Media Sustainability Forum 2025: Perkuat Daya Hidup Media Demi Topang Demokrasi

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:14 WIB
Media Sustainability Forum 2025: Perkuat Daya Hidup Media Demi Topang Demokrasi
Media Sustainability Forum 2025  Ketua Panitia Acara, Frans Sudiarsis, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama mengadakan forum berskala besar tersebut. (Suara.com/Safelia)
baca 10 detik
  • Media Sustainability Forum 2025 diadakan di Jakarta Pusat pada 3-4 Desember 2025 bertema daya hidup media digital.
  • Forum ini bertujuan merumuskan keberlanjutan media yang dianggap krusial sebagai penopang demokrasi bangsa.
  • Frans menargetkan pada  2026 atau 2027, jumlah kerja sama antara platform digital dan perusahaan media akan meningkat signifikan.

Suara.com - Media Sustainability Forum 2025 yang berlangsung pada 3–4 Desember 2025 digelar di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat.

Mengusung tema “Memperkuat Daya Hidup Media dalam Ekosistem Digital: Berdaya, Bertumbuh, dan Berkelanjutan”, forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan masa depan ekosistem pers di Indonesia.

Ketua Panitia Acara, Frans Sudiarsis, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama mengadakan forum berskala besar tersebut.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan komite guna memastikan keberlanjutan media massa di tengah gempuran era digital.

Frans menjelaskan, inisiatif penyelenggaraan acara ini didasari oleh tiga pertimbangan strategis.

Pertama, keberlanjutan media bukan sekadar kebutuhan ekonomi, melainkan keharusan politik untuk menjaga demokrasi.

“Konteks keharusan dari sisi politik ini, keberlanjutan media itu penting untuk menopang demokrasi kita. Kalau kita ingin sebagai bangsa memiliki demokrasi yang tumbuh semakin baik dari waktu ke waktu, maka salah satu penopang penting yang perlu dibangun adalah media,” ujar Frans kepada Suara.com, Rabu (3/12/2025).

Pertimbangan kedua adalah perlunya perawatan ekosistem media secara komprehensif dan sistematis melalui rencana kerja yang terarah.

Ketiga, Frans menekankan pentingnya komitmen nyata dalam bentuk program kerja, menjadikan isu keberlanjutan ini sebagai gerakan kolektif.

baca juga

“Kita ingin keberlanjutan itu menjadi semacam gotong-royong nasional. Jadi semua pihak perlu dilibatkan,” tegasnya.

Menyoal masa depan media, Frans menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga relevansi di tengah banjir informasi media sosial.

Ia percaya bahwa masyarakat demokratis akan selalu membutuhkan media yang berkualitas sebagai rujukan yang dapat diandalkan.

“Di tengah opsi yang semakin banyak orang bisa mendapatkan informasi dari percakapan di media sosial, kita terus-menerus mendorong supaya media betul-betul menjadi teman yang dapat diandalkan dalam membantu khalayak,” jelas Frans.

Untuk itu, peningkatan kapasitas profesionalisme jurnalis menjadi syarat mutlak agar media mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang terus berubah.

Lebih lanjut, Frans memaparkan peran strategis KTP2JB yang memegang mandat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Komite memiliki dua tugas pokok, mengawasi pemenuhan kewajiban platform digital—termasuk kerja sama dengan media—dan secara aktif memfasilitasi program pelatihan serta kerja sama tersebut.

“Tugas kita tidak hanya pengawasan, tetapi juga memfasilitasi. Supaya platform juga bisa menyediakan program-program yang menopang jurnalisme,” katanya.

Frans menargetkan pada tahun 2026 atau 2027, jumlah kerja sama antara platform digital dan perusahaan media akan meningkat signifikan.

Ia juga menekankan bahwa akses kerja sama ini tidak boleh hanya dinikmati oleh media nasional.

“Kerja sama itu tidak hanya terjadi dengan teman-teman media di tingkat nasional, tetapi kita juga mendorong supaya melibatkan teman-teman media di tingkat lokal. Jadi media di daerah setidak-tidaknya punya akses membangun kerja sama dengan platform,” tutup Frans.

Melalui forum ini, para pelaku media diharapkan dapat memahami berbagai fitur dan peluang yang tersedia untuk memaksimalkan potensi mereka dalam ekosistem digital yang kian kompetitif.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Ingatkan Industri Komitmen Transisi Hijau Dibuktikan Aksi Nyata

Pemerintah Ingatkan Industri Komitmen Transisi Hijau Dibuktikan Aksi Nyata

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:38 WIB

In This Economy, Gen Z Makin Pesimis soal Masa Depan

In This Economy, Gen Z Makin Pesimis soal Masa Depan

Your Say | Selasa, 02 Desember 2025 | 18:14 WIB

Kemenkeu Klaim Ekonomi Indonesia Menguat, dari Permintaan Domestik hingga Kinerja Ekspor

Kemenkeu Klaim Ekonomi Indonesia Menguat, dari Permintaan Domestik hingga Kinerja Ekspor

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 17:00 WIB

Indonesia Bisa Jadi Negara Maju? Ini Syarat dari Menkeu Purbaya

Indonesia Bisa Jadi Negara Maju? Ini Syarat dari Menkeu Purbaya

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 14:57 WIB

Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?

Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 07:54 WIB

Terkini

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

×