- Polda Riau mengirimkan gelombang keempat bantuan pemulihan pascabencana banjir dan longsor ke Aceh, Sumbar, dan Sumut.
- Bantuan gelombang ini fokus pada 3.459 peralatan pembersihan seperti sekop dan cangkul untuk pemulihan lokasi.
- Dukungan ini melibatkan lebih dari 290 personel serta logistik dan alat berat untuk penanganan darurat.
Suara.com - Kepolisian Daerah Riau menunjukkan komitmen kuat dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan gelombang keempat ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari operasi besar Polri untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di sejumlah daerah di Sumatera.
Apel pelepasan bantuan berlangsung di Lapangan Mapolda Riau dan dipimpin oleh Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto.
Ia menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan lanjutan dari dukungan Polda Riau yang tidak pernah terputus sejak bencana terjadi.
“Dalam pelepasan kali ini, Polda Riau mengirimkan 3.459 unit peralatan pemulihan berupa 945 angkong, 1.256 cangkul, dan 1.258 sekop,” jelas Kombes Ino.
Menurutnya, peralatan tersebut disiapkan berdasarkan kebutuhan darurat di lapangan, terutama untuk mempercepat pembersihan material lumpur, kayu, dan puing sisa banjir bandang serta longsor.
Bantuan tersebut dibagi ke dua wilayah utama, yakni Aceh dan Sumatera Barat.
Untuk pengiriman ke Sumatera Barat, Polda Riau menugaskan langsung Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki agar memastikan bantuan diterima dan tersalurkan tepat sasaran.
Kombes Ino menekankan bahwa setiap gelombang bantuan bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Baca Juga: Pemkot Padang Siapkan 80 Hunian Sementara untuk Penyintas Banjir Bandang
“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, negara harus hadir. Kita ingin memastikan bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian,” ujarnya.
Sejauh ini, rangkaian dukungan Polda Riau menjadi operasi kemanusiaan terbesar yang dilakukan sepanjang tahun ini.
Dari sisi personel, lebih dari 290 personel BKO Polda Riau telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Mereka terdiri dari unsur Brimob, Samapta, Polair, K-9, SAR, hingga Polwan.
Para personel ini terlibat dalam berbagai tugas krusial mulai dari evakuasi warga, pembukaan akses jalan, distribusi logistik, pendirian tenda darurat, hingga pencarian korban hilang.
Selain tenaga personel, distribusi logistik lintas provinsi dilakukan secara masif.
Polda Riau telah mengirim enam truk besar berisi kebutuhan dasar seperti sembako, air mineral, makanan bayi, selimut, hingga pakaian. Khusus untuk Aceh, tambahan 10 ton bantuan logistik juga telah diberangkatkan.
Untuk Sumatera Barat, Ditlantas Polda Riau turut menyalurkan 560 kardus mi instan, 842 helai pakaian layak pakai, 450 kilogram beras, 40 liter minyak goreng, serta 30 kardus pembalut wanita.
Dukungan psikososial pun tidak luput dari perhatian, dengan melibatkan 42 psikolog dan personel trauma healing guna membantu warga, terutama anak-anak, memulihkan kondisi mental pascabencana.
Sarana prasarana pendukung penanganan bencana diperkuat melalui pengerahan alat berat seperti bulldozer, mobil water tank, tandon air, toilet portabel, kontainer pendingin jenazah, hingga perangkat Starlink yang memastikan komunikasi tetap berjalan di daerah terisolasi.
Kombes Ino menegaskan bahwa pengiriman bantuan gelombang keempat ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Polda Riau dalam mendukung daerah yang sedang bangkit dari bencana.
“Bencana bukan hanya tentang apa yang hilang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita saling menopang untuk bangkit kembali. Dan Polda Riau akan terus menjadi bagian dari upaya pemulihan itu,” ujarnya.