- Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia mengecam rentetan teror fisik dan digital terhadap aktivis pada akhir 2025.
- Teror ini dinilai merupakan serangan sistematis untuk membungkam kritik atas penanganan bencana ekologis di Sumatra.
- DJ Donny melaporkan teror spesifik berupa bangkai ayam dan bom molotov ke Polda Metro Jaya pada 31 Desember 2025.
“Semalam subuh rumah saya dilempar bom molotov. Untung hujan dan apinya padam duluan. Kalau enggak, bisa kebakar. Kena mobil juga,” ujarnya.
Donny memastikan pecahan kaca dan sisa bom molotov masih berada di lokasi kejadian dan belum dibersihkan. Ia sengaja mempertahankan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) untuk keperluan penyelidikan polisi.
“Makanya saya lapor hari ini. Ini sudah bukan cuma ancaman ke saya, tapi mengancam keluarga dan orang sekitar,” tegasnya.
Meski tidak menimbulkan kerusakan serius, Donny menilai aksi tersebut sangat berbahaya.
Ia khawatir dampaknya bisa meluas ke rumah tetangga jika api tidak segera padam.
Dari rekaman CCTV, Donny menyebut pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan masker
Selain itu, terdapat rekaman lain yang menunjukkan seseorang berjaket ojek online mondar-mandir di sekitar rumah sebelum kejadian.
“Kelihatan jelas di CCTV. Video ada semua, nanti saya serahkan ke polisi,” ujarnya.