Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa

Andi Ahmad S

Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:53 WIB
Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa
Presiden Venezuela Nicolas Maduro [Telesurtv.net]
baca 10 detik
  • Pelanggaran Hukum Internasional Jaksa Agung Venezuela mengecam serangan Amerika Serikat ke Caracas karena dianggap melanggar hukum internasional dan perjanjian global, terutama karena menyasar warga sipil serta target non-militer lainnya.

  • Status Presiden Maduro Tarek William Saab menuntut bukti keselamatan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, menyebut dugaan hilangnya mereka sebagai tindakan penculikan yang harus segera dipertanggungjawabkan oleh pihak penyerang.

  • Desakan Intervensi PBB Pemerintah Venezuela mendesak PBB dan organisasi hak asasi manusia internasional untuk bersikap tegas terhadap serangan AS guna menghentikan kekerasan serta memberikan kepastian hukum bagi negara tersebut.

Suara.com - Sabtu, 3 Januari 2026, situasi di Caracas, Venezuela, berubah menjadi mimpi buruk diplomatik dan kemanusiaan. Menyusul klaim Amerika Serikat (AS) mengenai keberhasilan operasi militer mereka menangkap Presiden Nicolas Maduro, pihak Venezuela memberikan respons keras.

Pemerintah Venezuela melalui Jaksa Agung, Tarek William Saab menolak narasi "penangkapan" yang digaungkan Washington dan menyebut tindakan tersebut sebagai agresi militer ilegal dan penculikan kepala negara.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (3/1), Saab menegaskan bahwa serangan AS ke jantung ibu kota Venezuela tersebut telah menginjak-injak kedaulatan negara dan menabrak norma-norma global.

"Serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dilakukan dengan menyasar target-target sipil," ujarnya, dilansir dari Sputnik.

Pernyataan ini menyoroti dampak kerusakan yang tidak hanya menyasar militer, tetapi juga infrastruktur sipil, yang menurut Konvensi Jenewa seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata.

Kecemasan melanda rakyat Venezuela terkait nasib pemimpin mereka. Hingga saat ini, belum ada visual resmi yang dirilis oleh pihak AS mengenai kondisi fisik Nicolas Maduro pasca-operasi. Hal ini memicu Jaksa Agung Saab untuk menuntut transparansi mutlak.

Saab tidak hanya menuntut kejelasan keberadaan Presiden, tetapi juga nasib Ibu Negara, Cilia Flores, yang dikabarkan turut dibawa paksa oleh pasukan khusus AS.

"Dia meminta bukti bahwa keduanya masih hidup serta menegaskan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang terjadi terhadap presiden Venezuela," tegas laporan tersebut.

Tuntutan atau bukti tanda kehidupan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa keduanya tidak mengalami penyiksaan atau eksekusi di luar hukum selama dalam penguasaan pihak asing.

baca juga

Jaksa Agung Venezuela itu juga menyebut bahwa situasi yang menimpa Maduro dan istrinya sebagai penculikan, dan mendesak agar tindakan tersebut segera dihentikan.

Saab mengecam keras tindakan militer itu dan menyebutnya tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, menyerang istana kepresidenan negara berdaulat adalah preseden buruk bagi stabilitas dunia.

Menghadapi kekuatan militer AS yang superior, Venezuela kini memainkan kartu diplomasi internasional. Saab secara terbuka menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi hak asasi manusia (HAM) global untuk tidak menutup mata. Ia menilai diamnya dunia internasional adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan.

"Dia meminta agar komunitas internasional tidak tinggal diam terhadap serangan yang telah menimbulkan korban sipil serta dugaan penculikan terhadap kepala negara Venezuela dan istrinya," pungkas laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial

Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:51 WIB

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:39 WIB

Jaksa Agung Rotasi 68 Pejabat, Sejumlah Kajari yang Pernah Terseret Dugaan Korupsi Ikut Dimutasi

Jaksa Agung Rotasi 68 Pejabat, Sejumlah Kajari yang Pernah Terseret Dugaan Korupsi Ikut Dimutasi

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 17:06 WIB

Buntut OTT KPK di Berbagai Daerah, Jaksa Agung Minta Jaksa Jangan Melanggar Hukum!

Buntut OTT KPK di Berbagai Daerah, Jaksa Agung Minta Jaksa Jangan Melanggar Hukum!

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 18:44 WIB

Jaksa Agung: Uang Rp6,6 Triliun dari Denda Tambang-Sawit hingga Eksekusi Korupsi CPO

Jaksa Agung: Uang Rp6,6 Triliun dari Denda Tambang-Sawit hingga Eksekusi Korupsi CPO

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 18:12 WIB

Bukan Alam, Jaksa Agung Sebut Bencana Sumatra Akibat Alih Fungsi Hutan

Bukan Alam, Jaksa Agung Sebut Bencana Sumatra Akibat Alih Fungsi Hutan

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

×