Dedi Mulyadi 'Semprot' Pabrik Aqua: Singgung Kecelakaan Maut dan Dugaan Manipulasi Pajak Air

Bangun Santoso

Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:04 WIB
Dedi Mulyadi 'Semprot' Pabrik Aqua: Singgung Kecelakaan Maut dan Dugaan Manipulasi Pajak Air
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung, Jawa Barat [Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Gubernur Dedi Mulyadi marah besar kepada manajemen Aqua Subang karena truk perusahaan dinilai merusak jalan provinsi
  • Dedi Mulyadi menyoroti "keistimewaan" Aqua yang mendapatkan bahan baku air secara gratis dan menuntut perusahaan membayar pajak dengan jujur
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat melarang Aqua menggunakan truk besar dengan tonase berlebih

Suara.com - Suasana kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang mendadak memanas. Orang nomor satu di Jabar itu secara terbuka meluapkan amarahnya kepada manajemen perusahaan air minum kemasan tersebut, menyoroti serangkaian masalah mulai dari penggunaan kendaraan besar yang merusak jalan hingga dugaan manipulasi pajak.

Kemarahan Dedi Mulyadi dipicu oleh kondisi jalan provinsi yang baru saja diperbaiki namun kembali terancam rusak akibat lalu-lalang truk besar milik perusahaan. Menurutnya, investasi pemerintah untuk infrastruktur seolah hanya menguntungkan korporasi raksasa tersebut.

“Ini kan jalur jalan yang di provinsi sekarang bagus-bagus kita bangun, diperlebar, diperhalus, ya kan?," ujar Dedi dengan nada tinggi, dikutip dari akun Threads pribadinya, Kamis (23/10/2025).

"Tapi jalur jalan yang bagus dibangun provinsi tiap hari, ini hanya akan membahagiakan PT Aqua,” sambungnya.

Sorotan tajam Dedi Mulyadi semakin menjadi-jadi saat ia mengungkit insiden kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang, yang diduga melibatkan truk perusahaan yang mengalami rem blong. Baginya, peristiwa tragis itu adalah bukti nyata bahwa standar keselamatan armada perusahaan telah diabaikan.

“Peristiwa kemarin itu pembelajaran penting. Bahwa standarisasi kendaraan yang digunakan oleh perusahaan ini harus diperhatikan,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti bagaimana truk-truk Aqua kini mendominasi jalur-jalur vital di kawasan Subang, Purwakarta, hingga Lembang, setelah aktivitas pertambangan dihentikan.

“Sekarang kan jalur jalan dari arah Lembang dan Subang ke Purwakarta. Mobil besar itu selain mobil industri, yang naik ke atas teater itu tinggal mobil pengangkut air mineral Aqua. Yang lain udah nggak ada, karena tambang udah saya tutup,” bebernya.

Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi melontarkan sindiran pedas terkait "keistimewaan" yang dinikmati Aqua dalam memperoleh bahan baku utama, yakni air, yang bersumber dari alam secara cuma-cuma.

baca juga

“Ya bayar pajak aja, tapi kan gratis beda dengan perusahaan lain. Kalau pabrik kain harus beli bahan baku, pabrik semen beli bahan baku, pabrik otomotif juga beli bahan baku. Kalau perusahaan ini bahan bakunya nggak beli,” sindir Dedi.

Karena itu, ia menuntut perusahaan untuk berlaku jujur dalam membayar pajak air dan tidak melakukan manipulasi data. Dedi menegaskan tidak meminta Aqua membangun jalan, melainkan cukup memenuhi kewajiban pajaknya dengan benar.

“Saya hanya minta jalan tanggung jawab provinsi, nggak usah Bapak bangun. Yang penting Bapak bayar pajak dengan baik dan tidak boleh ada manipulasi jumlah air," ujar KDM.

"Artinya, 1 juta meter kubik ngakunya 500. Kerjasama dengan petugas badan pendapatan daerah, ya kan, cingcai. Nggak boleh begitu, harus jujur,” sambung dia.

Sebagai penutup, ia memberikan peringatan keras agar perusahaan segera menghentikan penggunaan armada angkut berbobot berlebih yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan provinsi.

“Transporternya tidak boleh menggunakan kendaraan dengan sumbu yang besar. Badan jalannya kecil, bobotnya kecil, mobilnya gede-gede,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Sebut Duet Prabowo-Gibran Tidak Akan Lanjut di Pilpres 2029, Nama Ini yang Berpeluang?

Rocky Gerung Sebut Duet Prabowo-Gibran Tidak Akan Lanjut di Pilpres 2029, Nama Ini yang Berpeluang?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua: Warga Beli Air, Pabrik Buang Air! Ancam Cabut Izin

Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua: Warga Beli Air, Pabrik Buang Air! Ancam Cabut Izin

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:11 WIB

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:38 WIB

BPKN Panggil AQUA, Imbas Dianggap Bohong Soal Jual Produk 'Air Gunung'?

BPKN Panggil AQUA, Imbas Dianggap Bohong Soal Jual Produk 'Air Gunung'?

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:13 WIB

Klaim Air Pegunungan Cuma Iklan? BPKN Siap Panggil Bos Aqua, Dugaan Pakai Air Sumur Bor Diselidiki

Klaim Air Pegunungan Cuma Iklan? BPKN Siap Panggil Bos Aqua, Dugaan Pakai Air Sumur Bor Diselidiki

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:48 WIB

Aqua Diduga Gunakan Air Sumur, BPKN Akan Investigasi ke Pabrik

Aqua Diduga Gunakan Air Sumur, BPKN Akan Investigasi ke Pabrik

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:45 WIB

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Terkini

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan

Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:54 WIB

×