Korea Utara Sebut Serangan di Venezuela Jadi Contoh Sifat Jahat dan Biadab Amerika Serikat

Bella

Senin, 05 Januari 2026 | 10:37 WIB
Korea Utara Sebut Serangan di Venezuela Jadi Contoh Sifat Jahat dan Biadab Amerika Serikat
Bendera Amerika Serikat (Freepik.com/vwaalakte)
baca 10 detik
  • Korea Utara mengutuk serangan AS di Venezuela yang menyebabkan penangkapan Presiden Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional.
  • Pyongyang menilai tindakan Amerika Serikat merupakan hegemoni, campur tangan langsung, dan ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
  • Kementerian Luar Negeri Korut mendesak komunitas internasional menolak tegas kebijakan koersif Washington terhadap kedaulatan negara lain.

Suara.com - Korea Utara menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pyongyang menilai langkah Washington sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan.

Dalam laporan kantor berita resmi KCNA pada Minggu (4/1), Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk hegemoni dan campur tangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara lain. Pyongyang menilai eskalasi yang terjadi di Venezuela tidak dapat dilepaskan dari tekanan dan paksaan yang dilakukan Washington.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan pihaknya memahami kompleksitas situasi yang tengah dihadapi Venezuela, namun menegaskan bahwa akar persoalan berasal dari kebijakan koersif Amerika Serikat. Pyongyang juga memperingatkan bahwa ketidakstabilan yang terus meningkat berpotensi memperparah kondisi regional yang sudah rapuh.

"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).

Korea Utara menilai serangan AS sebagai bentuk pelanggaran paling serius terhadap kedaulatan negara, sekaligus bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Pyongyang menggambarkan tindakan AS itu sebagai "hegemoni" dan bentuk "pelanggaran" kedaulatan yang paling serius, menyebutnya sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, yang prinsip-prinsip dasarnya meliputi penghormatan terhadap kedaulatan, tidak campur tangan dalam urusan internal, dan integritas wilayah.

Lebih lanjut, Korea Utara mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap tindakan Amerika Serikat. Pyongyang menilai krisis Venezuela telah membawa dampak buruk tidak hanya bagi kawasan Amerika Latin, tetapi juga terhadap hubungan internasional secara luas.

Sebelumnya, pemerintah Venezuela pada Sabtu pagi (3/1) melaporkan bahwa Amerika Serikat menyerang sejumlah instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian. Menyusul serangan tersebut, Caracas menetapkan keadaan darurat nasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi operasi militer tersebut sebagai serangan “berskala besar”. Ia menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri, sebelum dibawa ke pusat penahanan di New York.

baca juga

Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Maduro. Washington menuduh pemimpin Venezuela itu terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang telah dibantah oleh Maduro, yang sebelumnya juga menyatakan kesiapan untuk membuka jalur dialog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China soal Serangan AS ke Venezuela: Tak Ada Negara yang Berhak Jadi 'Polisi Dunia'

China soal Serangan AS ke Venezuela: Tak Ada Negara yang Berhak Jadi 'Polisi Dunia'

News | Senin, 05 Januari 2026 | 10:11 WIB

Trump Bantah Militer AS Serang Kuba: Tidak Ada Rencana dalam Waktu Dekat

Trump Bantah Militer AS Serang Kuba: Tidak Ada Rencana dalam Waktu Dekat

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:44 WIB

Trump Kudeta Venezuela, Harga Minyak Dunia Bisa Melejit?

Trump Kudeta Venezuela, Harga Minyak Dunia Bisa Melejit?

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 18:27 WIB

Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi

Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi

Bola | Minggu, 04 Januari 2026 | 15:26 WIB

Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela

Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela

Otomotif | Minggu, 04 Januari 2026 | 13:08 WIB

AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap

AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 11:43 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 11:04 WIB

Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 08:30 WIB

Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 07:57 WIB

Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya

Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 07:08 WIB

Terkini

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:09 WIB

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:02 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×