WNA Israel Punya KTP Cianjur Viral di Medsos, Kok Bisa Lolos? Ini Faktanya

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 11:46 WIB
WNA Israel Punya KTP Cianjur Viral di Medsos, Kok Bisa Lolos? Ini Faktanya
Viral WNA Israel disebut punya KTP Cianjur. (Ist)
  • Beredar kabar viral di media sosial yang menyebut seorang WNA Israel bernama Aron Geller memiliki KTP Indonesia yang diterbitkan Disdukcapil Cianjur
  • Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengonfirmasi bahwa nama Aron Geller tidak terdaftar dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) nasional dan KTP yang beredar adalah palsu
  • Narasi viral yang menyertai isu ini menuding KTP palsu tersebut dibuat secara ilegal dengan tujuan agar yang bersangkutan dapat membeli tanah di Indonesia

Suara.com - Jagat maya Indonesia digemparkan oleh kabar viral seorang warga negara asing (WNA) asal Israel yang disebut-sebut memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia. Isu ini meledak setelah sebuah unggahan di Instagram menuding KTP atas nama Aron Geller itu diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Informasi yang menyebar cepat ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan data kependudukan nasional. Lantas, benarkah seorang WNA Israel bisa dengan mudah mendapatkan KTP Indonesia?

Pemerintah bergerak cepat menanggapi keresahan publik. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, memastikan pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran kabar tersebut.

Hasilnya, nama yang bersangkutan tidak terdeteksi dalam sistem data kependudukan nasional.

"Berdasarkan pengecekan di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara nasional nama Aron Geller tidak ditemukan," kata Teguh dalam keterangannya, dikutip Senin (27/9/2025).

Teguh menambahkan, penelusuran juga dilakukan secara spesifik di daerah yang dituduhkan sebagai lokasi penerbitan KTP.

Pihak Dinas Dukcapil Kabupaten Cianjur telah mengonfirmasi bahwa tidak ada data atas nama Aron Geller di sistem mereka.

"Kami di Ditjen Dukcapil Kemendagri juga telah mengecek nama itu juga tidak ada," tegasnya.

Dengan temuan ini, Teguh Setyabudi menyimpulkan bahwa KTP yang fotonya beredar luas di media sosial tersebut adalah dokumen palsu.

Ia menegaskan tidak ada celah bagi WNA, terutama dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, untuk tercatat dalam data kependudukan resmi.

"Bila di sosial media diceritakan Yang bersangkutan memiliki KTP-el Indonesia, bisa dipastikan KTP itu palsu," jelas dia.

"Jadi sekali lagi nama Aron Geller WNA Israel yang diberitakan memiliki KTP Indonesia tidak ada dalam SIAK Ditjen Dukcapil Kemendagri," imbuhnya.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, Aron Geller disebut sebagai petinggi di sebuah perusahaan di Indonesia. Unggahan viral itu juga menyertakan tangkapan layar yang diduga dari akun media sosial Geller, memperlihatkan aktivitasnya di Israel.

Bahkan, sebuah narasi menyebutkan bahwa KTP dan paspor palsu itu sengaja dibuat agar ia dan istrinya bisa membeli tanah di Indonesia.

"Aron cerita ke saya bahwa dia dan istrinya Roxana punya paspor Indonesia dan mereka buat secara ilegal supaya bisa beli tanah Indonesia atas nama sendiri. Saya punya rekaman percakapan di mana Aron bilang itu ke saya," bunyi narasi yang beredar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diceraikan Suami 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Melda Safitri Kini Disawer Crazy Rich Aceh

Diceraikan Suami 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Melda Safitri Kini Disawer Crazy Rich Aceh

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:48 WIB

Aksi TikToker Diduga Marina Qila Permainkan Bacaan Taawudz Tuai Kecaman

Aksi TikToker Diduga Marina Qila Permainkan Bacaan Taawudz Tuai Kecaman

Entertainment | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 15:05 WIB

Komika Obi Mesakh Protes Pelayanan Publik di Bekasi: Masa Ngurus KTP Hilang Kuota Sehari 10 Sih

Komika Obi Mesakh Protes Pelayanan Publik di Bekasi: Masa Ngurus KTP Hilang Kuota Sehari 10 Sih

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:02 WIB

Viral! Suami di Aceh Ceraikan Istri 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Baju Dinas Dibeli dari Jual Cabai

Viral! Suami di Aceh Ceraikan Istri 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Baju Dinas Dibeli dari Jual Cabai

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:28 WIB

Drama Rumah Mewah Berujung Ricuh, Mertua Usir Menantu di Bone, Rebutan Harta Gono-gini?

Drama Rumah Mewah Berujung Ricuh, Mertua Usir Menantu di Bone, Rebutan Harta Gono-gini?

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:07 WIB

Jemput Bola Perekaman E-KTP Untuk Pelajar

Jemput Bola Perekaman E-KTP Untuk Pelajar

Foto | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Dituding Hina Kiai dan Pesantren di Program Xpose, Siapa Dalang di Balik Trans7 yang Dipolisikan?

Dituding Hina Kiai dan Pesantren di Program Xpose, Siapa Dalang di Balik Trans7 yang Dipolisikan?

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:51 WIB

Terkini

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB