Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga

Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 18:48 WIB
Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga
ILustrasi pasukan Brimob berjaga di depan SMAN 72, Jakarta. [Antara]
  • Densus 88 mengidentifikasi sekitar 70 anak usia sekolah (11-18 tahun) di Indonesia telah bergabung dengan kelompok radikal.
  • Faktor utama keterlibatan remaja ini adalah masalah psikologis seperti perundungan dan kondisi keluarga yang rapuh (broken home).
  • DKI Jakarta mencatat sebaran tertinggi keterlibatan radikalisme remaja dengan total 15 kasus teridentifikasi.

Suara.com - Fenomena radikalisme kini menyasar generasi muda dengan fakta yang mengkhawatirkan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan sedikitnya 70 anak di Indonesia teridentifikasi bergabung dalam organisasi berpaham radikal.

Mirisnya, puluhan anak tersebut masih berada di usia sekolah, yakni antara 11 hingga 18 tahun.

“Jadi transisi antara SMP ke SMA,” kata Juru bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).

Berawal dari Luka: Bullying dan Broken Home

Berdasarkan hasil asesmen dan wawancara mendalam yang dilakukan tim Densus 88, terungkap bahwa keterlibatan para remaja ini bukan tanpa alasan. Mayoritas dari mereka masuk ke dalam jerat radikalisme bermula dari masalah psikologis dan lingkungan.

“Dari mapping dan asesmen yang dilakukan bersama, bisa diidentifikasi bahwa ada penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya adalah terjadinya perundungan,” jelas Mayndra.

Selain menjadi korban bully di sekolah maupun lingkungan rumah, faktor rapuhnya fondasi keluarga menjadi pintu masuk paham berbahaya ini.

“Kemudian broken home, rata-rata orang tuanya bercerai, meninggal dunia, kurang perhatian, keluarga tidak harmonis, trauma di dalam keluarga atau kerap menyaksikan kekerasan di rumahnya,” ungkapnya.

Jakarta Jadi Wilayah Terbanyak

Mayndra membeberkan bahwa sebaran puluhan remaja ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Namun, wilayah ibu kota mencatatkan angka tertinggi.

“Provinsi yang terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang,” kata Mayndra.

Setelah Jakarta, Jawa Barat menyusul dengan 12 orang, Jawa Timur 11 orang, dan Jawa Tengah sebanyak 9 orang.

Barang bukti ditampilkan saat rilis Penanganan Kasus Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Barang bukti ditampilkan saat rilis Penanganan Kasus Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Data Densus 88 juga mencatat persebaran di wilayah lain, yakni: Kalimantan Selatan: 3 orang; Bali, Sumatera Selatan, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara: Masing-masing 2 orang;  Lampung, Sumatera Utara, Yogyakarta, NTT, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah: Masing-masing 1 orang.

Belum Bertemu, Tapi 'Satu Frekuensi' dalam Kekerasan

Meskipun tersebar di berbagai provinsi, para remaja ini terhubung melalui pola pikir yang serupa. Fakta mengejutkan lainnya adalah mereka belum pernah bertatap muka secara fisik secara keseluruhan, namun sudah terikat oleh ideologi yang sama.

Mayndra mengatakan, meski puluhan anak itu belum bertemu secara langsung, namun mereka memiliki kesamaan dalam melakukan tindak kekerasan.

Kini, pihak kepolisian terus melakukan pendampingan dan pemantauan intensif untuk memulihkan para remaja tersebut agar bisa kembali ke pangkuan NKRI dan terlepas dari pengaruh paham radikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72

Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:56 WIB

Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home

Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:50 WIB

Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara

Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:49 WIB

Hujan Tinggi Saat Anak Masuk Sekolah, IDAI Ingatkan Waspada Penularan Penyakit Ini

Hujan Tinggi Saat Anak Masuk Sekolah, IDAI Ingatkan Waspada Penularan Penyakit Ini

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:59 WIB

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB