Grebek Jaringan Online Scam, Otoritas Myanmar Tangkap 48 WNI

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Jum'at, 21 November 2025 | 09:38 WIB
Grebek Jaringan Online Scam, Otoritas Myanmar Tangkap 48 WNI
Ilustrasi penipuan online (Freepik/user2846165)
baca 10 detik
  • Sebanyak 48 WNI ditangkap di Myanmar dalam penggerebekan jaringan penipuan online.
  • KBRI Yangon sedang berupaya mendapatkan akses konsuler untuk memastikan kondisi para WNI.
  • Ratusan WNI lain juga terdampak di wilayah perbatasan yang rawan penipuan kerja.

Suara.com - Sebanyak 48 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap oleh otoritas Myanmar dalam sebuah operasi penegakan hukum terhadap jaringan penipuan dan judi online di Shwe Koko, Kayin State.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon kini tengah berupaya keras untuk mendapatkan konfirmasi dan akses kekonsuleran.

Berdasarkan informasi awal dari media nasional Myanmar, 48 WNI tersebut termasuk di antara 611 WNA yang ditangkap dalam operasi yang berlangsung sejak 17 November 2025.

Namun, KBRI juga menerima laporan dari salah satu WNI yang ditangkap, yang menyebutkan ada sekitar 200 WNI yang terjaring dalam operasi tersebut dan meminta bantuan untuk dipulangkan.

"Kami sedang melakukan upaya konfirmasi, termasuk meminta akses kekonsuleran, verifikasi lapangan, dan berkoordinasi dengan jejaring lokal untuk memastikan identitas serta kondisi para WNI," tulis KBRI Yangon dalam keterangan resminya, Jumat (21/11/2025).

Penangkapan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi penegakan hukum di kawasan perbatasan Myawaddy. Total WNI yang terdampak di wilayah tersebut kini mencakup:

  • Sekitar 54 WNI eks-KK Park yang sudah diamankan dan mendapat izin meninggalkan Myanmar.
  • Lebih dari 170 WNI yang masih menunggu proses evakuasi oleh otoritas setempat.
  • 48 WNI (atau lebih) yang baru ditangkap dalam operasi di Shwe Koko.

KBRI Yangon menegaskan komitmen penuh untuk melindungi seluruh WNI terdampak dan memfasilitasi pemulangan mereka. Pihaknya juga kembali mengimbau agar WNI berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan tidak jelas dengan gaji tinggi dan selalu melakukan verifikasi sebelum menerimanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Menteri Meutya Ungkap Anak-Anak Jadi Sasaran Empuk Penipuan Belanja Online

Waspada! Menteri Meutya Ungkap Anak-Anak Jadi Sasaran Empuk Penipuan Belanja Online

News | Kamis, 20 November 2025 | 15:37 WIB

Marak Penipuan Online, Trading Kripto Kini Makin Ketat lewat Verifikasi Wajah

Marak Penipuan Online, Trading Kripto Kini Makin Ketat lewat Verifikasi Wajah

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 11:26 WIB

'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta

'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta

News | Rabu, 19 November 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Begini Respon Resmi DPP PDIP

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Begini Respon Resmi DPP PDIP

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:07 WIB

Selain Bupati Sukoharjo, KPK Bawa 9 Orang ke Jakarta Usai OTT

Selain Bupati Sukoharjo, KPK Bawa 9 Orang ke Jakarta Usai OTT

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:05 WIB

Sindir Penjahat Timbun Emas dan Harta di Sentul, LSAK: Mereka Adalah Qorun Versi Upgrade!

Sindir Penjahat Timbun Emas dan Harta di Sentul, LSAK: Mereka Adalah Qorun Versi Upgrade!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:03 WIB

Sudah Seperti Adik Sendiri, Surya Paloh Kenang Rachmat Gobel Sebagai Industrialis Pekerja Keras

Sudah Seperti Adik Sendiri, Surya Paloh Kenang Rachmat Gobel Sebagai Industrialis Pekerja Keras

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:59 WIB

Pintu Dirantai, Sunyi Senyap Ruko di Cipete Usai Digeledah Polisi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kakap

Pintu Dirantai, Sunyi Senyap Ruko di Cipete Usai Digeledah Polisi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kakap

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:57 WIB

Didampingi Teddy hingga Zulhas, Prabowo Bertolak ke NTB, Ini Agendanya

Didampingi Teddy hingga Zulhas, Prabowo Bertolak ke NTB, Ini Agendanya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:50 WIB

Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya

Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:44 WIB

Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?

Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:41 WIB

Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:34 WIB

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:28 WIB

×