Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial

Liberty Jemadu

Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:51 WIB
Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial
Peta dan Bendera Venezuela (Unsplash.com/pawel.gaul)
baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Venezuela mengecam serangan AS pada Sabtu (3/1/2026) sebagai upaya perang kolonial dan perubahan rezim.
  • Serangan tersebut, yang menargetkan Caracas dan beberapa negara bagian, diklaim melanggar Piagam PBB.
  • Presiden Maduro menetapkan Status Gangguan Eksternal setelah serangan AS yang dilaporkan mengincar sumber daya strategis.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, Sabtu (3/1/2026), mengecam serangan Amerika Serikat sebagai upaya memaksakan perang kolonial terhadap republik dan perubahan rezim di negara Amerika Selatan itu.

"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gli dalam pernyataannya.

Ia juga menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Piagam PBB sehingga mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.

"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," kata Gil.

Ia mengatakan serangan tersebut menargetkan lokasi sipil dan militer di ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

"Agresi semacam ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius," katanya, menambahkan.

Menurut Gil, tujuan serangan AS itu adalah merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, serta merusak kemandirian politik negara tersebut.

"Mereka tidak akan berhasil," katanya.

Gil menambahkan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah menandatangani dekret yang menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah Venezuela guna melindungi warga negara dan memastikan lembaga negara tetap berfungsi.

baca juga

Sebelumnya, sejumlah ledakan kuat terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, menurut laporan media.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar.

Di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya telah melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Maduro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:39 WIB

Trump 'Ngebet' Caplok 4 Juta Barel Minyak Venezuela, China dan Rusia Geram

Trump 'Ngebet' Caplok 4 Juta Barel Minyak Venezuela, China dan Rusia Geram

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 13:36 WIB

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 08:38 WIB

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB

Pernyataaan Trump Tekan Harga Minyak Dunia

Pernyataaan Trump Tekan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:17 WIB

Terkini

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!

Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja

Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton

Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:48 WIB

DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi

DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas

Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:44 WIB

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga

Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:35 WIB

×