- Presiden Prabowo Subianto diprediksi melakukan reshuffle kabinet perdana tahun 2026 pasca evaluasi kinerja kabinet pada retret di Hambalang, Bogor.
- Pengamat politik memprediksi perombakan melibatkan menteri berkinerja buruk dan potensi penambahan posisi wakil menteri baru.
- Menteri Raja Juli dan Zulkifli Hasan disebut layak dicopot karena sorotan publik terkait bencana di Sumatra dan kinerja pangan.
"Selama ini BUMN banyak yang merugi, tetapi tidak ada punishment atau sanksi yang tegas. Prabowo sudah melempar sinyal akan mengganti direksi yang tidak becus bekerja. Jadi pernyataan itu harus dibuktikan melalui langkah konkret dengan bersih-bersih BUMN. Presiden tidak perlu menunggu direksi mundur, tetapi bisa langsung menggantinya," tutur Yusak.
Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi ihwal isu perombakan kabinet atau reshuffle yang kembali mencuat.
Pras, sapaan akrab Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, tidak menjawab lugas saat menanggapi pertanyaan wartawan perihal reshuffle.
Ia justru bertanya balik kepada awak media mengenai reshuffle yang dimaksud.
"Reshuffle apa?" singkat Pras menanggapi pertanyaan media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).