Pesawat ATR 42 Rute Yogyakarta - Makassar Hilang Kontak di Maros Pangkep

Vania Rossa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:38 WIB
Pesawat ATR 42 Rute Yogyakarta - Makassar Hilang Kontak di Maros Pangkep
Pesawat ATR 42 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Maros–Pangkep. (Dok. Ist)
  • Pesawat ATR 42 registrasi PK-THT milik IAT hilang kontak dalam penerbangan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026).
  • Kontak terputus setelah pesawat tidak mengikuti arahan pendekatan pendaratan di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
  • AirNav menetapkan status darurat DETRESFA, memicu pengerahan tim SAR Makassar untuk mencari delapan kru dan tiga penumpang.

Suara.com - Sebuah pesawat ATR 42 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat bernomor registrasi PK-THT itu terakhir terpantau di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, sebelum komunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara terputus. Hingga saat ini, pesawat belum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Informasi dari AirNav Indonesia menyebutkan, pesawat sempat diarahkan untuk melakukan pendekatan pendaratan di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendaratan yang seharusnya.

Petugas Air Traffic Control (ATC) kemudian memberikan sejumlah arahan untuk mengembalikan pesawat ke jalur yang benar. Setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat mendadak terputus.

Menyusul kejadian tersebut, AirNav Indonesia menetapkan status darurat DETRESFA, menandakan fase bahaya yang memerlukan pencarian dan pertolongan segera.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar langsung mengerahkan dua tim SAR dengan total 15 personel ke area yang diduga menjadi lokasi terakhir pesawat. Pencarian dilakukan dengan dukungan kendaraan operasional serta pemantauan menggunakan drone.

Pesawat ATR 42 tersebut dioperasikan Indonesia Air Transport dan disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Di dalam pesawat terdapat delapan kru dan tiga penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung dan pihak berwenang terus berkoordinasi untuk melacak keberadaan pesawat. Informasi terbaru akan disampaikan seiring perkembangan di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

520 Ribu Penumpang Pesawat Diperkirakan Pulang Liburan Nataru Hari Ini

520 Ribu Penumpang Pesawat Diperkirakan Pulang Liburan Nataru Hari Ini

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 09:27 WIB

8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru

8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19 WIB

Kemenhub Baru Bilang Bali Sepi, Penumpang Pesawat Turun 2 Persen di Nataru

Kemenhub Baru Bilang Bali Sepi, Penumpang Pesawat Turun 2 Persen di Nataru

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:07 WIB

Terkini

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:44 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:16 WIB

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:06 WIB