Apa Itu Two State Solution? Seruan Prabowo untuk Palestina yang Dikritik Pandji Pragiwaksono

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 20 Oktober 2025 | 19:34 WIB
Apa Itu Two State Solution? Seruan Prabowo untuk Palestina yang Dikritik Pandji Pragiwaksono
Ilustrasi bendera Palestina (Shutterstock).

Suara.com - Komika sekaligus aktivis sosial Pandji Pragiwaksono kembali jadi sorotan setelah menyinggung seruan Presiden Prabowo Subianto terkait two-state solution untuk menyikapi konflik Palestina dan Israel.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika pada 23 September lalu. 

Dalam tayangan YouTube Taulany TV bersama Andre Taulany dan Sule, Pandji menyampaikan pandangannya secara blak-blakan mengenai sikap pemerintah Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Timur Tengah.

Pandji mengaku tidak sepakat dengan pandangan Prabowo yang mendukung konsep two-state solution atau solusi dua negara sebagai jalan damai bagi konflik Palestina-Israel. "Gue tuh nggak setuju sama maunya Pak Prabowo yang bilang two-state solution," ujar Pandji dengan nada tegas.

Menurutnya, istilah itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan karena Palestina bukan sedang berkonflik dengan Israel secara setara, melainkan mengalami penjajahan.

""Palestina itu dijajah, kalau menurut gue,” lanjut Pandji. Ia menilai, menyebut kondisi itu sebagai 'konflik dua negara' sama saja menyamarkan fakta bahwa ada pihak yang tertindas dan pihak yang menindas.

Pandji pun meminta agar publik tidak melihat perang tersebut sebagai sekadar perebutan wilayah, melainkan tragedi kemanusiaan yang nyata.

ilustrai bendera Palestina, negara yang masih berkonflik dengan Israel hingga kini (Unsplash/Omer Yildiz)
Ilustrasi bendera Palestina. (Unsplash/Omer Yildiz)

Dalam percakapan tersebut, Pandji juga menyinggung sikap pemerintah Indonesia yang dinilainya masih terlalu berhati-hati dalam menyatakan dukungan terhadap Palestina. Ia mempertanyakan apakah prinsip non-blok masih relevan ketika menyangkut isu kemanusiaan sejelas itu.

Kalau menurut gue, ini bukan soal konflik dua pihak yang seimbang. Ini soal penjajahan,” kata Pandji menekankan kembali.

Ia menggambarkan penderitaan yang dialami rakyat Palestina, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga rumah sakit yang menjadi sasaran serangan. “Yang mati itu bukan tentara, tapi ibu-ibu, anak-anak, dan tenaga medis. Itu bukan perang biasa. Itu penjajahan,” ujar Pandji.

Pandji kemudian menyindir pernyataan Prabowo yang ia nilai terlalu diplomatis saat berbicara di forum internasional seperti PBB di New York. Ia menilai, kehati-hatian itu mungkin dipengaruhi oleh konteks tempat Prabowo berbicara. "Mungkin karena Pak Prabowo tahu dia lagi ada di New York, dan Amerika itu mitranya Israel," kata Pandji.

Meskipun begitu, Pandji menilai Indonesia tetap bisa bersikap tegas tanpa harus menimbulkan gesekan diplomatik. "Tapi kan lo bisa nunjukin sikap tanpa harus kelihatan cuci tangan, tanpa harus kelihatan bersih-bersih," ujarnya.

Apa Sebenarnya Two-State Solution?

Pernyataan Pandji ini memunculkan kembali perdebatan lama mengenai two-state solution, atau solusi dua negara, yang selama puluhan tahun menjadi wacana dalam diplomasi dunia.

Two-state solution adalah konsep penyelesaian konflik Palestina-Israel dengan membentuk dua negara merdeka yang hidup berdampingan secara damai: satu untuk bangsa Yahudi (Israel), dan satu lagi untuk bangsa Arab Palestina.

Gagasan ini pertama kali diusulkan oleh PBB pada 1947, lalu kembali dibicarakan dalam Perjanjian Oslo pada awal 1990-an.

Secara teori, negara Palestina yang merdeka akan berdiri di wilayah Tepi Barat dan Gaza, dengan pembagian wilayah tertentu dan status khusus untuk Yerusalem. Pendukungnya meyakini, model ini bisa memberi hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina sekaligus menjamin keamanan Israel.

Namun dalam praktiknya, rencana ini sulit diwujudkan.

Beberapa hambatan utama antara lain:

  • Israel masih menduduki sebagian besar wilayah Tepi Barat dan terus memperluas permukiman ilegal di sana.
  • Yerusalem diklaim oleh kedua pihak sebagai ibu kota.
  • Pemerintahan Palestina sendiri terpecah antara Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Gaza, membuat negosiasi sulit berjalan.

Akibat berbagai kendala itu, banyak pengamat kini menilai two-state solution sudah tidak realistis lagi diterapkan. Bahkan, sebagian kalangan aktivis menilai konsep ini hanya memberi kesan seolah-olah sedang mencari solusi, padahal kenyataannya ketimpangan kekuasaan masih terjadi.

Mengapa Pandji Menolak Two-State Solution

Dari sudut pandang Pandji, two-state solution tidak bisa disebut solusi karena mengabaikan fakta ketidakadilan. Ia menilai, pembagian dua negara justru mengokohkan ketimpangan yang sudah ada.

"Gue tuh nggak bisa nyebut itu konflik dua negara, karena dari awal aja yang satu udah dijajah. Kalau lo udah dijajah, lo nggak bisa disuruh kompromi," ungkapnya lagi.

Bagi Pandji, penyelesaian konflik seharusnya berangkat dari pengakuan bahwa Palestina adalah korban penjajahan, bukan sekadar pihak dalam perselisihan teritorial.

Ia juga mendesak agar Indonesia bersikap lebih lantang di forum internasional. Menurutnya, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia seharusnya menjadi suara utama dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. "Kita ini negara besar, masa cuma bisa ngomong netral. Lo bisa kok nunjukin keberpihakan tanpa harus bikin ribut," ujarnya menutup pernyataannya.

Pandji pun mengajak publik untuk tidak hanya berhenti pada simbol solidaritas. "Kalau kita bilang bela Palestina, ya harus ngerti dulu siapa yang dijajah, siapa yang menjajah. Jangan sampai kita dukung solusi yang malah ngebikin mereka tetap dijajah," katanya.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Simbolik Kritik Satu Tahun Prabowo-Gibran di Depan Istana Negara

Aksi Simbolik Kritik Satu Tahun Prabowo-Gibran di Depan Istana Negara

Foto | Senin, 20 Oktober 2025 | 19:16 WIB

Aksi Setahun Prabowo-Gibran Sempat Memanas, Sebelum Massa Bubarkan Diri Usai Magrib

Aksi Setahun Prabowo-Gibran Sempat Memanas, Sebelum Massa Bubarkan Diri Usai Magrib

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 19:10 WIB

Konsolidasi, Ambisi, dan Ketegangan: Menilai Tahun Pertama Prabowo-Gibran

Konsolidasi, Ambisi, dan Ketegangan: Menilai Tahun Pertama Prabowo-Gibran

Opini | Senin, 20 Oktober 2025 | 19:16 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB