Lima Tahun Tragedi KM 50, Ini Alasan FPI Tetap Suarakan Keadilan di Depan Komnas HAM

Vania Rossa | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 16:57 WIB
Lima Tahun Tragedi KM 50, Ini Alasan FPI Tetap Suarakan Keadilan di Depan Komnas HAM
FPI Gelar Aksi Damai Depan Komnas HAM. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
  • Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi damai di depan Komnas HAM, Jakarta, untuk menuntut keadilan atas tewasnya enam laskar mereka di KM 50.
  • Ketua LDP FPI Matraman, Ibrahim Oli’i, menyebut aksi ini rutin dilakukan setiap Jumat sebagai bentuk doa dan perjuangan moral.
  • FPI menilai para korban tidak bersalah dan hanya menjalankan tugas mengawal Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Suara.com - Aksi damai yang dilakukan Front Persaudaraan Islam (FPI) di depan Kantor Komnas HAM berjalan dengan tertib. Selain meminta keadilan terkait dengan kasus tewasnya enam orang laskar FPI, peserta aksi juga melantunkan doa terhadap mereka.

Ketua Lembaga Dakwah Persaudaraan (LDP) FPI DPC Matraman, Ibrahim Oli’i mengatakan aksi ini memang rutin mereka lakukan setiap hari jumat.

“Kita memang aksi damai. Biasanya rutinitas setiap Jumat ini aksi damai untuk mengirim doa kepada arwah para enam syuhada kita, enam kawan kita, saudara kita yang dulu 5 tahun lalu diculik, disiksa, bahkan dibantai dan fitnah oleh rezim,” kata Ibrahim kepada Suara.com, di depan Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2025).

Mereka menuntut keadilan, lantaran para pelaku pembunuhan terhadap keenam laskar mendapat vonis bebas

“Sekarang mereka bebas, divonis bebas,” jelasnya.

Ibrahim menyatakan jika aksi damai yang dilakukan oleh pihaknya sebagai jembatan agar suara mereka terdengar.

Pasalnya, enam orang ini sama sekali tidak bersalah, mereka hanya melindungi Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dari penguntitan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Mereka enggak berbuat apa-apa, hanya mengawal gurunya yaitu Imam Besar kami,”ucapnya.

Ibrahim mengatakan, aksi ini dilakukan secara bergantian. Saat ini kebetulan wilayah Jakarta Timur yang kebagian jatah melaksanakan aksi di depan Komnas HAM.

“Kalau semua wilayah kemari, tempatnya gak muat. Makanya dibuat rolling,” ungkapnya.

Tragedi KM 50

Tragedi KM 50 di Tol Jakarta-Cikampek yang terjadi pada 7 Desember 2020 silam hingga kini dinilai masih penuh misteri.

Dalam peristiwa tersebut, tiga polisi, yakni Ipda Elwira Priadi Z, Briptu Fikri Ramadhan, dan Ipda Yasmin Ohorella melakukan penembakan hingga mengakibatkan enam laskar FPI hingga meninggal dunia.

Namun, Ipda Elwira Priadi Z meninggal dunia sebelum disidangkan.

Menurut surat dakwaan jaksa penuntut umum, Briptu Fikri dan Ipda Yasmin menembak karena anggota Laskar FPI yang saat itu ditangkap melawan dan mengancam keselamatan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntut Keadilan Tragedi KM 50, FPI Gelar Aksi Damai di Depan Komnas HAM

Tuntut Keadilan Tragedi KM 50, FPI Gelar Aksi Damai di Depan Komnas HAM

News | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:55 WIB

Ojol Gelar Aksi Damai di Monas Minta Terbitkan Perppu, Ada Apa?

Ojol Gelar Aksi Damai di Monas Minta Terbitkan Perppu, Ada Apa?

Video | Selasa, 02 September 2025 | 19:35 WIB

Ojol Gelar Aksi Damai, Berbagi Bunga dan Harapan

Ojol Gelar Aksi Damai, Berbagi Bunga dan Harapan

Foto | Selasa, 02 September 2025 | 16:32 WIB

Terkini

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB