Bukan Sekolah Biasa! Ini Dia 6 Fakta Sekolah Rakyat Prabowo

Bella | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 17:51 WIB
Bukan Sekolah Biasa! Ini Dia 6 Fakta Sekolah Rakyat Prabowo
Ilustrasi sekolah rakyat. [Ist]
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat serentak di 34 provinsi pada Senin (12/1/2026) sebagai upaya mengatasi kemiskinan ekstrem.
  • Sekolah Rakyat menargetkan siswa dari desil 1 dan 2, menggunakan DTSEN untuk seleksi, serta berkonsep asrama tanpa biaya pendidikan total.
  • Sekolah ini mengadopsi sistem Multi Entry Multi Exit (MEME) dan menyiapkan lulusan melalui DNA Talent Mapping untuk studi atau kerja.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan babak baru dalam transformasi sumber daya manusia nasional melalui peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, Senin (12/1/2026). Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Bukan sekadar institusi pendidikan formal, Sekolah Rakyat hadir sebagai instrumen strategis negara untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem dengan memberikan “karpet merah” pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat paling rentan di Indonesia.

Berikut enam fakta mengenai Sekolah Rakyat yang dirancang menjadi miniatur pengentasan kemiskinan di Indonesia:

1. Target Pembangunan Sekolah Rakyat
Pencapaian besar tercatat dalam agenda pembangunan SDM nasional saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, Senin (12/1/2026). Prosesi peresmian yang dipusatkan di Banjarmasin tersebut menandai langkah awal menuju target ambisius pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Dengan proyeksi setiap sekolah mampu menampung 1.000 peserta didik, pemerintah optimistis program ini akan memberikan akses pendidikan bagi 500 ribu anak.

Meskipun baru saja diresmikan secara massal, operasional Sekolah Rakyat sebenarnya telah dimulai secara bertahap sejak Juli hingga September 2025. Saat ini, 166 titik sekolah tersebut telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan konsentrasi terbesar berada di Pulau Jawa sebanyak 70 lokasi. Selain itu, jangkauan program ini juga menyentuh wilayah Sumatera dengan 35 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, serta Kalimantan 13 lokasi. Sementara itu, untuk wilayah timur dan kepulauan, pemerintah telah mengaktifkan tujuh lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, tujuh lokasi di Maluku, dan enam lokasi di Tanah Papua.

2. Sasaran Utama
Pendirian Sekolah Rakyat ini secara spesifik dirancang untuk mengintervensi rantai kemiskinan pada akar rumput yang paling rentan. Target utamanya adalah masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 (miskin ekstrem) dan desil 2 (miskin). Secara kolektif, kedua kelompok ini mewakili 20 persen penduduk Indonesia dengan tingkat pendapatan terendah. Dengan menyasar segmen ini, pemerintah bertujuan memberikan “karpet merah” bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara dengan kelompok masyarakat lainnya.

Untuk memastikan program ini benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, proses seleksi siswa Sekolah Rakyat tidak lagi menggunakan standar nilai atau tes masuk konvensional. Rujukan utama yang digunakan adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyaring keluarga di kategori kemiskinan ekstrem. Keakuratan data ini kemudian divalidasi melalui verifikasi lapangan, di mana petugas akan meninjau langsung kondisi tempat tinggal dan keadaan ekonomi calon peserta didik guna memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran.

3. Pendidikan Berkonsep Asrama dan Tanpa Biaya
Penerapan konsep boarding school atau sekolah berasrama pada Sekolah Rakyat bertujuan untuk memberikan jaminan kesejahteraan penuh bagi para peserta didik. Dengan sistem ini, negara mengambil alih seluruh tanggung jawab pembiayaan hidup siswa secara total, mulai dari penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah, akomodasi asrama yang layak, hingga konsumsi harian yang bergizi. Langkah ini diambil agar siswa dapat fokus sepenuhnya pada proses pembelajaran tanpa terbebani kendala ekonomi keluarga.

Kementerian Sosial menegaskan bahwa efektivitas sistem boarding school tidak hanya terletak pada fasilitas fisik, tetapi juga pada ekosistem pembentukan karakter yang intensif. Melalui pola hidup teratur di asrama, para siswa ditempa untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan memiliki tanggung jawab tinggi.

4. Penggunaan Kurikulum
Sekolah Rakyat melakukan terobosan besar dalam dunia pendidikan dengan mengadopsi sistem Multi Entry Multi Exit (MEME). Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, sistem ini menawarkan fleksibilitas penuh, di mana masa belajar siswa tidak lagi dibatasi oleh kalender akademik yang kaku.

Pencapaian individu menjadi satu-satunya indikator kelulusan. Siswa yang memiliki akselerasi belajar tinggi dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat, sementara yang membutuhkan waktu lebih lama tetap didampingi hingga mencapai kompetensi. Pendekatan personal ini menjamin tidak ada anak yang tertinggal hanya karena standar waktu yang seragam.

5. Proses Hilirisasi Siswa
Sekolah Rakyat menawarkan keunggulan melalui perpaduan pembekalan pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Strategi “hilirisasi” lulusan bahkan sudah disiapkan sejak dini melalui metode DNA Talent Mapping. Dengan sistem ini, siswa diarahkan sesuai minatnya, baik untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi maupun langsung terjun ke dunia kerja.

Kementerian Sosial telah menjalin kemitraan dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School untuk penyediaan beasiswa. Sementara bagi siswa yang ingin bekerja, kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) guna menjamin penempatan yang tepat.

6. Miniatur Pengentasan Kemiskinan
Lebih dari sekadar akses pendidikan, Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan terintegrasi hasil kolaborasi Kementerian Sosial, lembaga negara, dan pemerintah daerah. Program ini menjadi jembatan bagi berbagai inisiatif unggulan Presiden, di mana orang tua siswa dilibatkan dalam pemberdayaan ekonomi (PPSE dan Koperasi Merah Putih), sementara kebutuhan dasar dipenuhi melalui program tiga juta rumah, jaminan kesehatan (PBI-JK), bantuan sosial lengkap, serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang dikenal dengan Gus Ipul, menjelaskan bahwa melalui program tersebut, rumah keluarga penerima manfaat akan dibantu perbaikannya, sementara orang tua siswa akan didaftarkan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo

Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:51 WIB

Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua

Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:46 WIB

Rapat Koordinasi Bencana di Aceh: Dasco Telepon Langsung Presiden Prabowo

Rapat Koordinasi Bencana di Aceh: Dasco Telepon Langsung Presiden Prabowo

Video | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:00 WIB

Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo

Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:13 WIB

IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?

IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:24 WIB

Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo

Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:11 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Video | Selasa, 13 Januari 2026 | 22:00 WIB

Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028

Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:45 WIB

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:39 WIB

Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'

Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:33 WIB

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:22 WIB

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:04 WIB