembongkaran puing secara masif.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengungkapkan bahwa posisi beton tersebut sangat berbahaya.

Salah langkah dalam pemotongan atau pemindahan dapat memicu keruntuhan susulan pada struktur bangunan yang tersisa, membahayakan semua orang di lokasi. Untuk mengatasi masalah teknis yang rumit ini, tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya didatangkan.

"Cuma ada satu kendala, beton ada yang menempel di sebelah kiri, Pak Muji dari ITS akan datang sehingga pemotongan beton tak menyebabkan gedung itu akan rusak atau runtuh," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (5/10/2025).

Hingga hari ketujuh pasca-tragedi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, dan relawan terus berpacu dengan waktu. Mayoritas korban yang telah ditemukan meninggal dunia berada di lantai dasar bangunan, yang diduga menjadi titik pusat keruntuhan.

"Setahu saya ternyata itu kebanyakan korban ditemukan di lantai satu," kata Budi Irawan.

Di tengah situasi genting tersebut, Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan pihaknya tengah menyusun strategi alternatif.

Tim berupaya membuka jalur evakuasi baru dari sisi kanan bangunan untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh beton 'jebakan' di sisi kiri.

"Kita maksimalkan seperti tadi malam berlanjut. Kami mohon doa restunya," ujar Yudhi, mengisyaratkan operasi penyelamatan yang tak kenal lelah meski penuh risiko.

Kelelahan Tim dan Angka Korban yang Terus Bertambah

Memasuki hari ketujuh pencarian, kondisi fisik dan mental para petugas di lapangan mulai menunjukkan penurunan. Kelelahan menjadi musuh tak terlihat yang harus dihadapi di tengah upaya penyelamatan yang heroik. Mayjen TNI Budi Irawan menyoroti pentingnya menjaga kesehatan para personel agar operasi tetap bisa berjalan optimal.

"Di hari ketujuh ini saya lihat kondisi dari anggota sudah mulai menurun. Kami berharap tiap-tiap bagian dari Basarnas, BPBD, maupun dari Kodim dan relawan agar bisa menjaga kesehatan," terangnya.

Hingga Minggu sore, data resmi mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 39 orang, sementara proses evakuasi baru berjalan sekitar 60 persen.

Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat 27 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga kuat tertimbun di bawah reruntuhan bangunan ponpes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Tragedi Ponpes Al Khoziny: 23 Jasad Ditemukan dalam 24 Jam, Total Korban Tewas Jadi 39 Orang

Update Tragedi Ponpes Al Khoziny: 23 Jasad Ditemukan dalam 24 Jam, Total Korban Tewas Jadi 39 Orang

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 17:51 WIB

Bangunan Ponpes Al Khoziny Ambruk, Prabowo Minta Cek Semua Infrastruktur Pesantren!

Bangunan Ponpes Al Khoziny Ambruk, Prabowo Minta Cek Semua Infrastruktur Pesantren!

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Dari Salat di Reruntuhan hingga Amputasi: Cerita Mengharukan Korban Selamat Ponpes Al Khoziny

Dari Salat di Reruntuhan hingga Amputasi: Cerita Mengharukan Korban Selamat Ponpes Al Khoziny

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 16:43 WIB

Penampakan Mobil Pengasuh Ponpes Al Khoziny usai Tertimpa Musala Roboh, Harganya Rp1 M?

Penampakan Mobil Pengasuh Ponpes Al Khoziny usai Tertimpa Musala Roboh, Harganya Rp1 M?

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 15:11 WIB

DNA Dikirim ke Jakarta, Tim DVI Kerja Maraton Identifikasi 6 Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny

DNA Dikirim ke Jakarta, Tim DVI Kerja Maraton Identifikasi 6 Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 15:07 WIB

Siapa Pengasuh Ponpes Al Khoziny? Publik Ramai-Ramai Tuntut Tanggung Jawab

Siapa Pengasuh Ponpes Al Khoziny? Publik Ramai-Ramai Tuntut Tanggung Jawab

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 14:50 WIB

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Prabowo Perintahkan Audit Total Bangunan Pesantren Se-Indonesia

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Prabowo Perintahkan Audit Total Bangunan Pesantren Se-Indonesia

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 14:50 WIB

Terkini

Serahkan Rp11,4 Triliun, Prabowo Sentil Oknum Birokrasi Nakal

Serahkan Rp11,4 Triliun, Prabowo Sentil Oknum Birokrasi Nakal

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:53 WIB

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:44 WIB

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:38 WIB

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:37 WIB

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:33 WIB

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:23 WIB

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:18 WIB

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:16 WIB

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:15 WIB