Hasil TKA Pelajar SMA Sederajat Jeblok Parah, Pemerintah Didesak Evaluasi

M Nurhadi

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:36 WIB
Hasil TKA Pelajar SMA Sederajat Jeblok Parah, Pemerintah Didesak Evaluasi
Ilustrasi pelajar. [Ist]
baca 10 detik
  • Hasil TKA 2025 menunjukkan capaian literasi dan numerasi siswa menengah sangat rendah, terutama Bahasa Inggris dan Matematika.
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyoroti hasil ini sebagai peringatan untuk perombakan sistem pembelajaran dan peningkatan kompetensi pengajar.
  • Kemendikdasmen menjamin pengumuman hasil TKA tahun 2025 dilaksanakan secara transparan.

Suara.com - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 yang baru saja dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memicu sorotan tajam publik.

Sorotan utama tertuju pada rendahnya capaian nilai pada mata pelajaran fundamental. Berdasarkan data Kemendikdasmen, kemampuan literasi dan numerasi siswa tingkat menengah (SMA, SMK, MA, dan Paket C) berada pada level yang cukup mengkhawatirkan.

Berikut adalah rincian rata-rata nilai nasional TKA 2025:

  • Bahasa Inggris Wajib: Tercatat hanya mencapai 24,93 (dari total 3,5 juta siswa).
  • Matematika Wajib: Berada di angka 36,10 (dari total 3,4 juta siswa).
  • Bahasa Indonesia: Mencapai nilai 55,38 (dari total 3,4 juta siswa).

Rendahnya skor pada Bahasa Inggris dan Matematika menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara standar kurikulum dengan daya serap peserta didik di lapangan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa capaian akademik siswa tahun ini harus dipandang sebagai peringatan serius sekaligus momentum untuk melakukan perombakan besar-besaran pada sistem pembelajaran nasional.

Menurut Lalu, data yang muncul ke publik bukan sekadar angka statistik, melainkan potret rill tantangan pendidikan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. "Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Legislator asal NTB ini menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta tersebut. Evaluasi yang dilakukan harus bersifat objektif dan menyentuh akar permasalahan secara menyeluruh.

Lalu Hadrian menggarisbawahi dua aspek krusial yang harus segera dibenahi:

Peningkatan Kompetensi Pengajar: Jika kelemahan ditemukan pada metode penyampaian materi, maka kualitas dan pelatihan guru harus ditingkatkan secara masif.

baca juga

Pendampingan Peserta Didik: Jika kendala ada pada siswa, maka diperlukan skema pendampingan dan metode belajar yang lebih adaptif agar siswa mampu mengejar ketertinggalan.

Komisi X DPR RI mendesak agar hasil tes ini menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan kurikulum dan sistem pelatihan guru ke depan.

Di sisi lain, Kemendikdasmen melalui Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, memastikan bahwa seluruh proses pengolahan hingga pengumuman hasil TKA 2025 dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

Penyampaian hasil ujian dilakukan melalui mekanisme berjenjang untuk menjaga keakuratan data serta melindungi hak-hak para murid.

Satuan pendidikan atau sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk mengakses Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA) dan mengomunikasikannya kepada siswa secara tepat.

“Pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme resmi dan berjenjang untuk memastikan keakuratan data serta melindungi hak murid,” jelas Toni.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA, SMK, MA, dan Paket C Tahun 2025.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan pengelolaan hasil TKA dilaksanakan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme berjenjang guna menjamin ketepatan data, akuntabilitas, dan ketertiban administrasi dalam penyampaian informasi kepada satuan pendidikan dan murid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rel di Depan SMA 3: Gerbang Senja yang Tak Pernah Sepenuhnya Tertutup

Rel di Depan SMA 3: Gerbang Senja yang Tak Pernah Sepenuhnya Tertutup

Your Say | Minggu, 21 Desember 2025 | 20:50 WIB

Atasi Kemerahan dan Kulit Kering dengan 4 Serum Harga Pelajar, Ini Rekomendasinya!

Atasi Kemerahan dan Kulit Kering dengan 4 Serum Harga Pelajar, Ini Rekomendasinya!

Your Say | Minggu, 21 Desember 2025 | 07:10 WIB

5 Moisturizer Terbaik untuk Pelajar dengan Kulit Berminyak, Ampuh Cegah Jerawat

5 Moisturizer Terbaik untuk Pelajar dengan Kulit Berminyak, Ampuh Cegah Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:04 WIB

Terkini

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:26 WIB

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:17 WIB

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:12 WIB

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:38 WIB

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:22 WIB