Revolusi Digital Korlantas: Urus SIM, STNK, BPKB Kini Full Online dan Transparan, Pungli Lenyap

Bangun Santoso Suara.Com
Selasa, 11 November 2025 | 22:44 WIB
Revolusi Digital Korlantas: Urus SIM, STNK, BPKB Kini Full Online dan Transparan, Pungli Lenyap
Foto sebagai Ilustrasi Layanan SIM Keliling. (Foto: CNBC Indonesia)
Baca 10 detik
  • Rakernis Ditregident Korlantas Polri 2025 menekankan pembangunan budaya integritas dan akuntabilitas sebagai fondasi utama reformasi pelayanan publik di kepolisian
  • Inovasi seperti aplikasi SINAR, SIGNAL, dan E-BPKB menjadi andalan untuk menciptakan layanan SIM, STNK, dan BPKB yang cepat, mudah, transparan, dan bebas pungli
  • Ditregident sedang menyiapkan sistem data terintegrasi secara nasional untuk mendukung analisis kebijakan lalu lintas dan mewujudkan institusi Polri yang modern dan humanis

Suara.com - Era baru pelayanan publik kepolisian resmi digulirkan, membawa angin segar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri menggebrak sistem lama dengan fokus penuh pada revitalisasi layanan berbasis digital yang transparan dan bebas pungutan liar (pungli).

Komitmen ini menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, pada 11–13 November. Mengusung tema “Revitalisasi Ditregident Korlantas Polri Mendukung Reformasi Polri Kaitannya Transformasi Polri,” acara ini menjadi titik kumpul para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi.

Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah reformasi kultural di tubuh Polri. Fokus utamanya adalah membangun sistem integritas yang kokoh di seluruh lini pelayanan registrasi dan identifikasi (Regident).

“Revitalisasi Ditregident bukan sekadar pembenahan sistem, tapi membangun budaya integritas dan akuntabilitas di seluruh lini pelayanan. Kita ingin seluruh jajaran memahami bahwa transformasi Polri harus dimulai dari pelayanan publik yang berintegritas dan transparan,” ujar Brigjen Pol Wibowo.

Pernyataan ini bukan isapan jempol. Brigjen Pol Wibowo memaparkan serangkaian inovasi digital yang telah terbukti berhasil mengubah wajah pelayanan Polri. Aplikasi seperti SINAR (SIM Nasional Presisi), SIGNAL (Samsat Digital Nasional), dan E-BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor Elektronik) menjadi ujung tombak transformasi ini.

“Pelayanan digital Ditregident saat ini telah diapresiasi masyarakat karena memberikan kemudahan yang nyata. Masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor pelayanan, cukup melalui aplikasi resmi Polri, proses bisa dilakukan secara online, transparan, dan akuntabel,” jelas Brigjen Pol Wibowo.

Digitalisasi ini merupakan implementasi nyata dari program Polri Presisi, yang mengedepankan Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Melalui Rakernis ini, seluruh jajaran Dirlantas didorong untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sistem pelayanan yang terintegrasi.

Lebih jauh, Brigjen Pol Wibowo menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelayanan modern tidak akan berarti tanpa personel yang melayani dengan sikap yang baik dan profesional.

“Kita ingin seluruh pelayanan di bidang Regident, baik penerbitan SIM, registrasi kendaraan bermotor, maupun BPKB, dapat berjalan dengan cepat dan tepat sesuai standar pelayanan yang modern, tentunya dengan menggunakan perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, yang diimbangi dengan sikap perilaku personil yang baik dalam melayani masyarakat. Transformasi ini menjadi fondasi reformasi Polri agar semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Takut Kritis! Mahfud MD Ungkap Alasan 'Tertutup' di Komisi Reformasi Polri

Ke depan, Ditregident Korlantas Polri juga tengah mempersiapkan integrasi data layanan Regident untuk mendukung sistem One Data Polri. Seluruh data kendaraan dan identitas pengemudi akan saling terhubung secara nasional, mempermudah analisis kebijakan lalu lintas hingga pengawasan publik berbasis digital.

“Transformasi digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana menuju Polri yang modern, transparan, dan humanis. Melalui Rakernis ini, kami ingin seluruh jajaran memiliki satu komitmen: pelayanan Regident yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat,” tandas Brigjen Pol Wibowo.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI