Kapolri Ungkap Jejak Chainsaw di Kayu Gelondongan Banjir, Dugaan Kejahatan Hutan Makin Menguat?

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Jum'at, 05 Desember 2025 | 08:26 WIB
Kapolri Ungkap Jejak Chainsaw di Kayu Gelondongan Banjir, Dugaan Kejahatan Hutan Makin Menguat?
Banjir Sumatra membawa kayu gelondongan. ANTARA FOTO/Yudi Manar
baca 10 detik
  • Polri mengusut dugaan pelanggaran terkait gelondongan kayu ditemukan pascabanjir bandang di Sumatra.
  • Kapolri dan Menteri Kehutanan bertemu di Jakarta membahas investigasi mendalam asal-usul kayu tersebut.
  • Polri bersama KLHK membentuk satgas gabungan menyelidiki kayu berpotensi dampak kerusakan dan korban jiwa.

Suara.com - Polri mulai menguak dugaan pelanggaran di balik gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan mengungkap adanya temuan bekas potongan gergaji mesin pada sebagian kayu yang ditemukan di lokasi terdampak.

Temuan tersebut jadi salah satu poin yang turut dibahas dalam pertemuan Kapolri dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). 

Dalam pertemuan itu, kata Listyo, pihaknya juga membahas tindak lanjut investigasi terhadap asal-usul kayu yang menyapu kawasan Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh saat banjir bandang melanda.

“Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu kita dapati ada beberapa terdapat bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin), itu yang akan kita dalami,” ujar Listyo.

Menurut Listyo, Polri bersama Kementerian Kehutanan dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) akan bergerak bersama mengusut temuan tersebut. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir aliran sungai untuk menelusuri asal kayu.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menegaskan, dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan bencana di tiga provinsi itu masih terus didalami. Perkembangan hasil penyelidikan, kata dia, akan segera disampaikan ke publik.

“Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menhut dan tim untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu, yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa,” tuturnya.

Sementara, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan pemerintah akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap kawasan hutan yang kini dalam kondisi gundul akibat bencana. Wilayah terdampak telah dipetakan menggunakan drone serta teknologi alat identifikasi kayu otomatis (AIKO).

baca juga

Saat ini, sampel-sampel kayu yang ditemukan masih dalam proses penelitian. Namun, Raja Juli belum mengungkap jumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

“Tapi identifikasi subjek-subjek hukum yang mungkin terlibat sudah dilakukan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Munculkan Peringatan saat Pencarian Bencana Banjir dan Longsor

Google Munculkan Peringatan saat Pencarian Bencana Banjir dan Longsor

Tekno | Jum'at, 05 Desember 2025 | 08:21 WIB

Indonesia Sports Summit Ambil Bagian Beri Bantuan untuk Korban Bencana Alam Sumatera

Indonesia Sports Summit Ambil Bagian Beri Bantuan untuk Korban Bencana Alam Sumatera

Sport | Kamis, 04 Desember 2025 | 22:39 WIB

Menhut Raja Juli Rahasiakan 12 Perusahaan 'Biang Kerok' Banjir Sumatra, Alasannya?

Menhut Raja Juli Rahasiakan 12 Perusahaan 'Biang Kerok' Banjir Sumatra, Alasannya?

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 21:25 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×