Gerak Cepat Kapolri Usut Kayu Gelondongan Banjir Sumatra Dipuji: Ini Wujud Presisi

Bangun Santoso

Kamis, 04 Desember 2025 | 16:35 WIB
Gerak Cepat Kapolri Usut Kayu Gelondongan Banjir Sumatra Dipuji: Ini Wujud Presisi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo memulai penyelidikan atas ribuan kayu gelondongan terbawa banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • FPIR mengapresiasi langkah Kapolri sebagai respons cepat mengusut akar masalah ekologis di wilayah hulu bencana.
  • Selain penegakan hukum, Polri juga memberikan bantuan kemanusiaan humanis seperti evakuasi dan trauma healing bagi korban.

Suara.com - Di tengah duka bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, fenomena munculnya ribuan kayu gelondongan yang terbawa arus menjadi sorotan tajam.

Langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membuka penyelidikan atas asal-usul kayu tersebut menuai apresiasi, salah satunya dari Ketua Umum Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR), Fauzan Ohorella.

Fauzan menilai, inisiatif Kapolri adalah respons cepat dan sadar yang menunjukkan bahwa negara hadir tidak hanya untuk membantu korban, tetapi juga untuk mengusut akar masalah ekologis di baliknya.

Menurutnya, mustahil air bah turun bersamaan dengan ribuan batang kayu jika tidak ada masalah serius di kawasan hulu.

Fenomena ini, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk menata kembali ruang hutan yang berfungsi sebagai benteng pertahanan ekologis bangsa.

"Respons sigap Kapolri Listyo dengan membuka penyelidikan terhadap gelondongan kayu adalah wujud nyata Presisi Polri. Merespon secara sadar dan sigap dengan melibatkan pemerintah, Kementerian Kehutanan, KLH, BNPB, dan stakeholder daerah," ujarnya, Kamis (4/12/2025).

'Sunyi Dalam Gerak' dan Sentuhan Humanis Polri

Selain langkah penegakan hukum, FPIR juga menyoroti aksi humanis Polri di lapangan. Di saat warga di Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Meureudu, Aceh, diliputi kepanikan, kehadiran anggota Polri dinilai menjadi penyemangat.

Polri disebut bergerak dalam sunyi memberikan bantuan, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, membangun tenda darurat, hingga memberikan layanan trauma healing yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak terdampak bencana.

baca juga

Aksi ganda ini—penegakan hukum di satu sisi dan bantuan kemanusiaan di sisi lain—dianggap sebagai implementasi utuh dari semangat Presisi Polri yang digagas Jenderal Listyo Sigit.

Fauzan Ohorella menegaskan bahwa arus kayu gelondongan ini adalah "bahasa alam" yang harus diterjemahkan sebagai pesan mendesak bagi Indonesia, khususnya bagi pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Tanah longsor dan pohon tumbang yang masif menjadi indikasi bahwa daya dukung lingkungan telah terlampaui, kemungkinan besar akibat aktivitas penebangan yang tidak bertanggung jawab.

Ia berharap temuan dari penyelidikan Polri dapat menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih berpihak pada kelestarian lingkungan di era mendatang.

"Ini adalah babak baru bagi Presiden Prabowo dalam menata kembali kebijakan yang berpihak penuh pada ekologi dan alam Indonesia Raya, juga Membenahi kembali ruang hutan melalui Presisi Kapolri, demi masa depan generasi," tambahnya.

Harapan ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kebijakan konkret dan solutif untuk mencegah bencana serupa terulang. Peristiwa banjir ini dianggap sebagai gambaran nyata tantangan lingkungan yang harus dihadapi oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Aspirasi rakyat harus menjadi palu bagi arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Jadi semangat dalam rencana pembangunan berkelanjutan. Menjaga dan merawar jutaan hektare ruang hutan, serta recovery lingkungan hidup sebagai sarana perlindungan ekosistem mahluk hidup lainnya," tambah Fauzan.

Penegakan Hukum sebagai Keadilan bagi Alam

Pada akhirnya, langkah Kapolri untuk mengusut tuntas fenomena kayu gelondongan ini dipandang bukan sekadar persoalan hukum biasa. Menurut Fauzan, ini adalah bentuk penegakan keadilan bagi alam dan wujud rasa kemanusiaan yang lebih luas.

Ketika hukum adat dan kearifan lokal dalam menjaga hutan mulai tergerus, maka hukum negara melalui otoritas Polri harus mengambil peran sentral. Penegakan hukum yang presisi, berkeadilan, dan humanis diharapkan dapat memulihkan kembali keseimbangan ekosistem yang telah rusak.

"Presisi Kapolri dalam menjawab gelondongan kayu dibencana banjir adalah bentuk keadilan bagi ekologi alam. Menunjukan rasa kemanusiaan dengan membuka segala upaya dalam menjawab keresahan tentang arus kayu gelondongan," tutur Fauzan Ohorella.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi IV Bela Raja Juli, Sebut Menhut Cuma Kebagian 'Cuci Piring' Soal Kerusakan Hutan

Anggota Komisi IV Bela Raja Juli, Sebut Menhut Cuma Kebagian 'Cuci Piring' Soal Kerusakan Hutan

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:15 WIB

Menhut Raja Juli Soal Sentilan 'Tobat Nasuha' Banjir Sumatra: Gus Imin Sudah Minta Maaf Via WA

Menhut Raja Juli Soal Sentilan 'Tobat Nasuha' Banjir Sumatra: Gus Imin Sudah Minta Maaf Via WA

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:10 WIB

Bahlil Minta Cak Imin Taubat Nasuha Juga, Tegaskan Evaluasi Menteri Hanya Hak Presiden

Bahlil Minta Cak Imin Taubat Nasuha Juga, Tegaskan Evaluasi Menteri Hanya Hak Presiden

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:47 WIB

Mendagri Tito Minta Daerah Bersolidaritas untuk Bencana Sumatra: Waktunya Kepala Daerah Saling Bantu

Mendagri Tito Minta Daerah Bersolidaritas untuk Bencana Sumatra: Waktunya Kepala Daerah Saling Bantu

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:17 WIB

Bahas Bencana Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Antoni Dipanggil DPR

Bahas Bencana Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Antoni Dipanggil DPR

Foto | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:07 WIB

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:25 WIB

Menkeu Purbaya Wanti-wanti Banjir Sumatra Ancam Pertumbuhan Ekonomi RI

Menkeu Purbaya Wanti-wanti Banjir Sumatra Ancam Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 17:48 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×