Penembakan Petani di Bengkulu: Polisi Preteli Pasal Pembunuhan dan Dugaan Suap Miras

Erick Tanjung

Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:58 WIB
Penembakan Petani di Bengkulu: Polisi Preteli Pasal Pembunuhan dan Dugaan Suap Miras
Kasus penembakan lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, oleh pihak keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) pada 24 November 2025. [Dok. Ist]
baca 10 detik
  • Petani korban penembakan di Bengkulu Selatan tuding adanya kriminalisasi oleh aparat.
  • Koalisi masyarakat sipil laporkan dugaan pelanggaran prosedur ini ke Kompolnas dan Komnas HAM.
  • Mereka desak pencabutan HGU PT ABS sebagai akar konflik dan laporkan perusahaan ke KPK.

Suara.com - Pascainsiden penembakan lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, oleh pihak keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) pada 24 November 2025, para korban dan koalisi masyarakat sipil kini membawa kasus ini ke tingkat nasional. Mereka menuding adanya upaya kriminalisasi dan proses hukum yang tidak profesional oleh Polres Bengkulu Selatan.

Kuasa hukum korban, Ricki Pratama Putra dari Akar Law Office, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus. Laporan yang diajukan dengan pasal dugaan penganiayaan berat dan percobaan pembunuhan dipreteli oleh penyidik, hanya menyisakan pasal penganiayaan.

"Laporan penyalahgunaan senjata api dijadikan laporan model A (laporan oleh polisi), sehingga korban kehilangan hak untuk mengikuti perkembangannya," jelas Ricki dalam keterangan persnya, Jumat (12/12/2025).

Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran prosedur dan kode etik selama pemeriksaan saksi, termasuk adanya oknum yang meminum minuman keras (tuak) dan menyetel musik dengan suara keras di ruang pemeriksaan.

"Hal ini mengganggu kenyamanan dan keamanan saksi," tambahnya.

Dugaan kriminalisasi semakin kuat setelah Polres Bengkulu Selatan disebut hanya mengambil hasil visum pihak keamanan perusahaan, bukan hasil visum para petani yang menjadi korban penembakan.

Teror, Intimidasi, dan Laporan ke Lembaga Nasional

Perwakilan petani, Edi Hermanto, yang juga menjadi korban penembakan, menyatakan bahwa mereka telah mengalami berbagai bentuk intimidasi, baik dari pihak perusahaan, aparat, hingga pemerintah daerah.

"Kami meminta konflik agraria ini segera diselesaikan, dan penanganan perkara penembakan diusut tuntas demi keadilan," ujar Edi.

baca juga

"Kami juga meminta perlindungan agar bisa kembali beraktivitas dengan aman."

Menyikapi situasi ini, koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari FMPR, WALHI, KPA, dan KontraS, akhirnya melaporkan kasus ini ke Kompolnas, LPSK, Kementerian HAM, dan Komnas HAM.

Koalisi masyarakat sipil menyampaikan serangkaian tuntutan, di antaranya:

  • KontraS mengecam keras peristiwa penembakan dan mendesak Propam Mabes Polri untuk mengambil alih kasus dari Polres Bengkulu Selatan.
  • KPA menuntut Menteri ATR untuk membatalkan HGU PT ABS yang dinilai dikeluarkan secara melawan hukum, sebagai akar dari konflik agraria ini.
  • WALHI melaporkan PT ABS ke KPK atas dugaan kerugian negara karena beroperasi secara ilegal sejak 2017 hingga 2025 tanpa HGU. Mereka juga mendesak pencabutan HGU PT ABS untuk mencegah bencana ekologis yang lebih luas.

"Operasi PT ABS sejak 2017 sampai 2025 adalah ilegal karena tidak ada HGU," kata Julius Nainggolan dari WALHI Bengkulu.

"Perusahaan juga membangkang terhadap kesepakatan penutupan sementara yang dimediasi pemerintah provinsi," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Insiden Penembakan 5 Petani Bengkulu, Warga Sering Diintimidasi Buntut Konflik Agraria

Sebelum Insiden Penembakan 5 Petani Bengkulu, Warga Sering Diintimidasi Buntut Konflik Agraria

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:06 WIB

5 Petani di Bengkulu Selatan Tertembak usai Konflik Lahan Memanas, Ini Kronologinya!

5 Petani di Bengkulu Selatan Tertembak usai Konflik Lahan Memanas, Ini Kronologinya!

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 12:32 WIB

Utang KUR Petani Korban Bencana Sumatra Dihapus, DPR Nilai Masih Belum Cukup

Utang KUR Petani Korban Bencana Sumatra Dihapus, DPR Nilai Masih Belum Cukup

News | Senin, 08 Desember 2025 | 11:55 WIB

Terkini

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:29 WIB

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:19 WIB

×