Jejak 'Fee' SGD 500 Ribu: KPK 'Korek' Arso Sadewo, Otak Swasta di Skandal PGN

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:02 WIB
Jejak 'Fee' SGD 500 Ribu: KPK 'Korek' Arso Sadewo, Otak Swasta di Skandal PGN
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengemukakan saat ini lembaga antirasuah berfokus pada pemberi commitment fee dalam kasus korupsi PGN. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Komisaris Utama PT IAE, Arso Sadewo, diperiksa KPK.

  • Dia diduga pemberi 'commitment fee' SGD 500 ribu.

  • Kasus ini terkait skandal korupsi jual beli gas PGN.

Suara.com - Penyelidikan skandal korupsi PGN kini menyasar 'otak' dari pihak swasta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi memeriksa Komisaris Utama PT Inti Alasindo Energi (IAE), Arso Sadewo, sosok yang diduga memberikan 'commitment fee' sebesar SGD 500 ribu kepada eks Dirut PGN.

Arso Sadewo tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada jual beli gas antara PGN dan perusahaannya, PT IAE, periode 2017-2021.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Budi juga mengonfirmasi bahwa Arso telah hadir memenuhi panggilan penyidik.

Pemeriksaan Arso menjadi krusial karena namanya kerap disebut sebagai aktor sentral dari pihak swasta.

Menurut konstruksi perkara yang sebelumnya dipaparkan KPK, Arso adalah orang yang melakukan pendekatan dengan eks Dirut PGN, Hendi Prio Santoso, untuk memuluskan kerja sama.

"Setelah kesepakatan tersebut, saudara AS (Arso Sadewo) memberikan commitment fee sebesar SGD 500 ribu kepada saudara HPS (Hendi Prio Santoso) di kantornya yang berlokasi di Jakarta," ujar Plt Deputi Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam kesempatan sebelumnya.

Skema ini dirancang untuk memuluskan opsi akuisisi PT IAE oleh PGN dengan metode pembayaran di muka (advance payment) sebesar USD 15 juta.

Lebih jauh, terungkap bahwa Hendi Prio Santoso bahkan memberikan 'uang perkenalan' sebesar USD 10 ribu kepada perantaranya, Yugi Prayanto, yang telah mempertemukannya dengan Arso.

baca juga

KPK sebelumnya telah menahan Hendi Prio Santoso dan dua tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim dan Direktur Komersial PT PGN Danny Praditya.

Sebelumnya, KPK telah menahan mantan Dirut PT PGN Hendi Prio Santoso (HPS) dalam kasus dugaan korupsi pada jual beli gas antara PGN dengan PT Isar Gas/PT Inti Alasindo Energi (IAE) tahun 2017-2021.

Selain itu, KPK juga telah menahan dua tersangka lainnya, yaitu Komisaris PT IAE 2006-2023 Iswan Ibrahin dan Direktur Komersial PT PGN 2016-2019 Danny Praditya.

Plt Deputi Penyidikan dan Eksekusi KPK menjelaskan PT IAE awalnya mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan pendanaan pada 2017 lalu.

Kemudian Iswan Ibrahim selaku Komisaris PT IAE periode 2006-2023 yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini meminta Komisaris Utama dan Pemilik Saham Mayoritas PT IAE bernama Arso Sadewo (AS) untuk melakukan pendekatan dengan PT PGN.

“Untuk memuluskan kerja sama jual beli gas dengan opsi akuisisi menggunakan metode pembayaran advance payment sebesar USD 15 juta," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2025).

Arso kemudian melakukan pendekatan dengan Hendi bersama satu orang lainnya, Yugi Prayanto (YG).

Dari pertemuan tersebut pun disepakati pengkondisian terkait pembelian gas bumi.

Direktur Komersial PT PGN 2016 -2019 Danny Praditya bersama Arso dan Iswan melakukan pertemuan untuk menyepakati rencana kerjasama PT PGN dengan PT IAE.

Dari kesepakatan tersebut, Arso pun memberikan commitment fee SGD 500 ribu kepada Hendi.

"Setelah kesepakatan tersebut, saudara AS memberikan commitment fee sebesar SGD 500 ribu kepada saudara HPS di kantornya yang berlokasi di Jakarta," ujar Asep.

Lebih lanjut, Hendi memberikan sebagian uang senilai USD 10 ribu dari commitment fee yang diperoleh kepada Yugi sebagai imbalan karena telah mempertemukannya dengan Arso.

"Sebagai imbalan karena telah diperkenalkan kepada saudara AS," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Dirut PGN Ditahan KPK! Terima Suap SGD 500 Ribu, Sempat Beri 'Uang Perkenalan'

Eks Dirut PGN Ditahan KPK! Terima Suap SGD 500 Ribu, Sempat Beri 'Uang Perkenalan'

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 21:25 WIB

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Ditahan KPK, Diduga Terima Duit Panas Jual Beli Gas

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Ditahan KPK, Diduga Terima Duit Panas Jual Beli Gas

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:58 WIB

KPK Panggil Eks Dirut PGN untuk Kasus Korupsi Jual Beli Gas

KPK Panggil Eks Dirut PGN untuk Kasus Korupsi Jual Beli Gas

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×