Putus Rantai Cacingan, Kemenkes Ajak Orang Tua Rutin Beri Obat Cacing dan Jaga Kebersihan Anak

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:43 WIB
Putus Rantai Cacingan, Kemenkes Ajak Orang Tua Rutin Beri Obat Cacing dan Jaga Kebersihan Anak
Ilustrasi--Pelayanan posyandu menyediakan obat cacing untuk anak-anak usia 1-2 tahun. (dok.Istimewa)
  • Kemenkes mengingatkan kembali pentingnya pemberian obat cacing secara rutin dua kali setahun untuk memutus rantai penularan infeksi cacingan pada anak. 
  • Infeksi cacingan masih banyak ditemukan di masyarakat karena rendahnya tingkat kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.
  • Pemerintah telah menyediakan obat cacing gratis bagi anak usia 1–12 tahun.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan kembali pentingnya pemberian obat cacing secara rutin dua kali setahun untuk memutus rantai penularan infeksi cacingan pada anak. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat menurunkan status gizi.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, mengatakan bahwa infeksi cacingan masih banyak ditemukan di masyarakat karena rendahnya tingkat kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.

"Siklus penularan cacingan ini sebenarnya sangat mudah diputus. Kuncinya ada pada kebersihan diri dan lingkungan," kata Daisy dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Ia mengimbau agar anak-anak dibiasakan untuk:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Menjaga kebersihan kuku.
  • Menggunakan alas kaki saat bermain.
  • Mengonsumsi makanan yang terjamin kebersihannya.

Obat Cacing Gratis di Posyandu

Daisy menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan obat cacing gratis bagi anak usia 1–12 tahun. Obat ini diberikan bersamaan dengan vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus di Posyandu di seluruh Indonesia.

Daisy menegaskan bahwa pemenuhan hak anak untuk hidup sehat sangatlah krusial. Infeksi cacingan dapat mengganggu hak tersebut karena berdampak buruk pada status gizi.

"Anak yang kekurangan gizi lebih mudah sakit, sementara anak yang sering sakit akan semakin kekurangan gizi," jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun cacingan tidak secara langsung menyebabkan kematian, kondisinya bisa memperparah penyakit infeksi lain.

"Ada penyakit infeksi lain yang diperburuk dengan adanya kondisi cacingan karena status gizinya buruk, kemudian penyakitnya menjadi semakin berat dan dapat berakibat pada kematian," pungkas Daisy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Kasus Cacingan, KemenPPPA Ingatkan Sistem Perlindungan Anak Tanggung Jawab Seluruh Kementerian

Viral Kasus Cacingan, KemenPPPA Ingatkan Sistem Perlindungan Anak Tanggung Jawab Seluruh Kementerian

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 12:22 WIB

Menkes Dengar Kabar Prabowo Tambah Kursi Wamenkes, Siapa yang Dipilih?

Menkes Dengar Kabar Prabowo Tambah Kursi Wamenkes, Siapa yang Dipilih?

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:34 WIB

Kemenkes Percepat Sertifikat Higiene untuk SPPG, Cegah Risiko Keracunan MBG

Kemenkes Percepat Sertifikat Higiene untuk SPPG, Cegah Risiko Keracunan MBG

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Terkini

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB