Banjir Ancam Produksi Padi Lebak, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Total

Bella | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 17:24 WIB
Banjir Ancam Produksi Padi Lebak, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Total
Petani Kabupaten Lebak menyelamatkan gabah agar tidak terendam banjir. (Dinas Pertanian)
  • Banjir akibat curah hujan tinggi merendam 136 hektare sawah di Lebak, Banten, mengancam panen padi awal 2026.
  • Sebanyak 50 hektare dipastikan gagal panen, sementara 86 hektare lainnya berisiko gagal jika banjir tidak segera surut.
  • Pemerintah daerah siapkan bantuan sarana produksi, sementara petani mendesak pembangunan infrastruktur irigasi permanen.

Suara.com - Ancaman gagal panen membayangi petani di Kabupaten Lebak, Banten, menyusul banjir yang merendam ratusan hektare lahan persawahan akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini berpotensi mengganggu produksi padi menjelang masa panen awal 2026.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menyebutkan total lahan padi yang terdampak banjir mencapai sekitar 136 hektare. Sebagian besar tanaman padi tersebut telah berusia sekitar 80 hari setelah tanam dan direncanakan dipanen pada Februari 2026.

Dari luas lahan terdampak tersebut, sebanyak 50 hektare dipastikan gagal panen karena terendam banjir hingga dua pekan. Sementara itu, 86 hektare lainnya masih terendam selama dua hari dan berisiko mengalami kerusakan lebih parah jika banjir tidak segera surut.

"Kami khawatir jika banjir itu merendam padi hingga satu pekan ke depan dipastikan 86 hektare lainnya bisa puso," katanya menjelaskan.

Deni menambahkan, wilayah persawahan yang mengalami dampak terparah berada di Kecamatan Cibadak dan Banjarsari. Daerah tersebut dikenal rawan banjir karena merupakan sawah tadah hujan yang belum didukung jaringan irigasi memadai.

Meski demikian, pemerintah daerah menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi bagi petani terdampak, berupa bantuan sarana produksi pertanian.

"Kami minta petani yang gagal panen agar cepat mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa melakukan percepatan tanam awal Februari mendatang," katanya.

Di tingkat petani, dampak kerugian sudah mulai dirasakan. Petani di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, mengaku kehilangan hasil panen di lahan seluas 20 hektare dengan total kerugian mencapai Rp200 juta, berdasarkan biaya produksi sekitar Rp10 juta per hektare.

"Kami bersama petani kini mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa kembali tanam," kata Iyang, seorang petani Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak.

Selain bantuan jangka pendek, petani juga mendorong adanya solusi permanen. Kelompok Tani Desa Cisangu menilai pembangunan infrastruktur irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah banjir berulang.

Kelompok Tani Desa Cisangu Ahmad mengatakan, pihaknya mendesak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Banten segera membangun irigasi yang ada di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang.

"Saya kira penyebab banjir itu disebabkan tidak berfungsinya saluran irigasi itu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bak Film Laga, Detik-detik Calo Akpol Rp1 Miliar Tabrak Mobil Polisi Saat Ditangkap

Bak Film Laga, Detik-detik Calo Akpol Rp1 Miliar Tabrak Mobil Polisi Saat Ditangkap

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:13 WIB

Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan

Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:59 WIB

Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan

Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:36 WIB

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:42 WIB

CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok

CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:30 WIB

Banjir Akibat Luapan Sungai Cidurian, Ratusan Rumah Terendam

Banjir Akibat Luapan Sungai Cidurian, Ratusan Rumah Terendam

Foto | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:55 WIB

Tragedi Cilincing: Warga Tewas Tersengat Listrik, Bagaimana Mitigasi Risiko Korsleting Saat Banjir?

Tragedi Cilincing: Warga Tewas Tersengat Listrik, Bagaimana Mitigasi Risiko Korsleting Saat Banjir?

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:04 WIB

Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta

Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:19 WIB

KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah

KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:04 WIB

Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul

Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:53 WIB

Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR

Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:39 WIB

Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!

Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:38 WIB

Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM

Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:33 WIB

Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz

Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:28 WIB